Info

BIS Peringatkan Kenaikan Utang Pemerintah Jelang Pemilu Sejumlah Negara

Bank for International Settlements (BIS) pada hari Minggu (30/6) memperingatkan kenaikan utang pemerintah di tengah-tengah pemilihan umum berbagai negara tahun ini dapat mengguncang pasar keuangan global.

Dijuluki sebagai bank sentralnya para bankir, BIS mengatakan bahwa ekonomi dunia akan mengalami “smooth landing” (“pendaratan lunak”), sesuatu yang diragukan oleh banyak ekonom karena melonjaknya suku bunga. Namun, BIS juga menyampaikan bahwa para pembuat kebijakan, terutama para politisi, perlu berhati-hati.

Utang berbagai pemerintah di dunia, alias utang publik, sudah berada pada rekor tertinggi. Selain itu, berbagai pemilihan mulai dari pemilu di AS, juga pemilu di Meksiko dan Afrika Selatan, sampai ke pemilu di di Prancis dan Inggris minggu ini, menimbulkan risiko.

Manajer Umum BIS Agustin Carstens menilai faktor-faktor seperti suku bunga yang tidak akan kembali ke level yang sangat rendah, tekanan biaya akibat populasi yang menua, perubahan iklim dan pemulihan kemampuan pertahanan, rencana stimulus ekonomi dan peningkatan proteksionisme secara umum dapat menggoyahkan pasar yang sensitif.

“Mereka tahu-tahu bisa membuat Anda terkejut,” kata Carstens kepada para wartawan saat BIS menerbitkan laporan tahunannya. Ia mengacu pada gejolak di pasar Inggris terkait rencana anggaran Perdana Menteri Liz Truss, yang membuat sejumlah dana pensiun berisiko kolaps. “Anda tentunya tidak menginginkan itu terjadi.”

Selain kekhawatiran atas utang AS yang terus berlanjut, premi risiko utang Prancis telah melonjak bulan ini ke level tertinggi sejak krisis di zona euro pada tahun 2022, setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan penyelenggaraan pemilihan parlemen dini yang digelar pada hari Minggu (30/6) yang dapat berakhir dengan terciptanya pemerintah Prancis yang berhaluan kanan ekstrem.

Carstens menyatakan bahwa BIS tidak menuduh pada “satu atau dua” pemerintah tertentu, tetapi pesannya jelas.

“Mereka (berbagai pemerintah) harus menghentikan kenaikan utang publik dan menerima bahwa suku bunga mungkin tidak akan kembali ke tingkat yang sangat rendah seperti sebelum pandemi,” ujarnya.

Namun, sisi positifnya adalah, bank-bank sentral berhasil mengendalikan inflasi yang sempat mencapai level tertinggi selama beberapa dekade, setelah pandemi COVID-19 berlalu dan invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, yang mengguncang pasar komoditas.

“Dibandingkan tahun lalu, saya bisa katakan bahwa kita berada di situasi yang jauh lebih baik,” ujar mantan gubernur bank sentral Meksiko itu. [br/jm]

Sumber Berita

Apa Reaksimu?

Lainnya Dari BuzzFeed