Connect with us

FEED

BPPTKG Perbaharui Potensi Bahaya Gunung Merapi usai Kubah Lava Meninggi

BPPTKG Perbaharui Potensi Bahaya Gunung Merapi usai Kubah Lava Meninggi




Seorang warga menghangatkan badan di depan api unggun saat meronda di Turi, Sleman, DI Yogyakarta. Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO


© Disediakan oleh Kumparan
Seorang warga menghangatkan badan di depan api unggun saat meronda di Turi, Sleman, DI Yogyakarta. Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut dua kubah lava yang ada di Gunung Merapi yaitu barat daya dan di tengah kawah meninggi. Saat ini, kubah lava yang berada di tengah kawah teramati naik 5 meter.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjelaskan kubah lava pada bagian tengah kawah memang mengalami peninggian 5 meter. Sehingga saat ini tingginya mencapai 45 meter.

“Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 5 Maret terhadap tanggal 1 Maret 2021 menunjukkan adanya perubahan ketinggian kubah. Ketinggian kubah di tengah kawah terukur sebesar 45 meter,” jelas Hanik dalam siaran informasi Aktivitas Merapi secara daring, Jumat (5/3).





© Disediakan oleh Kumparan


Meski begitu, volume kubah lava yang berada di tengah kawah masih belum bisa dipastikan. Sebab, BPPTKG belum bisa menerbangkan drone karena kecepatan angin yang masih tinggi.

“Untuk volumenya ini hanya perkiraan saja, kalau 5 meter (tambah tingginya kubah lava) ya bertambahnya (volume) sekitar 200-an ribu (meter kubik),” katanya.



Guguran material vulkanik Gunung Merapi terlihat dari Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (24/2/2021). Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah


© Disediakan oleh Kumparan
Guguran material vulkanik Gunung Merapi terlihat dari Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (24/2/2021). Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Sementara, untuk kubah lava di sisi barat daya, Hanik menjelaskan saat ini volumenya mencapai 711 ribu meter kubik. Sejak 4 Januari hingga 5 Maret, laju pertumbuhan kubah lava di sisi ini sebesar 13.900 meter kubik.

Dengan pertumbuhan kubah lava yang berada di tengah kawah ini, BPPTKG memperbarui potensi bahaya erupsi Merapi.

Jika sebelumnya, sektor bahaya ke selatan-barat daya dengan jarak 5 kilometer dari puncak meliputi Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sekarang potensi bahaya awan panas dan guguran lava juga mengarah sisi tenggara.

“Potensi bahaya saat ini di sektor selatan-barat daya yaitu Sungai Kuning, Boyong, Krasak, Bedog, Bebeng dan Putih sejauh 5 kilometer. Kemudian ditambah untuk sektor tenggara yang masuk ke alur Sungai Gendol dengan jarak 3 kilometer dari puncak,” katanya

Meski potensi bahaya telah diperbarui, BPPTKG masih menetapkan status Merapi pada tingkat Siaga (Level III).



Source link

Advertisement
Click to comment

FEED

Dul Jaelani Akui Senang Ada di Podcast Ketimbang Acara TV, Ini Alasannya

Dul Jaelani Akui Senang Ada di Podcast Ketimbang Acara TV, Ini Alasannya


AKURAT.CO, Penyanyi Dul Jaelani mengaku lebih senang bekerja di ruang podcast ketimbang mengisi acara di stasiun televisi. Menurutnya, podcast jauh lebih baik karena membahas soal karya, daripada acara di televisi kebanyakan mengulik masalah oranglain. 

“Seru ya (kalau di podcast), kita kan kalau misalkan diundang di tv bahasnya gosip mulu, ini kan kalau kita podcast bahas musik, bahas filosofi kehidupan, bahas sejarah-sejarah hewan, bahas cinta dan segala macam,” ujar Dul Jaelani di Kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (10/4).

“Pembahasan di podcast ya yang enggak dibahas kalau kita diundang di TV,” lanjut Dul.

baca juga:

Namun Dul tetap menyadari bahwa pendapatan menjadi bintang tamu di acara televisi cenderung cukup besar daripada di YouTube.

Namun kalau dihitung dari banyaknya pendapatan, bekerja di televisi jauh lebih besar ketimbang podcast.

“Kalau pembahasannya sih lebih enak di YouTube cuma uangnya di tv, itu gimana tuh,” tambah Dul.

“Ya semuanya sih oke (kalau tidak membahas soal pribadi),” timpal Dul Jaelani.[]

Editor: Riandar Fata Hudaya





Source link

Continue Reading

FEED

Gempa Malang, Satu Warga Tewas dan Sejumlah Orang Terluka : Okezone Nasional

Gempa Malang, Satu Warga Tewas dan Sejumlah Orang Terluka : Okezone Nasional



LUMAJANG Gempa Malang berkekuatan magnitudo 6,1 mengakibatkan satu warga meninggal dunia akibat tertimpa batu besar. Kejadian itu terjadi di piket nol Jalan Raya Malang-Lumajang.

(Baca juga: Gempa M6,7 Guncang Malang, Pemotor Dikabarkan Tertimpa Batu Besar)

Sementara itu, sejumlah warga di beberapa daerah juga terluka akibat dampak gempa dahsyat tersebut. Namun, belum diketahui berapa jumlah pastinya. TRC BPBD Kabupaten Lumajang menuju lokasi kejadian untuk evakuasi korban tertimpa bongkahan batu. Hal itu diungkapkan Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur.

(Baca juga: Foto-Foto Dahsyatnya Gempa Malang, Sejumlah Bangunan Hancur Rata dengan Tanah)

Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Lumajang Wawan Hadi membenarkan informasi adanya warga yang tertimpa batu imbas gempa yang mengguncang Lumajang, yang berpusat di Kabupaten Malang.

“Iya benar informasinya sudah kami terima. Teman-teman masih cek ke lapangan,” kata Wawan saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Sabtu sore (10/4/2021).

Sementara itu, BPBD Provinsi Jatim juga telah berkoordinasi dengan BMKG terkait potensi tsunami maupun adanya gempa susulan.

Saat ini, Agen Bencana dan TRC menyisir wilayah Kabupaten dab Kota untuk menggali dampak yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

(fmi)



Source link

Continue Reading

FEED

BMKG Imbau Warga Waspadai Berita Hoaks Terkait Gempa Malang

BMKG Imbau Warga Waspadai Berita Hoaks Terkait Gempa Malang



loading…

JAKARTA – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) , Dwikorita mengimbau warga untuk mewaspadai berita bohong seputar gempa di Malang, Jawa Timur. Sebab, pascabencana biasanya muncul berita yang mencemaskan.

“Apabila ada berita yang meragukan segera buka applikasi info BMKG atau kontak di 119,” kata Dwikorita dalam jumpa pers virtual kepada wartawan, Sabtu (10/4/2021). Baca juga: BMKG Imbau Warga Hindari Bangunan Retak Akibat Gempa Malang

Dwikorita menambahkan warga dapat bertanya melalaui media sosial BMKG. Seperti Twitter dan Instagram @infobmkg. “Warga diimbau agar tetap tenang dan tidak panik,” tuturnya. Baca juga: BMKG Pastikan Gempa Bumi di Malang Tak Berpotensi Tsunami

Sebelumnya diberitakan telah terjadi gempa dengan Magnitudo 6,1 SR di Malang, Jawa Timur, pada pukul 14.00 WIB. Gempa turut dirasakan hingga Bali dan Yogyakarta. Diketahui gempa berlokasi di 8.95 LS, 112.5 BT atau 90 km barat daya Kabupaten Malang. Adapun kedalaman gempa 25 Km dan tidak berpotensi tsunami.

(cip)



Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

INFO LOKER

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close