Connect with us

VIRAL

Berniat Utang Rp 500 Ribu, Wanita Ini Malah Disuruh Bugil

Berniat Utang Rp 500 Ribu, Wanita Ini Malah Disuruh Bugil


Berniat Utang Rp 500 Ribu, Wanita Ini Malah Disuruh Bugil

Ilustrasi video porno | www.gettyimages.com

Korban lapor polisi setelah video disebarkan

Perbuatan bejat dilakukan oleh seorang pria di mana ia meminta pacarnya untuk bugil saat video call. Hal itu digunakan sebagai syarat untuk sang pacar saat hendak meminjam uang sebesar Rp500 ribu.

Namun saat keduanya putus hubungan dan uang sudah dikembalikan, pelaku justru mengancam menyebarkan video bugil tersebut jika korban tak mau menuruti keinginannya.

1.

Pinjam uang Rp500 ribu

Ilustrasi video porno

Ilustrasi pinjam uang | www.suaramuhammadiyah.id

Dilansir dari Kompas.com, Minggu (07/06/20), AS (25), seorang perempuan di Palembang, Sumatera Selatan, melaporkan A (25), mantan pacarnya ke Polrestabes Palembang.

Awalnya AS pernah meminjam uang sebesar Rp500 kepada pelaku karena ada keperluan mendesak. A berniat meminjamkan uang namun dengan syarat AS harus bugil saat melakukan video call. Akhirnya AS menuruti kemauan pacarnya karena sangat membutuhkan uang.

Baca Juga: Gadis Ini Gantung Diri Usai Tuduh Pacarnya Selingkuh: Lebih Baik Mati daripada Dikhianati

Sayangnya, AS tak pernah berpikir jika A akan merekam video tersebut hingga kemudian dijadikan sebagai ancaman usai keduanya putus.

2.

Video bugil dijadikan ancaman

Ilustrasi video porno

Ilustrasi video porno | www.gettyimages.com

Hingga akhirnya AS mengembalikan uang yang dipinjamkan pacarnya itu dan hubungan keduanya pun berakhir. Namun rupanya, A masih terus menghubungi AS dan mengancam jika video bugil tersebut akan disebarkan apabila AS tak mau mengirimkan video bugil lagi.

“Setelah itu kami putus, uangnya sudah saya kembalikan. Akhir-akhir ini dia mengancam saya akan menyebarkan video,” kata AS, Minggu (07/06/20).

Baca Juga: Perempuan Ini Temukan Cara Baru Labrak Pelakor: Order Minuman Lewat Ojek Online!

Tak hanya itu, A juga meminta AS untuk berhubungan namun ditolak oleh AS.

“Dia juga memaksa saya untuk berhubungan, karena saya tolak, dia marah dan mengancam menyebarkan video tersebut,” imbuh AS.

3.

Laporkan ke polisi

Ilustrasi video porno

Ilustrasi frustasi | pontas.id

Kesal diteror oleh mantan pacarnya, AS akhirnya memberanikan diri untuk melapor ke Polrestabes Palembang. Ia datang ke Polrestabes Palembang pada hari Minggu (07/06/20). Kini kasus tersebut sedang ditangani oleh penyidik.

Baca Juga: Karyawan Tambang di Kaltim Curi Celana Dalam Wanita, Alasannya Biar Awet Muda dan Pesugihan

Petugas sudah mengambil keterangan AS dan mengumpulkan sejumlah barang bukti. Namun AS diminta untuk menambah bukti laporan agar bisa segera ditindaklanjuti.

“Setelah bukti-buktinya telah cukup akan ditindaklanjuti unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polrestabes Palembang,” ujar Kepala SPKT Polrestabes Palembang AKP Herry.

Artikel Lainnya

Polisi hingga kini belum menangkap pelaku karena bukti-bukti yang dibawa korban kurang kuat. Apabila memang terbukti mengancam korban, pelaku akan dikenakan hukuman pidana.

Tags :



Source link

Advertisement
Click to comment

VIRAL

Ternyata Ini Penyebab Pemerintah Melarang Mudik Lebaran

Ternyata Ini Penyebab Pemerintah Melarang Mudik Lebaran



Divisi Humas Polri menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Tetap Lebaran, Meski Mudik Ditiadakan’, di Jakarta, Senin (12/4). Foto: Ist for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA – Pemerintah kembali melarang mudik lebaran tahun ini, 6-17 Mei mendatang.  

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Suprapto, pelarangan mudik lebaran untuk menekan penyebaran virus Corona (COVID-19).

“Setiap libur panjang selalu terjadi kenaikan kasus maupun kematian akibat terpapar Covid 19,” ujar Agus dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Humas Polri bertajuk ‘Tetap Lebaran, Meski Mudik Ditiadakan’, Senin (12/4).

Agus kemudian membeber persentase kenaikan kasus COVID-19 pada libur panjang tahun lalu, berkisar 37 persen hingga 93 persen. Baik itu pada libur panjang Idul Fitri 2020, Agustus 2020, Oktober 2020 dan libur Natal dan Tahun Baru 2020.

Dari jumlah tersebut, persentase kematian mencapai 6-7 persen. Jeda waktu kenaikan kasus berkisar 10-14 hari setelah libur panjang, sementara dampak kasus terlihat minimal selama tiga pekan.

Agus lebih lanjut mengatakan, jumlah dan persentase kasus aktif di tingkat nasional saat ini terus mengalami penurunan.

Namun, ia mengingatkan bahwa persentase kematian Covid 19 masih bertahan lebih dari 2,7 persen, di atas angka kematian global 2,16 persen.

“Penularan kasus Covid 19 di Indonesia masih masuk dalam kategori penularan komunitas, sehingga bila abai dalam pencegahan penularan, maka akan mudah terjadi peningkatan kasus,” katanya.





Source link

Continue Reading

VIRAL

Viral, Konser Musik di Tangerang Saat Pandemi COVID-19

Viral, Konser Musik di Tangerang Saat Pandemi COVID-19


VIVA – Viral video pertunjukan konser musik di Pasar Lama, Kota Tangerang. Padahal, konser dilarang lantaran pandemi virus COVID-19 belum usai di Tanah Air.

Terkait hal ini, polisi mengaku akan menyelidiki hal tersebut. Kapolres Metro Tangerang Kota, Komisaris Besar Polisi Deonijiu De Fatima mengatakan pihaknya belum mendapati laporan akan hal ini. Menurutnya, bisa saja video tersebut video konser yang sudah lama. Tapi, pihaknya akan menelusuri kejadian dalam video yang viral itu.

“Bisa saja barang-barang lama sengaja dibuat, kami cari tahu dulu, selidiki dulu, anggota di wilayah selidiki dulu,” kata dia kepada wartawan, Senin 12 April 2021.



Source link

Continue Reading

VIRAL

Ingatlah, Mungkin Ini Ramadan Terakhir..

Ingatlah, Mungkin Ini Ramadan Terakhir..


Senin, 12 April 2021 – 19:05 WIB

Ingatlah, Mungkin Ini Ramadan Terakhir..

Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA saat menjadi narasumber Podcast JPNN.com. Foto: Andika Kurniawan/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA – Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Nasaruddin Umar mengajak masyarakat tidak menyia-nyiakan Ramadan tahun ini.

Menurutnya, Ramadan kali ini sangat istimewa karena banyaknya cobaan dan tantangan.

“Bersyukurlah, bapak, ibu dan pemirsa yang bisa berjumpa dengan bulan suci Ramadan kali ini. Mari manfaatkan. Insyaallah menjadi Ramadan yang paling berkualitas, yang paling istimewa,” kata Kiai Nasaruddin dalam Sapa Ramadan JPNN.com.

Pria yang lahir di Ujung Bone, Sulawesi Selatan, 23 Juni 1959 itu menilai, menjelang Ramadan 1442 ini begitu banyak cobaan menimpa masyarakat Indonesia.

 

“Jadi, jangan menyia-nyiakakan Ramadan kali ini. Siapa tahu ini Ramadan terakhir, belum tentu bisa berjumpa lagi dengan Ramadan akan datang,” kata Nasaruddin.

Musibah seperti tanah longsor, banjir, letusan gunung berapi, kemudian pandemi Covid-19, kecelakaan telah merenggut banyak nyawa sehingga bagi para korban tak bisa bertemu dengan Ramadan.

SPONSORED CONTENT

loading…

loading…





Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close