Connect with us

EROPA

Biden Ingin Tunjukkan Hubungan Erat Antara AS dan Eropa

Biden Ingin Tunjukkan Hubungan Erat Antara AS dan Eropa



Presiden AS Joe Biden, Kamis (10/6) dijadwalkan bertemu dengan PM Inggris Boris Johnson dalam lawatan ke Eropa yang mencakup pembicaraan tingkat tinggi dengan para kepala negara Barat lainnya dan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dunia akan menyaksikan bagaimana Biden dan Johnson berinteraksi hari Kamis sore (10/6) setelah melalui perbedaan pendapat pada masa lalu mengenai berbagai kebijakan, di antaranya Brexit, keputusan Inggris meninggalkan Uni Eropa, yang ditentang pemerintahan Obama-Biden.

“Hubungannya belum baik. Presiden Biden menyebut Boris Johnson sebagai tiruan Donald Trump,” kata Dan Hamilton, direktur Global Europe Program di lembaga kajian Wilson Center.

Biden, seorang keturunan Irlandia, juga khawatir Brexit dapat merusak Perjanjian Jumat Agung 1998 yang difasilitasi oleh AS untuk mewujudkan perdamaian di Irlandia Utara, yang merupakan bagian dari Inggris.

Berdasarkan kesepakatan Brexit, Irlandia Utara tetap menjadi bagian dari pasar tunggal Uni Eropa, meskipun bukan lagi bagian dari blok tersebut, yang berarti perbatasan dan kepabeanan harus ditegakkan. Pemerintahan Biden ingin memastikan bahwa kesepakatan Brexit tidak membahayakan prospek perdamaian di sana.

“Presiden Biden telah bersikap sangat jelas mengenai keyakinan kokohnya pada Perjanjian Jumat Agung sebagai landasan bagi hidup berdampingan secara damai di Irlandia Utara. Perjanjian itu harus dilindungi dan setiap langkah yang membahayakan atau melemahkannya tidak akan disambut baik oleh AS,” kata penasihat keamanan nasional Jake Sullivan kepada VOA. Ia menambahkan bahwa Biden akan mengeluarkan “pernyataan prinsip” mengenai masalah ini. Ia tidak akan menyebutkan apakah Johnson merusak perjanjian itu.

Terlepas dari ketegangan itu, Hamilton mengatakan para pemimpin akan berkomitmen untuk mengupayakan hubungan transatlantik demi kepentingan terbaik kedua negara. Pemerintahan Johnson baru saja menyelesaikan peninjauan mengenai strategi kebijakan luar negerinya, yang mencakup penegasan kembali hubungan istimewa di antara kedua sekutu itu. [uh/ab]

Advertisement
Click to comment

EROPA

Jelang Pertemuan, Putin Berharap Biden Tak “Seimpulsif” Trump 

Jelang Pertemuan, Putin Berharap Biden Tak “Seimpulsif” Trump 



Menjelang pertemuan puncak pertamanya dengan pemimpin baru AS, Presiden Rusia Vladimir Putin, Jumat (11/6) berharap Presiden AS Joe Biden tidak seimpulsif pendahulunya, Donald Trump.

Dalam sebuah wawancara dengan televisi NBC News, Putin menggambarkan Biden sebagai “sosok karir” yang menghabiskan hidupnya dalam politik.

“Ini merupakan harapan besar saya bahwa, meskipun ada beberapa keuntungan dan kerugian, tetapi tidak akan ada tindakan mendadak dan gegabah atas nama presiden AS yang sedang menjabat,” kata Putin.

Biden berencana menyampaikan berbagai keluhan AS, termasuk campur tangan dan peretasan pemilu oleh Rusia, dalam pertemuan puncak dengan Putin, Rabu (16/6) mendatang di Jenewa pada akhir lawatan luar negeri pertama Biden.

Putin secara terbuka mengakui bahwa selama pemungutan suara 2016 ia mendukung Trump, yang juga menyatakan kekagumannya kepada pemimpin Rusia itu. Trump dalam pertemuan puncak pertamanya dengan Putin tampak menerima bantahan Putin ikut campur dalam pemilu AS.

Biden mengatakan tidak memiliki angan-angan tentang Putin, yang ia gambarkan sebagai “pembunuh” sehubungan dengan serangkaian kematian yang menarik perhatian, termasuk pengecam Kremlin, Boris Nemtsov.

Ditanya apakah ia “seorang pembunuh”, Putin mengatakan istilah itu adalah bagian dari “perilaku jantan” yang umum di Hollywood.

Wacana seperti itu “adalah bagian dari budaya politik AS, di mana itu dianggap normal. Namun dalam hal ini dianggap tidak normal,” katanya. [my/pp]

Continue Reading

EROPA

KTT G-7 Dimulai, Bawa Pesan ‘Membangun Kembali dengan Lebih Baik’

KTT G-7 Dimulai, Bawa Pesan ‘Membangun Kembali dengan Lebih Baik’



Hari pertama KTT G-7 telah berakhir, di Cornwall, Inggris, di mana para pemimpin dari tujuh negara demokrasi kaya ingin memimpin perjuangan global melawan pandemi dan “membangun kembali dengan lebih baik” menuju masa depan yang lebih hijau, lebih sejahtera, dan adil.

KTT ini diselenggarakan oleh Inggris dan dihadiri oleh para pemimpin Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika. Perwakilan Uni Eropa juga hadir, bersama dengan tamu lainnya, kepala negara Australia, Afrika Selatan dan Korea Selatan. Perdana menteri India bergabung melalui tautan video.

“Ini adalah pertemuan yang benar-benar harus terjadi,” kata Perdana Menteri Boris Johnson, tuan rumah tahun ini, ketika membuka sesi pertemuan para pemimpin. “Kita perlu memastikan bahwa kita belajar dari pandemi, memastikan bahwa kami tidak akan mengulangi beberapa kesalahan yang kita buat selama sekitar 18 bulan terakhir,” ujarnya.

Johnson mengatakan ia ingin G-7 akan “membangun kembali lebih baik, membangun kembali dengan lebih berwawasan lingkungan, un kembali lebih adil, lebih setara dan lebih netral gender dan mungkin dengan cara yang lebih feminin.”

Sementara pertemuan G-7 sebelumnya ditandai dengan jamuan mewah, delegasi besar dan rombongan media, pertemuan tahun ini sangat dibatasi. Masker, tes COVID-19 harian, dan protokol kesehatan lainnya menjadi pengingat nyata bahwa krisis virus corona masih jauh dari selesai.

“Dunia akan melihat G-7 menerapkan nilai-nilai bersama dan kekuatan diplomatik kita, pada tantangan mengalahkan pandemi dan memimpin pemulihan global,” kata Johnson.

Pandemi menyebabkan para pemimpin melewatkan KTT tahun lalu. Terakhir kali G-7 bertemu secara langsung adalah di Biarritz, Prancis, pada 2019. [my/pp]

Continue Reading

EROPA

Biden Tegaskan Hubungan Khusus AS-Inggris

Biden Tegaskan Hubungan Khusus AS-Inggris



Presiden AS Joe Biden, Kamis (10/6), mengatakan pertemuannya dengan Perdana Menteri Boris Johnson di Inggris produktif.

Biden menegaskan hubungan khusus kedua negara sebagai sekutu dalam perubahan iklim, keamanan global dan memerangi pandemi virus corona.

Ia juga mengatakan kedua pemimpin memperbarui Piagam Atlantik yang sudah berusia 80 tahun yang mengarah pada pembentukan PBB dan NATO.

Presiden Biden mengatakan aliansi itu kini tengah mengatasi tantangan yang mencakup keamanan siber, teknologi baru, kesehatan global, dan krisis iklim.

Biden juga mengatakan ia dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson membahas KTT iklim yang diselenggarakan AS pada April lalu dan pertemuan iklim mendatang yang dijadwalkan akhir tahun ini di Skotlandia.

Pembicaraan kedua pemimpin itu juga mencakup Afghanistan dan penarikan pasukan yang akan datang, serta bagaimana mengatasi pandemi virus corona.

Biden, Johnson dan para pemimpin negara-negara Kelompok Tujuh ekonomi terbesar di dunia, akan melakukan pertemuan puncak yang dimulai Jumat di Cornwall, Inggris. [my/ft]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close