Connect with us

OTOMOTIF

Bikin Bingung, Apa Beda PPF dengan Coating – Berita Otomotif

Bikin Bingung, Apa Beda PPF dengan Coating – Berita Otomotif


JAKARTA – Paint Protection Film (PPF) kerap disamakan dengan coating ternyata keduanya memiliki perbedaan.

Memiliki mobil dengan kondisi bodi yang selalu mengkilap dan indah, siapa pun pasti suka. Banyak cara untuk melakukannya. Beberapa melakukan coating di bodi mobil dan lainnya ada yang memilih PPF.

“Banyak yang menggangap coating dan PPF itu hal yang sama, padahal jelas berbeda. Coating itu menggunakan bahan kimia pada bodi, contoh seperti waxing atau nano ceramic. Sementara kalau PPF itu kita benar-benar melapisi bodi dengan plastik yang tebal dan bening, makanya dikenal juga dengan istilah laminating,” ucap Lianto Winata, Chief Operating Officer PT V-KOOL Indo Lestari.

Paint Protection Film (PPF) kini merupakan tren baru yang digemari banyak kalangan di dunia otomotif untuk kategori perlindungan pada cat mobil. Hal itu karena PPF lebih mampu melindungi mobil dari goresan benda tajam seperti kerikil dan benturan.

Selain itu, PPF juga bisa mempertahankan warna mobil tetap indah dan membuat mobil terlihat kilap wet-look untuk waktu yang lama. Lantas apa sesungguhnya yang membedakan coating dan PPF?

Paint Protection Film

PPF berfungsi untuk melindungi cat dari kerusakan fisik dengan lapisan film yang tebal dan transparan. Fungsi lain adalah merawat warna mobil secara permanen. Sementara itu, coating hanyalah untuk perawatan warna sementara saja.

Lianto mengatakan dengan penggunaan zat kimia yang dioleskan ke bodi pada proses coating dan poles memungkinkan lapisan cat orisinal bisa terkikis, kemungkinan permukaan cat untuk baret dan rusak masih akan tetap terjadi. Karena coating yang sangat tipis dan dalam bentuk cairan tidak bisa melindungi kendaraan terhadap kerusakan fisik.

Sedangkan untuk laminating PPF sendiri, sifatnya benar-benar membungkus seluruh bagian bodi mobil dengan lapisan film. Dengan demikian, proses PPF memiliki daya tahan yang lebih lama karena bentuknya fisik berupa lapisan film yang tebal. Beda dengan waxing atau coating yang menggunakan bahan kimia sehingga mobil dalam jangka waktu tertentu wajib terus mendapat perawatan agar tampilan tetap kinclong.
Paint Protection Film

“Jadi saat tersengol benda atau ketika mencuci mobil kemungkinan bodi mengalami baret tetap ada, sedangkan laminating PPF ini karena dibungkus dengan film, maka bodi terlindungi dari baret halus dan warna mobil juga tetap cerah, makanya PPF itu fungisnya melindungi dan menjaga keorisinilan warna mobil,” papar Lianto.

Produk ini memiliki ketebalan 8 mil (0.2032 mm) dan dirancang untuk melindungi cat kendaraan dari kerusakan karena zat korosif. Selain itu, perlindungan sempurna terhadap sinar ultraviolet, panas matahari, dan air membuat warna tidak cepat pudar.

Kejernihan PPF juga mampu semakin memperkuat warna asli kendaraan dan membuatnya berkilau, bahkan kendaraan akan terlihat alami seakan-akan tidak dipasang apa-apa, namun wet-look seperti sesudah baru di coating setiap harinya. Selain itu, daya tahan V-KOOL PPF pun lebih lama dibandingkan dengan coating kimia dengan garansi selama 10 tahun. [Dew/Had]

Advertisement
Click to comment

OTOMOTIF

Harga Bensin Shell Saingan Pertamax Turbo – Berita Otomotif

Harga Bensin Shell Saingan Pertamax Turbo – Berita Otomotif


Harga Bensin Shell Saingan Pertamax Turbo – Shell Indonesia secara resmi menghadirkan produk bahan bakar terbaru yang memiliki nilai oktan 98. Angka tersebut mirip dengan milik Pertamina yakni Pertamax Turbo.

Shell C-Power Nitro+ menjadi salah satu unggulan karena telah menggunakan teknologi Dynaflex. Selain itu, produk baru mereka dikatakan telah menyandang spesifikasi standar Euro4, sehingga memberikan dampak positif bagi lingkungan.

“Shell secara global telah menetapkan strategi untuk mempercepat transformasinya, menjadi penyedia produk dan layanan energi yang lebih bersih. Komitmen kami sejalan dengan strategi pemerintah Indonesia untuk transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ucap Waqar Siddiqui, Managing Director Shell Mobility Indonesia.

Persaingan Shell dan Pertamina

Shell V-Power Nitro+ sudah mulai tersedia di Maret 2021. Bahan bakar kendaraan ini menjadi pesaing Pertamina yang telah lebih dahulu memasarkan Pertamax Turbo. Keduanya sama-sama menawarkan bahan bakar dengan nilai RON 98.

Bahan bakar beroktan tinggi ini diklaim lebih baik untuk menjaga mesin-mesin Sports Car hingga Supercar. Selain itu, motor-motor jenis Superbike juga diklaim memiliki performa lebih baik dengan bahan bakar jenis ini.

Pertamax Turbo pertama kalinya diluncurkan pada 2016 dan dipasarkan dengan harga sama dengan Pertamax Plus. Pertamax Plus sendiri digantikan Turbo di beberapa kota besar dan perlahan-lahan Turbo akan menjadi pilihan teratas dari Pertamina, kecuali di beberapa daerah.

Karena peruntukkannya mesin-mesin berperforma, maka bahan bakar jenis ini tidak disediakan di pom bensin daerah terpencil. Langkah yang kurang lebih sama diterapkan oleh Shell Indonesia dengan memasarkan V-Power Nitro+ sementara di DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Bandung.

Harga Bensin Shell

“Kehadiran produk baru ini melengkapi portofolio Shell di berbagai segmen bahan bakar. Kami juga melakukan berbagai promosi menarik bagi konsumen Shell V-Power Nitro+ yang memiliki Shell ClubSmart dengan memberikan keuntungan lebih, seperti reward sebesar 3 poin untuk setiap liter pembelian Shell V-Power Nitro+,” ucap Vanda Laura, VP Marketing Shell Mobility Indonesia.

Sebelumnya nilai oktan BBM tertinggi di Indonesia mencapai RON 96. Namun dikatakan para pemilik supercar dan superbike di Tanah Air mengeluhkan, kendaraannya tidak bisa mengeluarkan performa maksimal.

Lebih jauh dikatakan bahwa bahan bakar beroktan 98 mampu melindungi ruang bakar dari terjadinya endapan. Selain seperti dikatakan di atas mampu membuat mesin berperforma mampu mengeluarkan daya maksimalnya.

Shell V-Power Nitro+ disebut-sebut cocok untuk mobil berperforma tinggi dengan rasio kompresi 1:12, sepeda motor berkompresi 1:11, serta kendaraan dengan aktivitas yang memerlukan tenaga dan akselerasi lebih, untuk merasakan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan.

Dalam melakukan inovasi, Shell telah bekerjasama selama lebih dari 70 tahun dengan Ferrari F1 untuk menciptakan bahan bakar terbaik dan berperforma tinggi. Tim Scuderia Ferrari telah menggunakan bahan bakar Shell pada ajang balapan Formula 1. Pada perkembangannya, Shell kemudian menciptakan bahan bakar yang bisa digunakan pada jalan raya yaitu Shell V-Power Nitro+.

Shell di Indonesia

Shell saat ini memiliki kehadiran bisnis hilir yang terintegrasi kuat di Indonesia. Shell merupakan perusahaan migas internasional pertama di Indonesia yang masuk ke bisnis retail bahan bakar minyak.

Saat ini Shell memiliki lebih dari 140 SPBU di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Utara. Pada tahun 2006, Shell memulai bisnis Commercial Fuels (bahan bakar komersial), Marine (perkapalan) dan Bitumen (aspal) di Indonesia.

Selain itu Shell menyediakan produk pelumas dan dukungan teknis kepada para pelanggan di sektor industri, transportasi dan pertambangan. Shell juga diakui sebagai perusahaan internasional terkemuka dengan pangsa pasar pelumas terbesar di Indonesia, melayani pengendara motor dan pelanggan industri.

Komitmen Shell untuk berinvestasi di Indonesia dan mendukung perkembangan industri manufaktur di negara ini diwujudkan dengan dibangunnya pabrik pelumas Shell di Marunda, Bekasi dengan kapasitas produksi 136 juta liter (120 ribu ton) pelumas setiap tahunnya.

Rangkaian produk Shell V-Power terbaru lainnya yang akan hadir dalam waktu dekat adalah bahan bakar berkualitas khusus untuk mesin diesel, yakni Shell V-Power Diesel. Produk ini memiliki kandungan sulfur ultra rendah 10ppm sesuai standar Euro5.

Shell Listrik

Tidak hanya menyajikan bahan bakar minyak, perusahaan asal Belanda ini mulai meramaikan perkembangan elektrifikasi di Tanah Air. Pada SPBU Shell Pluit Selatan 1 (Jakarta Utara), mereka juga menyediakan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) pertamanya.

Meskipun masih dalam tahap pengujian, langkah ini cukup adaptif karena pesaingnya yakni Pertamina juga telah melakukan hal yang sama (menghadirkan SPLU).

Pelayanan Shell Recharge pada SPBU Shell Pluit Selatan 1 ini dilakukan dengan menggunakan pasokan listrik dari PT PLN (Persero). Kehadiran Shell EV Recharge ini dikatakan merupakan bukti komitmen kuat, dalam hal selalu mendukung agenda Pemerintah dalam penyediaan energi yang lebih bersih.

Shell Recharge menawarkan pengisian daya 50kW, dengan rata-rata proses pengisian daya dari 0-80% hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Dengan ini maka pelanggan tidak perlu menunggu terlalu lama untuk melakukan pengisian daya.

Harga bensin Shell di Indonesia

Dikutip dari laman resmi Shell Indonesia, harga bensin Shell Reguler (RON 90) mengalami kenaikan sebesar Rp 1.020 menjadi Rp 10.520. Sementara Shell Super (RON 92) naik dengan jumlah yang sama menjadi Rp. 10.580.

Shell V-Power mengalami kenaikan harga menjadi Rp 11.050 perliter. Lalu Shell Diesel menjadi 10.590. Lalu produk terbarunya yakni Shell V-Power Nitro+ dibanderol RP 11.280 perliternya. Produk terbaru Shell Indonesia ini tidak mengalami kenaikan.

Lokasi

Shell Super

Shell V-Power

Shell Diesel

Shell Regular

Shell Diesel Extra

Shell Vpower Nitro+

JAKARTA

IDR 10,580

IDR 11,050

IDR 10,590

IDR 10,520

N/A

IDR 11,280

BANTEN

IDR 10,580

IDR 11,050

IDR 10,590

IDR 10,520

N/A

IDR 11,280

JAWA BARAT

IDR 10,580

IDR 11,050

IDR 10,590

IDR 10,520

N/A

IDR 11,280

JAWA TIMUR

IDR 10,580

IDR 11,050

N/A

N/A

N/A

N/A

SUMATERA UTARA

IDR 10,810

N/A

N/A

N/A

IDR 10,520

N/A

Harga bensin Shell di Indonesia tersebut merupakan harga yang baru ditetapkan pada 1 April 2021. Sekadar mengingatkan bahwa banderol ini merupakan hasil kenaikan Rp 1.000 dari sebelumnya.

Berbeda dengan Pertamina yang hingga saat ini masih menawarkan bahan bakar dengan harga lebih murah. Hal ini dikarenakan kenaikan yang dilakukan Pertamina terhadap produk-produknya hanya sebesar Rp 200 saja.

Nilai Oktan/RON sesuai untuk mesin mobil apa

Diketahui bahwa semakin rendah nilai oktan, maka semakin lambat prosesnya untuk terbakar di ruang mesin. Sebaliknya, semakin tinggi nilai oktan maka titik bakar lebih tinggi sehingga untuk mesin dengan kompresi besar, akan semakin bagus pembakarannya. Namun nilai oktan yang tinggi dikatakan lebih sulit akan terjadinya penguapan.

Nilai Oktan / RON – Rasio Kompresi Mesin Ideal Penggunaan

  • RON 88 – 7-9 : 1
  • RON 90 – 9-10 : 1
  • RON 92 – 10-11 : 1
  • RON 95 – 11-11.5 : 1
  • RON 98 – 11.5 – 12 : 1

[Dew/Had]

Continue Reading

OTOMOTIF

Rekomendasi Mobil Bekas Murah Buat Mahasiswa, Mulai Rp60 Jutaan! – Mobil Bekas

Rekomendasi Mobil Bekas Murah Buat Mahasiswa, Mulai Rp60 Jutaan! – Mobil Bekas


Mobil bekas murah yang cocok bagi para mahasiswa bisa terdiri dari berbagai macam jenis maupun segmen. Tapi, ada model – model rekomendasi Mobil123.com yang mungkin sangat cocok bagi mereka.

Kebutuhan mobil para mahasiswa tentu saja berbeda dengan profil konsumen lain seperti pekerja atau pun orang yang sudah berkeluarga. Karena itu, preferensi mereka bisa berbeda daripada yang lainnya.

Berikut ini Mobil123.com rekomendasikan mobil bekas yang cocok bagi kalangan mahasiswa. Ada empat aspek yang melatarbelakangi pilihan redaksi yaitu desain stylish, dimensi yang kompak, fitur mencukupi, plus harga terjangkau.

Pada artikel kali ini, pilihan difokuskan pada mobil – mobil bekas berjenis city car. Ada yang harganya dimulai dari Rp60 jutaan saja.

  1. Honda Brio Bekas (Mulai Rp80 Jutaan)

Honda, di Indonesia, terkenal dengan garis desain sporty pada semua model mereka. Honda Brio, dengan bodinya yang kompak, pun menjadi rekomendasi pertama mengenai mobil bekas yang cocok bagi mahasiswa.

Brio generasi pertama hadir di Indonesia pada 2012 dengan mesin bensin 1.3-liter. Setahun kemudian, varian diperluas dengan munculnya mesin bensin 1.2-liter.

Selain transmisi manual lima percepatan, ada pula otomatis lima percepatan.

Sejak 2013, ada pula varian Brio Satya yang masuk ke segmen low cost green car (LCGC) berinsentif pajak. Adapun mesinnya ialah bensin 1.2-liter.

Honda Brio Bekas

Pada 2016, muncul versi facelift. Opsi varian dirombak.

Varian RS mulai hadir. Lampu depan sudah LED dan ada Day-time Running Light.

Mesin disamaratakan yaitu 1.2-liter saja untuk semuanya. Ubahan lain adalah transmisi otomatis yang kini berteknologi Continuously Variable Timing (CVT).

Sejak 2018, Brio generasi kedua mengaspal. Desainnya menjadi jauh lebih gahar dan buritan tidak lagi terdiri dari mayoritas kaca.

Mesin masih 1.2-liter, tapi mendapatkan penyempurnaan. Dimensi sedikit diperbesar, demikian pula dengan kapasitas bagasi.

Honda Brio generasi kedua

Varian terkini untuk Brio Satya adalah S dan E, baik manual maupun transmisi CVT. Brio non-LCGC hanya tersedia dalam varian RS (manual dan otomatis CVT).

Fitur – fitur di Brio generasi pertama memang masih amat minim. Head Unitnya saja masih Single Din atau Double Din.

Tapi, setidaknya Head Unit sudah mampu memfasilitasi pengguna iPod atau iPhone meski masih perlu dihubungkan dengan kabel USB. Kaca sudah pakai Power Window.

Fitur keselamatan Brio generasi pertama cukup oke pula. Sudah ada dua SRS Airbag, sistem pengereman ABS + EBD, Three Pointed Seatbelt di depan dan belakang.

Brio generasi kedua tak hanya berdesain yang makin kental nuansa sporty. Fitur – fitunya pun lebih lengkap.

Tipe termurah antara lain sudah ada Keyles Entry, meski pun LCGC. AC sudah Digital dan ada Electric Outer Mirror, Auto Wiper plus Rain Sensor, Immobilizer, ISOFIX and Tether.

Jika sanggup membeli Brio RS bekas yang generasi kedua, kelengkapan makin mantap. Sebut saja pelek 15 inci dan Head Unit layar sentuh 6,2 inci.

Soal harga, Brio bekas amat terjangkau. Kisarannya, jika menilik 1.853 iklan Brio bekas di Mobil123.com sejauh ini, dimulai dari puluhan juta rupiah saja.

Harga Brio bekas termurah ketika artikel ini dibuat adalah Rp82 juta. Unit berasal dari tahun produksi 2014.

Sementara, harga Brio bekas termahal sementara ini Rp187,5 juta. Unit merupakan rakitan 2020 alias baru berusia sekitar setahun dan tipenya adalah RS CVT.

  1. Suzuki Ignis Bekas (Rp100 jutaan)

Bicara city car stylish berharga terjangkau, kurang lengkap rasanya jika tak menyinggung Suzuki Ignis.

Ignis pertama kali meluncur pada 2017 di Indonesia. Meski merupakan city car, Suzuki menyebutnya sebagai ‘mini crossover’.

Sebutan itu bisa jadi merupakan gambaran Suzuki untuk desainnya yang maskulin dan memang menyerupai crossover—meski model ini tetap sebuah city car. Satu di antara sekian ciri khas desainnya adalah tiga lekukan pada sisi samping-belakang bodi yang menyerupai sirip hiu.

Suzuki Ignis Bekas

Suzuki sempat memperluas pilihan Ignis hingga menjadi sekitar 10 tipe sejak 2017 hingga awal 2018, mulai dari tipe GL hingga tipe Sport Edition. Namun, tak lama setelah itu hingga sekarang, pilihannya tersisa ada empat (GL MT, GL AGS, GX MT, GX AGS).

Pada April 2020, di tengah pandemi virus Corona, Suzuki meluncurkan Ignis facelift. Fokus ubahan terdapat pada eksterior khususnya fascia depan dan juga interior. Ada pun mesin maupun fitur tidak mereka utak – atik.

Sejak bulan keempat 2020, Ignis punya gril serta bemper depan baru. Pada sisi muka, ada pula tambahan fog lamp serta bezel untuk membuatnya lebih menarik.

Suzuki Ignis 2021

Sektor buritan diberkahi beberapa penambahan aksesori semisal rear reflector maupun diffuser. Dari sisi warna bodi, sejak itu hingga kini ada pilihan single tone maupun two tone.

Peleknya masih menggunakan ukuran 15 inci sebagai standar.

Diferensiasi pada interior amat minim. Tercatat, hanya material serta corak jok kursi yang diubah.

Dapur pacu masih menggunakan mesin bensin 1.2-liter berkode K12M. Gelontoran tenaganya mencapai 83 ps dengan torsi 112 Nm.

Adapun fitur – fitur yang tersebar di berbagai tipenya antara lain adalah Keyless Entry, Head Unit layar sentuh, Power Outlet 12V/120W, USB AUX Socket, Audio Steering Switch Control, Dual SRS Airbag, ISOFIX, sistem pengereman ABS – EBD.

Di Mobil123.com, sementara ini terdapat 261 iklan Ignis bekas yang dapat Anda pilih. Termurah adalah Rp105 juta yang merupakan rakitan 2017, sedangkan yang termahal Rp153 juta dari tahun rakitan 2019.

  1. Daihatsu Ayla Bekas (Mulai Rp60 Jutaan)

Rekomendasi terakhir adalah Daihatsu Ayla. Alasanya memilih model ini daripada Toyota Agya adalah karena keduanya sebenarnya bisa dikatakan serupa atau bahkan ‘kembar’, tapi Ayla mempunyai pemosisian harga lebih terjangkau.

 

Daihatsu Ayla generasi pertama

Seperti Brio, Ayla juga pertama kali muncul di Indonesia pada 2013 silam untuk meramaikan segmen LCGC. Ketika itu, hanya ada satu pilihan spesifikasi dapur pacu yakni mesin bensin 1.0-liter DOHC berkode 1KER-DE.

Generasi keduanya hadir pada 2017. Mulai saat itu, Daihatsu memberikan konsumen opsi mesin bensin 1.2-liter DOHC Dual VVT-I berkode 3NR-VE.

Daihatsu Ayla generasi kedua

Versi facelift untuk generasi kedua kemudian menyapa pasar otomotif Tanah Air pada Maret 2020, di awal masa pandemi Covid-19 di negeri ini. Tak heran jika peluncurannya pun dilakukan secara virtual.

Dari sisi fitur, sebenarnya kelengkapan Ayla tak lebih impresif dari Brio Satya. Malah mungkin tak sebanyak pesaingnya itu.

Daihatsu Ayla 2021

Fitur – fitur untuk Ayla versi terkini, sebagai contoh, adalah Electric Outer Mirror, AC Digital, Parking Camera, sistem pengereman ABS + EBD, Dual SRS Airbag, Immobilizer. Tidak semua yang disebut barusan menjadi fitur standar.

Namun, Ayla bisa menjadi pilihan bagi mahasiswa yang mencari mobil bekas dengan harga amat terjangkau. Bagaimana tidak, harga Ayla bekas termurah ketika artikel ini ditulis adalah Rp69 juta (rakitan 2015).

Ayla bekas termahal, di sisi lain, berbanderol Rp132,5 juta (rakitan 2019). Secara total, terdapat 623 iklan Ayla bekas di Mobil123.com yang bisa Anda telisik. [Xan/Had]

Continue Reading

OTOMOTIF

Keluhan Kia Picanto dan Sejarahnya di Indonesia – Panduan Pembeli

Keluhan Kia Picanto dan Sejarahnya di Indonesia – Panduan Pembeli


Kia Picanto sebagai hatchback asal Korea Selatan ini merupakan salah satu pilihan menarik untuk calon konsumen di Tanah Air. Kendaraan dengan bodi mungil dan imut ini cocok untuk anak milenial ataupun keluarga kecil. Namun rupanya masih banyak keluhan terkait Kia Picanto di tengah masyarakat terutama para penggunanya.

Jika Mobil123lovers tengah mencari mobil bekas, Kia Picanto adalah pilihan yang bijak karena selain harganya sudah murah, spare partsnya mudah ditemui di pasaran. Selain itu, performa mesinnya juga masih bisa diandalkan.

Bicara fitur, hatchback satu ini juga tidak malu-maluin karena cukup bisa diandalkan. Soal kenyamanan, boleh diadu dengan pesaing sekelasnya.

Sejarah Kia Picanto di Indonesia

Sebelum membahas detil dari kekurangan Kia Picanto yang sering menjadi keluhan penggunanya, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu kiprah mobil ini di Tanah Air. Untuk diketahui, Picanto sudah memasuki generasi ketiga saat ini.

Kia Picanto pertama kalinya hadir di Indonesia pada 2004, tampilannya saat itu masih terbilang lucu karena wujudnya seperti seekor panda mungil. Hal ini terlihat dari lampu depannya yang berbentuk kotak dengan grille mungil.

Mobil ini dibuat dengan menggunakan basis Hyundai Getz di negara asalnya. Maklum saja sebagai sister company, akan lebih efisien ketika bisa berbagi basis dalam pengembangan kendaraan.

Generasi pertama mobil ini mengalami setidaknya dua kali penyegaran sebelum akhirnya berganti generasi. Ubahan pertama hanya mencakup pada desain lampu utama, bumper hingga beberapa komponen yang mempercantik tampilan.

Kekurangan Kia Picanto

Adapun penyegaran yang menyempurnakan wujud kendaraan dari negeri Ginseng tersebut terjadi pada 2007. Kala itu, Kia melalui APM (Agen Pemegang Merek) sebelumnya berhasil menjadikan produknya lebih atraktif.

Butuh waktu tiga tahun lagi untuk Kia memberanikan diri dengan menawarkan Picanto facelift keduanya. Seperti sebutannya yakni facelift, Kia tidak melakukan perombakan total.

Mereka hanya melakukan penyegaran di berbagai sektor, agar bisa memancing gairah para calon konsumen. Dengan bodinya yang kecil, desain kendaraan dibuat lebih membulat sehingga tampak lebih menggemaskan.

Lalu masuk ke generasi kedua pada 2011, Kia Picanto kali ini benar-benar berubah. Setidaknya mobil yang pertama kalinya diperkenalkan pada ajang Geneva Motor Show 2011, mulai menunjukkan karakter aslinya.

Pada generasi kedua, Kia Picanto sudah mulai menggunakan identitas perusahaan yaitu grille Tiger Nose. Lampu depannya menggunakan desain reklektor yang terpisah, dengan bingkai plastik hitam dan menempatkan sein di bagian tengah.

Lalu terdapat air dam berukuran besar di bagian bawah bumper dengan list hitam untuk menempatkan plat nomor. Desain ini cukup digemari konsumen di Indonesia karena tampangnya sudah sangat modern kala itu.
Kekurangan Kia Picanto

Pada generasi keduanya, Kia Picanto menawarkan jarak sumbu roda atau istilah kerennya wheelbase lebih panjang. Hal ini tentunya berimbas pada keleluasaan pada ruang kabin yang bertambah.

Mobil hasil rancangan desainer asal Jerman ini beberapa kali mendapat penghargaan. Sayangnya penghargaan tersebut tidak berbanding lurus dengan penjualannya yang moncer di Indonesia.

Pada edisi keduanya, Kia memperkenalkan mesin 1.2-L empat-silinder. Sebelumnya mereka masih mengandalkan mesin 3-silinder 1.0-L.

Masuk ke generasi ketiga, Picanto semakin mempertegas kesan modern. Bahkan beberapa ornamen yang disematkan pada bodinya seolah memberikan kesan kecil-kecil cabe rawit.

Semakin banyak guratan-guratan tajam pada bodi depan ditambah hadirnya teknologi lampu LED, membuat mobil tampak hadir dari masa depan. Masuknya aksen merah pada beberapa bagian kendaraan, menambah kesan sporti.

Pada generasi terbarunya kali ini, Kia Picanto harus bertarung dengan para raksasa Jepang yang di Indonesia mendapat kemudahan. Toyota dan Daihatsu mendapatkan berkah dari hadirnya subsidi untuk kendaraan berbasis LCGC (Low Cost Green Car).

Popularitas Kia di Eropa dengan sederet prestasi maupun fitur yang diusungnya, masih kalah menarik daripada mobil subsidi pemerintah. Walhasil tidak banyak orang yang mengambil langkah berani untuk meminang Kia Picanto.

Kekurangan Kia Picanto

Bagi calon konsumen mobil bekas, meminang kendaraan yang kurang laku di pasaran memiliki keuntungan tersediri. Konsumen bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah jika memutuskan Kia Picanto misalnya.

Dengan harga tidak terlalu mahal, Anda sudah bisa naik kelas dari sebelumnya masih menggunakan sepeda motor. Namun sebagai konsumen yang bijak, ada baiknya untuk mengetahui kekurangan dari calon produk yang akan dibeli, dan Kia Picanto dalam hal ini.

Kaki-kaki

Kaki-kaki atau biasa disebut undercariage merupakan faktor penting yang mendukung kenyamanan berkendara. Jika sektor ini terawat dengan baik, maka bisa dipastikan setiap perjalanan akan terasa lebih menyenangkan.

Hal yang paling mendapat keluhan dari Kia Picanto ini adalah kaki-kaki yang lemah, terlebih pada generasi pertama dan kedua. Beberapa keluhan dari para pemilik, mobil ini cukup sering masuk bengkel karena keluhan kaki-kaki yang tidak nyaman.

Namun seluruh masalah pasti ada jalan keluarnya dan banyak bengkel yang bisa mengobati masalah pada mobil ini. Tips untuk memastikan kondisi kaki-kaki kendaraan adalah melaju di jalanan yang rusak kondisinya.

Selain itu, power steering Kia Picanto yang telah menggunakan sistem elektronik alias EPS, calon konsumen juga harus memeriksa kondisi komponen ini. Karena komponen yang memudahkan proses manuver kendaraan ini cukup mahal jika mengalami kerusakan.

Sensor CKP

Sensor yang bertugas untuk mendeteksi putaran poros engkol mesin ini diklaim beberapa pemiliknya cepat rusak. Sensor ini juga mendeteksi waktu piston berada di Titik Mati Atas (TMA) atau Titik Mati Bawah (TMB).

Komponen kendaraan satu ini berbeda letaknya dibandingkan yang lainnya. Posisinya terletak di bagian bawah dan cukup rumit membukanya.

Hal ini akan membuat mekanik memasang harga tinggi untuk melakukan pembongkaran. Sebelum membeli Kia Picanto bekas, ada baiknya untuk melakukan pengecekan komponen ini.

Fuel Pump

Untuk urusan ini pabrikan mobil asal Korea memang tidak bisa main-main khususnya dengan kualitas bahan bakar. Jika Anda telah meminang Kia Picanto bekas, jangan coba-coba mengisi bahan bakar (BBM) dengan RON rendah seperti di bawah 92.
Kia Picanto Bekas

Menggunakan bahan bakar RON di bawah 92 akan membuat umur pompa bensin atau fuel pump bermasalah. Kasus ini juga kerap ditemukan pada kendaraan peminum diesel dari Kia maupun Hyundai.

Kendaraan asal Korea ini tidak setangguh produk-produk Jepang yang kuat meminum bahan bakar ‘murahan’. Tidak jarang perilaku abai dalam hal bahan bakar berbuntut mogok pada kendaraannya.

Paling sering seiring kualitas bahan bakar yang jelek, beberapa komponen mesin akan mengalami kerusakan. Pastinya kondisi mogok di jalan akan menjadi perusak mood sekaligus rencana perjalanan yang menyenangkan.

Kesimpulan

Pada dasarnya memiliki kendaraan bekas bukanlah perkara mudah. Namun bukan berarti kendaraan tersebut tabu untuk dimiliki karena masih bisa dinikmati jika perawatannya benar.
Kekurangan Kia Picanto Bekas

Jika ingin memiliki Kia Picanto bekas, ada baiknya mengajak mekanik yang sudah memiliki pengalaman untuk membantu melakukan pengecekan unit. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerugian sepihak.

Adapula beberapa dealer mobil bekas yang bersedia unitnya diboyong ke bengkel resmi untuk memastikan kondisi kendaraan. Pilhan kembali pada calon konsumen. [Dew/Had]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close