Connect with us

SPORT

BWF Akan Adakan Voting Untuk Putuskan Sistem Pengaturan Skor

Avatar

Published

on

BWF Akan Adakan Voting Untuk Putuskan Sistem Pengaturan Skor

[ad_1]

Berita Badminton : Federasi Badminton Dunia (BWF) mengakui bahwa mereka belum berkonsultasi dengan pemain secara menyeluruh tentang proposal penilaian 11 poin terbaik dari lima game (11×5) yang akan diajukan untuk pemungutan suara selama Rapat Umum Tahunan (RUPS) virtual pada hari Sabtu (22/5).Dalam forum tanya jawab mendalam yang tersedia untuk Asosiasi Anggota di situs resmi, badan dunia tersebut mengungkapkan bahwa mereka sebelumnya telah mengumpulkan masukan tentang format penilaian baru dari para pemain pada tahun 2018 tetapi tidak akan melakukan hal yang sama kali ini.BWF mengatakan bahwa mereka kebanyakan mendapat tanggapan negatif dari para pemain yang menyuarakan skeptisisme mereka terhadap perubahan tersebut.“Sebelum pengajuan 2018, para pemain dikonsultasikan melalui berbagai kuesioner dan masukan yang diterima melalui Komisi Atlet BWF,” tulis BWF.“BWF juga memperhatikan tanggapan dan komentar dari para pemain di media. Dapat dikatakan bahwa mayoritas pemain skeptis tentang perubahan tersebut dan ragu apakah perubahan itu tepat untuk bulu tangkis,” ungkapnya.“Kami percaya bahwa pendapat dari para pemain cenderung serupa tetapi karena proposal telah ditempatkan dalam agenda RUPS oleh dua Asosiasi Anggota (dan bukan Dewan), belum ada konsultasi yang lebih luas oleh Dewan sebelum proposal diajukan dan diserahkan.”“Namun, kami telah berbagi informasi tentang proposal dengan grup pemain top kami dan mendorong Asosiasi Anggota dan pemain untuk berdialog seputar usulan perubahan pada sistem penilaian,” tambah pernyataan itu.Proposal untuk mengubah sistem penilaian telah dipilih pada RUPST di Bangkok pada tahun 2018, tetapi tidak mendapatkan dukungan mayoritas dua pertiga yang dibutuhkan.Sebanyak 129 suara untuk perubahan sementara 123, sebagian besar negara Asia, menginginkan format 21-poin, terbaik-dari-tiga (21×3) saat ini, yang berlaku sejak 2006, untuk tetap ada.Akan menarik untuk melihat bagaimana semuanya berjalan dengan baik pada hari Sabtu ini karena Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan Persatuan Bulu Tangkis Maladewa yang telah mengusulkan untuk perubahan tersebut.Itu mendapat dukungan dari dua kekuatan besar lagi yakni Taiwan dan Korea Selatan yang juga mendukung proposal tersebut.BWF bersikukuh bahwa sistem penilaian 11×5 dapat membantu membawa olahraga ke tingkat yang lebih tinggi meskipun beberapa pemain top telah menyuarakan penentangan mereka terhadap perubahan tersebut. Pemain peringkat 2 dunia, Victor Axelsen adalah salah satunya.Bulan lalu, pemain Denmark itu turun ke media sosial untuk mengecam Federasi, dengan mengatakan: “Kami terlalu lemah sebagai pemain dalam olahraga ini. Asosiasi Pemain kami harus lebih kuat dan kami harus berdiri bersama dan menuntut kami memiliki suara dalam hal keputusan seperti ini … dan banyak lainnya.”“Saat ini semuanya harus melalui asosiasi. Keputusan besar tentang sistem penilaian ini … juga tidak mungkin bagi kami, sebagai pemain untuk memilih,” ungkapnya.Badan dunia dengan cepat memastikan bahwa sistem penilaian baru tidak mungkin membawa dampak besar untuk mengubah status quo yang dinikmati oleh kelompok pemain top saat ini.“BWF mengakui pendapat skeptis dari para pemain dan menghargai bahwa mereka yang berada di puncak karir mereka, yang secara langsung terpengaruh oleh perubahan, akan memiliki keberatan seperti itu,” katanya.“Adalah wajar untuk menolak perubahan ketika Anda adalah pemain terbaik di bawah sistem saat ini. Kami yakin, bagaimanapun, bahwa juara hari ini juga akan menjadi juara di bawah sistem yang baru diusulkan.”“Perubahan ini sangat tidak mungkin mengubah siapa yang menang atau kalah. Namun, sistem penilaian baru akan mengharuskan pemain untuk lebih fokus sejak awal pertandingan. Hal itu secara positif akan mempengaruhi kegembiraan dalam olahraga kami dan, dalam jangka panjang, menjaga relevansi bulu tangkis di antara semua kelompok sasaran, terutama generasi muda yang minatnya ingin kami amankan,” badan dunia menyimpulkan. Artikel Tag: BWF, Sistem penilaian



[ad_2]

Source link

Advertisement
Click to comment

SPORT

Shin Tae-yong Kesal Pemain Timnas Dikasih Makan Nasi Kotak

Kyandra

Published

on

By

Shin Tae-yong Kesal Pemain Timnas Dikasih Makan Nasi Kotak

BuzzFeed – Meskipun telah lolos ke final, Shin Tae Yong masih kesal soal Timnas Indonesia yang hanya makan nasi kotak selama Piala AFF 2020. Hal itu disampaikan Shin Tae Yong dalam wawancara dengan media Korea Selatan, The JongAng, Senin (27/12/2021).

“Saya mencoba menanamkan gaya bertarung pada sepak bola Indonesia. Sayangnya, di turnamen ini kami hanya makan nasi kotak,” kata Shin Tae Yong dikutip dari The JongAng.

Sejak tiba di hari pertama di Singapura, Timnas Indonesia sudah dibuat geram oleh panitia Piala AFF 2020 karena menyediakan konsumsi makanan yang kurang mencukupi kebutuhan gizi pemain.

Selevel timnas para pemain yang mengikuti Piala AFF hanya diberi akomodasi nasi kotak, bukan makan seperti biasanya dengan sistem prasmanan.

Tim pelatih timnas Indonesia pun protes dan mengkritik kebijakan panitia Piala AFF 2020 di Singapura.

Kritik soal makanan yang diberikan panitia Piala AFF 2020 di Singapura ini sebelumnya dilontarkan asisten pelatih Timnas Indonesia, Dzenan Radoncic.

Radoncic menyebut pelayanan makanan dari panitia Piala AFF 2020 tersebut tidak manusiawi.

Penyediaan makanan dari panitia dianggap terlalu sedikit untuk para pemain yang membutuhkan makan dengan kuantitas yang banyak dan protein yang cukup. Hal ini terkait pemain membutuhkan tenaga untuk latihan dan bertanding.

Soal keluhan makan nasi kotak bukan hanya dilontarkan oleh Timnas Indonesia, melainkan juga beberapa negara peserta Piala AFF lainnya salah satunya Vietnam.

Pelatih Vietnam Park Hang Seo sebelumnya protes timnya hanya makan nasi kotak dan tidak ada menu daging babi di Piala AFF.

Timnas Indonesia berhasil lolos ke final Piala AFF 2020. Di laga final, Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand dalam pertandingan dua leg yang akan digelar di Stadion Nasional, Singapura, pada Rabu (29/12/2021) dan Sabtu, 1 Januari 2022.

Continue Reading

SPORT

Timnas Unggul 4-2 Atas Singapura

Najmi Laila

Published

on

Timnas Unggul 4-2 Atas Singapura

BuzzFeed – Timnas Unggul 4-2 Atas Singapura. Di menit 12 Ezra Walian mengawali gol pembuka pertama Indonesia. Sedangkan Singapura berhasil mencetak gol oleh Song Ui-young di masa injury time, Sabtu (25/12/21).

Dok. suara.com

Kemudian, Singapura unggul 2-1 lewat sepakan bebas Shahdan Sulaiman pada menit 75. Permainan terasa sangat menegangkan dimana Timnas belum bisa menyamakan kedudukan sampai akhirnya di menit 86, Timnas Indonesia menyamakan kedudukan lewat sepakan kaki kiri Pratama Arhan. Skor bertahan 2-2 hingga waktu 90 menit usai dan laga pun berlanjut ke babak tambahan 2×15 menit.

Di menit pertama babak perpanjangan waktu, Timnas Indonesia mencetak gol ketiga via Irfan Jaya. Sepakan kaki kanan Egy Maulana Vikri dapat ditahan kiper Singapura, Hassan Sunny. Namun, bola muntah mengenai kaki salah satu pemain Singapura

Dok. timnas.skor.id

Di samping itu, Egy Maulana Vikri berhasil mencetak gol keempat dan menjadikan Timnas unggul 4-2 atas Singapura.

Dok.sport.id

Strategi Shin Tae-young banyak di puji masyarakat Indonesia, pasalnya Shin Tae-young dirasa sangat bisa memperkuat kesebelasan tim. Rotasi adalah Kunci.

Dok. inews.id

Tak lupa juga, Asnawi sebagai kapten kesebelasan yang sangat berkontribusi.

“Jadi kapten tentu membuat saya sangat senang karena bisa pimpin teman-teman di lapangan,” kata Asnawi dalam keterangan PSSI.

“Tapi yang terpenting menurut saya harus bisa beri dampak yang lebih kepada permainan di setiap pertandingan,” tambahnya.

Meskipun pertandingan kali ini, terasa dramatis namun tetap saja, harapan baik seluruh masyarakat Indonesia selalu menyertai mereka

Continue Reading

SPORT

Persib Targetkan Menang di Liga 1 2021

Kyandra

Published

on

By

Persib Targetkan Menang di Liga 1 2021

BuzzFeed – Persib hanya menyisakan satu pertandingan di seri kedua Liga 1 2021/2022. Persela Lamongan menjadi lawan yang akan dihadapi skuad Maung Bandung.

Laga pekan ke-11 itu bakal berlangsung di Stadion Maguwoharjo Sleman, Kamis 4 November 2021 mendatang.

Menatap pertandingan tersebut, pelatih Robert Alberts optimistis timnya dapat kembali meraih hasil maksimal. Persib berharap bisa melakukan aksi sapu bersih kemenangan di seri kedua.

“Kami selau optimistis. Tapi di sepakbola Anda bisa menang, imbang atau kalah. Tapi sejauh ini kami sudah bekerja dengan baik di 10 pertandingan. Kami nantikan laga lawan Persela,” kata pelatih asal Belanda tersebut.

Saat ini, tim pelatih terus berupaya menjaga mentalitas pemainnya. Robert menjelaskan, bukan hal mudah bagi pemain menjalani kompetisi musim ini. Apalagi mereka harus jauh dengan keluarga hampir satu bulan.

“Bukan hal yang mudah untuk pemain selalu berada di hotel dan jauh dari keluarganya. Satu hal yang perlu ditekankan adalah mentalitas akan selalu jadi bagian di dalam pertandingan,” jelasnya.

Ia mencontohkan, saat pertandingan lawan Persipura Jayapura, anak asuhnya terlihat mengalami kelelahan. Namun, Robert pastikan Persib harus bisa mengatasai hal tersebut.

“Jadi ada sejumlah faktor tak terlihat yang sangat sulit dialami oleh pemain untuk bisa menjaga performanya selalu baik di setiap waktu. Kami semua tahu harus bisa mengatasi hal ini karena liga harus bisa dimainkan dalam situasi seperti ini,” ucapnya.

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

Part of Telegraf. Copyright © 2022 BuzzFeed. KBI Media Holding. All Rights Reserved.

close