Connect with us

News

Cabai Rawit Diberi Pewarna Merah Menghebohkan Purwokerto

Cabai Rawit Diberi Pewarna Merah Menghebohkan Purwokerto

[ad_1]

Ilustrasi cabai rawit

Ilustrasi cabai rawit | pixabay.com

Pedasnya ikutan tipu-tipu juga nggak ya?

Fenomena cabai rawit dengan warna palsu menghebohkan pedagang pasar tradisional di Purwokerto, Jawa Tengah pada Selasa (29/12/2020). Pasalnya, cabai rawit ini ternyata cabai rawit putih yang diberi pewarna merah.

Maraknya temuan ini membuat para pedagang pasar tradisional serta warga resah atas kehadiran “cabe-cabean” ini. Bagaimanakah laporan lengkapnya? Simak selengkapnya berikut ini.

1.

Sekilas mirip dengan cabai rawit berwarna merah

Ilustrasi cabai rawit

Cabai rawit berwarna palsu | daerah.sindonews.com

Sejumlah cabai rawit putih yang diberikan pewarna merah ditemukan di sejumlah pasar tradisional di Purwokerto, Kab. Banyumas, Jawa Tengah. Sekilas, para pedagang mengira bahwa cabai tersebut adalah cabai asli yang matang dari pohonnya. Namun setelah diamati, cabai tersebut ternyata telah diberi zat pewarna merah.

2.

Dicurigai karena mulai luntur

Ilustrasi cabai rawit

cabai rawit berwarna palsu | daerah.sindonews.com

Pedagang mencurigai cabai rawit tersebut karena warna merah dari cabai rawit mulai luntur. Para pedagang mengaku terkejut atas adanya penemuan cabai rawit berwarna palsu ini. Bahkan, seorang pedagang pasar mengaku telah membeli satu karung cabai tersebut, namun cabai tersebut belum sempat ia jual kepada konsumen.

3.

Keterangan dari pihak berwajib

Ilustrasi cabai rawit

cabai rawit berwarna palsu | jateng.inews.id

Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Banyumas langsung mengamankan cabai tersebut setelah menerima adanya laporan dari masyarakat. Winanto, Petugas BPOM menyebutkan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, cabai rawit tersebut telah direndam dalam alkohol. Diduga, cabai rawit tersebut diberikan pewarna yang bukan pewarna makanan.

“Dari hasil pemeriksaan sementara dengan cara merendam dalam alkohol, diketahui cabai rawit merah ini diberi warna yang bukan pewarna makanan,” ujar Winanto.

Artikel Lainnya

Peredaran cabai rawit ini tentunya meresahkan warga Purwokerto dan sekitarnya. Hal ini dapat membuat kepercayaan masyarakat kepada pedagang pasar yang turut menjadi korban dari oknum tengkulak di sana menjadi turun. Diduga, fenomena ini terjadi karena meroketnya harga cabai rawit merah di pasaran.

Tags :

[ad_2]

Source link

Advertisement
Click to comment

News

Nggak Cuma Satu, Gisel dan Nobu Diduga Punya Banyak Koleksi Video Panas Lain yang Belum Terekspose

Nggak Cuma Satu, Gisel dan Nobu Diduga Punya Banyak Koleksi Video Panas Lain yang Belum Terekspose

[ad_1]

19 Juli 2021 by Fachrizal Hutabarat

Gisel dan Yukinobu |

Bagaimana tanggapan Gisel mengenai kabar ini?

Aktris Gisella Anastasia dan partnernya Michael Yukinobu diduga keras masih menyimpan koleksi video panas yang mereka buat lainnya. Hanya saja, koleksi video syur tersebut tidak terekspos publik.

Menurut Roberto Sitohang selaku kuasa hukum penyebar video syur Gisel dan Nobu menyebut, kalau keduanya memiliki video syur lain yang kini beredar (berdurasi 19 detik). Hal itu diketahuinya berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan kliennya.

Roberto Sitohang menambahkan, ada indikasi bahwa Gisel dan Michael memiliki lima video panas lain yang telah direkam sebelumnya. Hanya saja, yang tersebar ke hadapan publik hanya video yang berdurasi 19 detik itu.

“Kalau di fakta persidangan ada mungkin sekitar 5 kali, tapi video yang tersebar ya video yang 19 detik itu,” ucap Roberto Sitohang seperti yang dikutip dari Kapanlagi pada Rabu (15/7).

Menurut Roberto Sitohang, Gisel dan Nobu telah berhubungan intim sebanyak 5 kali. Namun, hanya beberapa saja yang mereka rekam.

“Nggak, nggak semuanya mereka rekam. Aduh berapa kali ya, mungkin tiga kali,” katanya singkat.

Baca Juga: 5 Karya Anak Bangsa yang Sempat Bikin Keder Orang Asing, Tapi Malah Dicuekin di Negeri Sendiri

Gisel dan Yukinobu

Gisel dan Nobu |

Namun, Roberto Sitohang sendiri membantah kalau ia mengekspos kemungkinan adanya video panas gisel lainnya karena kecewa karena kedua kliennya, yakni PP dan MN selaku penyebar video divonis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan hukuman kurungan 9 bulan penjara. Roberto berdalih bahwa ia hanya membeberkan fakta yang sebenarnya selaku kuasa hukum.

Artikel Lainnya

“Tapi begini saya mau luruskan juga, ada yang bilang saya membongkar karena klien saya dihukum, kesal dan saya bongkar. Tidak. Itu bukan dibongkar tapi memang faktanya, kalau dibongkar kan ada yang dirahasiakan kemudian saya blow up, kan nggak, faktanya mengatakan seperti itu,” pungkasnya

Hingga kini, kasus video syur Gisella Anastasia dan Michael Yukinobu masih terus bergulir. Setelah penyebar video syur divonis sembilan bulan penjara dan didenda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca Juga: Rekomendasi 20 Film Animasi Jepang Terbaik Sepanjang Masa, Ada yang Bikin Nangis!

Tag:


.

[ad_2]

Link Sumber Berita

Continue Reading

News

Tersinggung Ditolak Ajakan “Skidipapap”, Pria Gay Habisi Pasangannya yang Sedang Mengidap Covid-19!

Tersinggung Ditolak Ajakan “Skidipapap”, Pria Gay Habisi Pasangannya yang Sedang Mengidap Covid-19!

[ad_1]

16 Juli 2021 by Fachrizal Hutabarat

Pria Gay Habisi Pasangannya yang Sedang Mengidap Covid-19! |

Pria Gay Habisi Pasangannya yang Sedang Mengidap Covid-19!

Sadis! Seorang gay habisi teman zinahnya sendiri lantaran tersinggung karena menolak ajakan “begituan”. Belakangan, diketahui sang pasangan yang juga merupakan pria menolak diajak ‘tidur’ bareng’ lantaran sedang sakit mengidap virus corona. Biadab!

Peristiwa mengenaskan ini dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus. Ia mengatakan, pelaku teridentifikasi berinisial AS. Dia adalah seorang penerima tamu alias resepsionis di apartemen tersebut. Peristiwa ini terjadi di Apartemen Grand Dhika City Tower, Bekasi, Jawa Barat, 7 Juli 2021 lalu.

Yunus menambahkan bahwa pelaku pembunuhan telah berhasil diamankan di kantornya sendiri empat hari setelah dilakukan penyidikan.

“Pelaku berhasil ditangkap di kantornya sendiri empat hari setelah dilakukan penyidikan,” ujarnya di Markas Polda Metro Jaya, Selasa 13 Juli 2021.

Baca juga: Temukan Peti Kosong, Tim Pemakaman Covid di Klaten Salah Kubur Jenazah! Dimana Kotak Aslinya?

Pria Gay Habisi Pasangannya yang Sedang Mengidap Covid-19!

Pria Gay Habisi Pasangannya yang Sedang Mengidap Covid-19! |

Kejadian berawal ketika korban berkenalan dengan AS lewat aplikasi kencan sesama jenis. Lantas, keduanya sepakat bertemu dan berkencan dengan tarif Rp 300 ribu. Menurut keterangan Yunus, saat korban mengaku ke AS kalau dirinya adalah pengidap virus corona, AS pun diduga marah besar sehingga timbul perkelahian hebat diantara keduanya.

“Saat melakukan pekerjaannya ternyata pelaku mengetahui korban positif covid sehingga ada niatan untuk tidak melanjutkan pekerjaannya. Sampai akhirnya terjadi perkelahian dan pelaku mencekik korban sampai meninggal dunia,” katanya.

Setelah menghabisi nyawa korban, pelaku kabur sambil membawa kartu kredit korban. Dia memakai limit kartu kredit korban hingga habis guna membeli telepon genggam dan drone. AS sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Polisi juga masih mendalami apakah ada motif lain dibalik pembunuhan ini.

“Kalau dihitung sampai Rp30 juta yang terkuras dari kartu kredit korban,” jelas Yusri.

Baca juga: Belum Dapat Sertifikat Padahal Sudah di Vaksin? Kemenkes Berikan Solusinya

Artikel Lainnya

Tag:


.

[ad_2]

Link Sumber Berita

Continue Reading

News

Peti Jenazah Covid-19 Terlempar dari Ambulans di Gresik, Tak Ada yang Berani Mendekat!

Peti Jenazah Covid-19 Terlempar dari Ambulans di Gresik, Tak Ada yang Berani Mendekat!

[ad_1]

15 Juli 2021 by Fachrizal Hutabarat

Rumah Pemakaman Covid |

Peti Mati Covid-19 Dilempar dari Ambulans, Tidak Ada yang Berani Mendekati!

Sebuah peti jenazah berisi pasien Covid-19 terlempar dari ambulans dan tergeletak di tengah jalan. Peristiwa itu terjadi saat peti jenazah hendak diantar ke pemakaman. Di tengah jalan, pintu ambulans milik RS PKU Sekapuk, Gresik, Jawa Timur itu mengalami kerusakan. Peti itu pun akhirnya tergeletak di tengah jalan tanpa ada yang berani mengangkutnya kembali ke ambulans.

Peristiwa ini pun sempat menjadi perhatian warga Desa Sekapuk, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, lantaran peti tersebut mengandung jenazah penderita Covid yang sangat menular. Menurut sopir ambulans tersebut engsel pintu ambulans itu patah karena sudah berkarat.

“Engsel letter u pintu itu patah, kena karat,” kata supir ambulans Rizki Ardi Amrulloh, seperti dikutip dari CNN Indonesia TV, Kamis (8/7).

Tak ada satupun orang yang berani mendekati peti jenazah tersebut lantaran tidak memiliki alat pelindung diri dan protokol kesehatan (APD) lain secara lengkap. Warga hanya melihat peti tersebut dari kejauhan. Sang sopir akhirnya meminta bantuan kepada tim medis di lokasi terdekat. Sejumlah petugas yang memakai APD mengangkat peti itu ke dalam ambulans.

Meski terlempar ke jalanan, kondisi peti masih dalam keadaan baik. Proses pemakaman pun dilanjutkan saat peti sampai di tempat pemakaman pada akhirnya.

Artikel Lainnya

Tag:


.

[ad_2]

Link Sumber Berita

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

close