Business is booming.

Baru Mulai Investasi Jangan Ragu Beli Saham, Ini Sederet Keuntungannya


Jakarta, IDN Times – Sebagai orang awam yang belum pernah berinvestasi saham, terjun ke dunia pasar modal dan berinvestasi mungkin begitu menakutkan untuk dilakukan. Tak ayal, segala ketakutan itu membuat kita hanya jalan di tempat dan terus ragu untuk mulai mencoba.

Namun, menurut Meilando Pringgadani, seorang konsultan dan investor saham, ada banyak sekali keuntungan yang bisa diperoleh seseorang dari berinvestasi atau trading saham. Bahkan, keuntungan itu banyak di antaranya tidak bisa diperoleh dari sekedar menabung di bank.

Berikut beberapa keuntungan di antaranya:

Baca Juga: Banjir Sentimen untuk Pasar Saham Pekan Depan, Lirik Saham-saham Ini! 

1. Menjadi bagian dari sebuah bisnis

Baru Mulai Investasi Jangan Ragu Beli Saham, Ini Sederet KeuntungannyaIlustrasi penurunan nilai (IDN Times/Arief Rahmat)

Meilando menjelaskan bahwa keuntungan pertama yang bisa diperoleh seseorang dari mengucurkan dana investasi ke saham adalah membuat investor secara langsung menjadi bagian dari sebuah bisnis tanpa perlu mengurusi orang.

“Maksudnya begini, kalau kita membeli satu lot saja saham suatu emiten, itu secara definisi kita sudah menjadi bagian pemilik dari perusahaan tersebut sehingga kita sudah berhak untuk datang ke rapat umum pemegang saham, kita sudah berhak mendapatkan pembagian keuntungan yang disebut deviden, dan segala macam itu,” katanya kepada IDN Times, Senin (30/11/2020).

2. Pengembalian yang lebih tinggi

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Baru Mulai Investasi Jangan Ragu Beli Saham, Ini Sederet KeuntungannyaIlustrasi Harga Saham Naik (Bullish) (IDN Times/Arief Rahmat)

Dibandingkan menabung, berinvestasi di pasar saham akan jauh lebih menguntungkan dalam jangka panjang, kata Meilando. Itu mungkin terjadi karena pengembalian dari investasi saham umumnya lebih tinggi dari inflasi, jelasnya.

“Di pasar modal juga akan kita dapatkan potential return yang menarik, yang itu jauh di atas tingkat inflasi. Jadi jauh lebih banyak daripada yang kita dapatkan kalau kita beli misalnya deposito atau tabungan, atau government bond. Kemudian kita akan mendapatkan efek bunga berbunga yang disebut Compound Annual Growth Rate,” paparnya.

Baca Juga: Saham-saham BUMN Mulai Pulih setelah Ada Intervensi Pemerintah





Source link