Connect with us

OTOMOTIF

Bedah Spesifikasi Mesin, Fitur All-New Mazda3 Sedan dan Hatchback – Panduan Pembeli

Bedah Spesifikasi Mesin, Fitur All-New Mazda3 Sedan dan Hatchback – Panduan Pembeli

[ad_1]

Bicara spesifikasi, fitur – fitur All-New Mazda3 khususnya yang hatchback tak sebanyak sebelumnya. Konon, keputusan ini disesuaikan dengan kondisi pasar dan jalan di Tanah Air.

Mazda merupakan merek Jepang yang lebih fokus menyasar konsumen di kelas medium-high (menengah ke atas). Karena itulah, model – model mereka memiliki pemosisian harga relatif tinggi di segmennya masing – masing.

Rumus ini juga berlaku bagi andalan mereka di segmen sedan dan hatchback Indonesia yaitu All-New Mazda3.

Sekadar mengingatkan, model yang meluncur di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 tersebut memang hadir dalam bentuk sedan maupun hatchback. Inilah model generasi ketujuh Mazda pertama di pasar roda empat Tanah Air.

Harga All-New Mazda3

All-New Mazda3 sedan dan hatchback

Baik All-New Mazda3 sedan maupun yang hatchback sama – sama hanya terdiri dari satu tipe saja. Harganya sama – sama tembus Rp500 juta, alias lebih dari setengah miliar rupiah.

Tentu saja, banderol yang sedan lebih mahal karena Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan jenis ini pun lebih tinggi. Perbedaan nilai jual on the road Jakartanya dengan yang hatchback mencapai nyaris Rp40 juta.

Berikut daftar harga All-New Mazda3 per Juni 2021 untuk on the road Jakarta, berdasarkan situs resmi dari merek tersebut di Indonesia:

  • All-New Mazda3 sedan Rp561,1 juta
  • All-New Mazda3 hatchback Rp521,5 juta

Daftar Kompetitor

Di bagian sedan, All-New Mazda3 punya beberapa kompetitor dengan harga yang ‘sepantaran’. Sementara, di sisi hatchback-nya, pesaing dengan harga setara hanya satu.

Model – model yang menjadi ancaman bagi jagoan Mazda itu berasal dari dua ‘pemain besar’ di pasar yakni Toyota plus Honda.

Inilah para pesaing All-New Mazda3 sedan maupun hatchback berikut rincian harga on the road Jakartanya, menurut situs resmi masing – masing merek.

Pesaing All-New Mazda3 Sedan

Toyota Corolla Altis

  • Corolla Altis G AT Rp492,8 juta
  • Corolla Altis V AT Rp514,4 juta
  • Corolla Altis Hybrid AT Rp592,5 juta

Honda Civic Turbo Sedan

  • Civic 1.5-Liter VTEC Turbo Rp533 juta

Pesaing All-New Mazda3 Hatchback

Honda Civic Turbo Hatchback

  • Civic Turbo Hatchback RS Rp512,8 juta

Spesifikasi dan Fitur All-New Mazda3

Desain Eksterior dan Interior

Mazda3 sedan dan hatchback generasi ketujuh

Sebagai model generasi ketiga, desain eksterior All-New Mazda3 adalah evolusi selanjutnya dari konsep KODO. Sekadar memberitahukan, konsep ini menjadi bahasa desain Mazda sejak 2012 dan singkatnya merupakan gabungan garis – garis bodi terinspirasi oleh ‘kekuatan’, ‘kecepatan’, plus ‘pesona’.

Lekuk – lekuk bodi All-New Mazda3 disebut ‘single motion’. Tujuannya adalah bagaimana bodi dapat tampil ‘dramatis’, indah, serta elegan melalui permainan refleksi dari cahaya dan bayangan yang dihasilkan.

Secara garis besar, perbedaan tampilan di antara keduanya amat minim. Satu yang paling terlihat adalah aksen krom pada gril depan All-New Mazda3 sedan.

Kelengkapan – kelengkapan di eksterior All-New Mazda3 sedan serta hatchback tak memiliki diferensiasi. Ada kaca spion elektrik; lampu depan LED dengan Daytime Running Light dan Auto On/Off plus Auto Leveling; Rear Combination Lamp LED, wiper intermittent, timing adjustable, dengan rain sensor; electric sunroof.

Ban sama – sama menggunakan pelek 18 inci dengan finishing warna yang dibedakan.

Interior, di sisi lain, digubah dengan konsep ‘less is more’. Kabin dibuat dengan sederhana tapi tetap mewah dan yang terpenting berpusat pada pengemudinya.

Dimensi

Secara ukuran bodi, tentu saja yang berjenis sedan lebih bongsor ketimbang yang hatchback karena ada ‘buntutnya’. Perbedaan antara keduanya terdapat pada sisi panjang maupun tinggi.

Panjang All-New Mazda3 sedan adalah 4.660 mm, sementara yang hatchback hanya 4.460 mm (selisih 200 mm). Adapun tinggi yang sedan 1.440 mm, berselisih 5 mm saja dengan yang hatchback (1.435 mm).

Lebarnya tak berbeda yakni 1.765 mm.

Mesin dan Transmisi

Mesin SKYACTIV di All-New Mazda3

Tak ada sedikit pun perbedaan pada dapur pacu All-New Mazda3 sedan atau pun hatchback. Keduanya sama – sama mengandalkan mesin bensin SKYACTIV-G 2.0 In-line, 4 silinder, DOHC, 16 Valve.

Bore x stroke-nya 83,5 mm x 91,2 mm dengan rasio kompresi 13,0 : 1 yang membutuhkan bahan bakar dengan RON minimal 92.

Tenaga serta torsi maksimal keduanya juga identik yaitu 155 ps di 6.000 rpm dan 200 Nm di 4.000 rpm. Kapasitas tangki bensin yang sedan dan hatchback mencapai 51 liter.

Mesin tersebut dijodohkan dengan transmisi otomatis enam percepatan yang menyalur tenaga menuju dua roda depan (front wheel drive/FWD). Berikut rasio giginya:

  • Gigi Pertama 3.552
  • Gigi Kedua 2.022
  • Gigi Ketiga 1.347
  • Gigi Keempat 1.000
  • Gigi Kelima 0.745
  • Gigi Keenam 0.599
  • Gigi Mundur 3.052
  • Rasio Gigi Final (Final Gear Ratio) 3.850

Sebagai penopang untuk kaki – kaki, diberikanlah suspensi MacPherson Strut di depan serta Torsion Beam Axle di belakang.

Fitur – fitur

Fitur yang Menghilang

Nah, pada All-New Mazda3 sedan maupun hatchback, ada fitur – fitur yang menghilang. Misalnya saja Traffic Sign Control.

Ini merupakan sensor yang dapat mengenali rambu – rambu lalu lintas seperti batas kecepatan, kemudian membuat mobil secara otomatis mematuhinya.

Fitur lain yang dipangkas adalah Heater alias pemanas pada All-New Mazda3 hatchback. Namun, untuk yang sedan, kelengkapan ini terpantau masih ada.

Kenny Wala selaku Product Planner Mazda Indonesia dalam acara test drive pada 2019 mengatakan bahwa pengurangan itu hanya pada fitur – fitur yang mereka anggap kurang berguna untuk kondisi pasar maupun lalu lintas Indonesia. Fitur – fitur yang kurang diapresiasi konsumen juga dihilangkan.

Terlebih, para konsumen di pasar Indonesia juga mempertimbangkan aksesori dan tampilan terlebih dahulu ketimbang fitur.

Tapi, dengan reduksi kelengkapan tersebut, bukan berarti daftar fitur All-New Mazda3 kini bisa disebut inferior.

Perbedaan Fitur

Harga mahal All-New Mazda3 sedan membuatnya punya fitur sedikit lebih banyak jika dikomparasikan dengan yang hatchback. Sisanya sama.

Berikut ini sebagian besar perbedaannya:

  • Lumbar Support on Driver Seat
  • Variable Heated Front Seats
  • Sport Seats

Daftar Fitur All-New Mazda3 Sedan dan Hatchback

Fitur Kenyamanan dan Hiburan
  • 10-Way Electrically Adjustable Driver Seat, 6-Way Electrically Adjustable Front Passanger Seat
  • MZD Connect 8.8 Inch wide TFT color display
  • Commander Control
  • 8 Pengeras Suara
  • Smartphone Integration
  • Meter Set with 7-inch TFT meter on the center
  • Active Driving Display
  • Rear Ventilation Cooler
  • Power Window Touch Up and Down
  • Electric Parking Brake (EPB) with Autohold
  • Inner Mirror Frameless Auto Diming
Fitur Keselamatan
  • 6 Airbags
  • Collapsible steering Shaft & injury-minimizing brake pedal
  • Neck injury mitigation front seats
  • SKYACTIV-BODY
  • Sistem pengereman ABS+EBD+BA
  • Dynamic Stability Control dan Traction Control System
  • Hill Launch Assist
  • Emergency Stop Signal
  • Front and Rear parking sensors
  • Backup monitor (with Static Line)
  • Safety i-ACTIVSENSE (Adaptive Front Lighting System, High Beam Control, Smart City Brake Support, Smart Brake Support and Forward Obstruction Warning, Mazda Radar Cruise Control, Blind Spot Monitoring, Rear Cross Traffic Alert, Lane Departure Warning, Lane Keep Assist, Driver Attention Alert)
  • Power Door Lock with Auto Door Lock
  • Immobilizer and Burglar Alarm

Demikian pembahasan lengkap spesifikasi dan fitur All-New Mazda3, baik sedan maupun hatchback. Bagaimana, masih tetap menggoda, kan? [Xan/Had]

[ad_2]

Advertisement
Click to comment

OTOMOTIF

Merek Non-Jepang di Daftar 10 Besar Terlaris Cuma Wuling, Ada Lagi yang Bisa? – Berita Otomotif

Merek Non-Jepang di Daftar 10 Besar Terlaris Cuma Wuling, Ada Lagi yang Bisa? – Berita Otomotif

[ad_1]

JAKARTA – Empat tahun eksis, Wuling sudah mampu menjadi satu-satunya pemain non-Jepang di daftar 10 besar merek mobil terlaris di pasar otomotif Indonesia.

Data penjualan retail Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa hingga kini, dominasi merek-merek Jepang di pasar mobil nasional luar biasa trengginas. Sejak 2017 hingga semester satu 2021 saja, 10 besar merek mobil terlaris selalu menguasai lebih dari 95 persen pangsa pasar dan hampir semuanya berasal dari ‘Negeri Matahari Terbit’.

Padahal, merek mobil global yang menjadi anggota dari asosiasi resmi yang diakui pemerintah tersebut berjumlah lebih dari 30 dan asal mereka dari beragam negara. Jadi, merek-merek lain di luar daftar 10 besar memperebutkan pangsa pasar kecil yang tersisa.

Fakta menarik lain yang ditunjukkan data, lima besar merek teratas mencengkeram kuat jagat otomotif nasional dengan pangsa pasar yang selalu di atas 80 persen.

Munculnya Wuling Sebagai “Penyusup”

Pada 2017, seluruh merek di posisi 10 besar masih berasal dari Jepang. Baru pada 2018, ada satu pemain non-Jepang Wuling masuk ‘menyusup’.

Berdasarkan catatan pemberitaan Mobil123, Wuling pertama kali mulai aktif berjualan di pasar otomotif Tanah Air empat tahun lalu, tepatnya pada Juli 2017.

Sebelum itu, mereka membangun dulu pabrik perakitan di Cikarang, Bekasi sejak 2015. Investasi sebesar 700 juta dolar AS—ketika itu setara sekitar Rp9 triliun—mereka gelontorkan untuk pabrik berkapasitas produksi 120 ribu unit per tahun.

pabrik Wuling di Cikarang, Bekasi

Dibangun pula tempat bagi para pemasok komponen di dalam area pabrik.

Pada akhir 2017, Wuling belum berhasil masuk daftar 10 besar merek mobil terlaris di Indonesia dari sisi penjualan retail. Baru mendistribusikan unit ke konsumen sejak Agustus, pada tahun itu secara total mereka membukukan penjualan 3.268 unit dengan pangsa pasar 0,3 persen.

Baru pada 2018 hingga semester satu 2021, Wuling mampu bercokol di antara sembilan pemain Jepang. Penjualan mereka secara berturut-turut adalah 15.162 unit (posisi 9, pangsa pasar 1,3 persen), 21.112 (posisi 9, pangsa pasar 2 persen), 9.523 unit (posisi 9, pangsa pasar 1,6 persen), 10.187 unit (posisi 8, pangsa pasar 2,6 persen).

Empat tahun bergumul di Indonesia, Wuling sudah meluncurkan empat model. Ada Confero (low MPV), Cortez (medium MPV), Formo (Commercial MPV), plus Almaz (medium SUV).

mobil Wuling di Indonesia, ada Almaz dan Confero

Pemosisian harga dari masing-masing model kerap kali menyenggol tak hanya para pesaing satu segmen, tapi model lain di segmen-segmen di bawahnya. Namun, fitur yang diberikan terbilang royal.

Setelah Wuling, apakah ada lagi merek non-Jepang lain yang berpotensi menembus 10 besar di masa depan? Kalau ada, siapa menurut Mobilovers? [Xan/Had]

[ad_2]

Continue Reading

OTOMOTIF

PPKM Level 4 Diperpanjang, Jadwal GIIAS 2021 Mundur Lagi ke November – Berita Otomotif

PPKM Level 4 Diperpanjang, Jadwal GIIAS 2021 Mundur Lagi ke November – Berita Otomotif

[ad_1]

JAKARTA – Jadwal Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 mundur untuk yang kedua kalinya karena perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Gaikindo, asosiasi pabrikan otomotif Tanah Air sekaligus pencetus GIIAS, melalui keterangan resmi yang diterima Mobil123, Kamis (22/7/2021), mengumumkan penundaan pelaksanaan pameran tahun ini menjadi 11-21 November. Periode PPKM Level 4, kebijakan pembatasan mobilitas di tengah gelombang kedua Covid-19, yang diteruskan hingga 25 Juli mendatang menjadi alasannya.

PPKM Level 4 adalah nama baru pemerintah untuk PPKM Darurat yang sebelumnya hanya diberlakukan pada 3-20 Juli.

GIIAS 2021 sendiri awalnya ingin diinisiasi pada 12-22 Agustus, sebelum akhirnya diganti ke 9-19 September. Kini, pameran otomotif yang pada tahun lalu absen akibat pandemi Covid-19 itu lagi-lagi harus mengganti tanggal.

pameran otomotif GIIAS di ICE BSD

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan kesehatan dan keselamatan nasional bakal terus menjadi pertimbangan utama industri otomotif. Mereka mendukung perpanjangan penerapan PPKM Level 4.

“Saat ini mari bersama kita satukan tujuan agar dapat membantu Pemerintah untuk mengatasi pandemi Covid-19. Dengan demikian, GAIKINDO berharap terkondisinya kesehatan masyarakat akan membuka jalan untuk perkembangan industri otomotif Indonesia dan tentunya kesempatan untuk melaksanakan GIIAS pada tahun 2021 ini,” ujar dia.

GIIAS 2021 Diharapkan Terselenggara

Dengan penundaan pelaksanaan ke penghujung 2021, Gaikindo berharap GIIAS tahun ini akhirnya benar-benar bisa terwujud. Penyesuaian jadwal ke November disebut telah mendapat dukungan dari merek-merek yang menjadi anggota dan pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian.

Ketua III dan Ketua Penyelenggara Pameran Gaikindo Rizwan Alamsjah menegaskan merek-merek kendaraan yang nantinya berpartisipasi dalam GIIAS 2021 tetap bertekad menampilkan yang terbaik.

“Kami yakin kehadiran GIIAS pada November nanti tidak akan mengurangi intisari perkembangan teknologi dari industri otomotif yang ditampilkan peserta untuk masyarakat Indonesia,” tandasnya.

pameran otomotif GIIAS

Lokasi pameran kelak masih di Indonesia Convention Exhibition, Serpong, Tangerang. Protokol kesehatan ketat, tambah Rizwan, dilakukan sejak masa persiapan, pelaksanaan, sampai pembongkaran.

Demi menyesuaikan diri, GIIAS 2021 untuk pertama kalinya juga bakal hadir secara daring (online) via aplikasi smartphone GIIAS Auto360. Aplikasi ini bisa diunduh di smartphone berbasis Android maupun iOS. [Xan/Had]

[ad_2]

Continue Reading

OTOMOTIF

Pandemi Tak Hentikan Orang Kaya Beli Mobil Mewah – Berita Otomotif

Pandemi Tak Hentikan Orang Kaya Beli Mobil Mewah – Berita Otomotif

[ad_1]

JAKARTA – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia ternyata tidak menyurutkan masyarakat untuk tetap membeli mobil mewah.

Hal ini terlihat dari angka penjualan mobil BMW dan Mini di Tanah Air yang pada semester 1 2021 berhasil menunjukkan pertumbuhan. Hal ini diungkapkan oleh Ramesh Divyanathan, President Director BMW Group Indonesia

“Setelah menutup tahun 2020 dengan hasil baik, Kami kembali melihat hasil yang sangat baik di enam-bulan pertama tahun 2021. Dua brand BMW Group yang beroperasi di Indonesia, menghasilkan pertumbuhan penjualan yang sangat memuaskan di semester pertama ini,” terangnya.

BMW

Ia menyebutkan bahwa pada semester pertama 2021, penjualan BMW berhasil meningkat sebesar 42,8% dan Mini mencapai 52,1% bila dibandingkan dengan semester pertama 2020. Hasil tersebut tidak lepas dari banyaknya peminat BMW dan Mini yang dirakit secara lokal di Indonesia.

Adapun kenaikan penjualan BMW terjadi pada bulan April dan Mei 2021. Hal ini karena mereka meluncurkan beberapa model seperti BMW X1, BMW X3, BMW X5, BMW X7, BMW Seri 5, dan BMW Seri 4. Ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2021 juga disebut menjadi salah satu ajang yang membuat penjualan BMW meningkat.

Mini

Sementara itu untuk Mini, penjualan lebih banyak ditopang oleh MINI Countryman yang telah dirakit di dalam negeri, diikuti dengan Mini 3 Door dan Mini Clubman. Dengan mengandalkan ketiga model tersebut saja sudah cukup untuk membuat penjualan Mini melonjak.

Tak hanya dari model, BMW dan Mini Indonesia juga melakukan beberapa inovasi dalam pelayanan guna menyesuaikan diri dengan perkembangan pandemi terkini. Dengan inovasi yang dilakukan maka diharapkan bisa membuat kepuasan pelanggan meningkat.

Layanan tersebut adalah layanan pick-up dan delivery services untuk situasi kritis dan darurat, Online Aftersales Update untuk penjelasan tentang mobil pelanggan menggunakan video yang mudah dipahami, dan layanan sanitasi bebas biaya untuk setiap pengiriman unit baru. BMW juga menyediakan layanan doorstep test drive sehingga pelanggan bisa melakukan test drive di rumah. [Adi/Had]

[ad_2]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close