Lifestyle

Bantuan Mengalir ke Desa-desa di Nepal yang Dilanda Gempa

Bantuan pada hari Senin (6/11) mulai mengalir ke desa-desa di pegunungan barat laut Nepal yang rata dengan tanah akibat gempa bumi kuat selama akhir pekan, Sementara itu, penduduk desa sibuk menggali puing-puing rumah mereka yang runtuh untuk menyelamatkan barang-barang mereka yang tersisa.

Gempa berkekuatan 5,6 itu terjadi hanya beberapa menit sebelum tengah malam pada hari Jumat, menewaskan 157 orang, melukai banyak orang dan menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

Survei Geologi AS menyebutkan gempa terjadi pada kedalaman 18 kilometer. Pusat Penelitian dan Pemantauan Gempa Bumi Nasional Nepal mengonfirmasi bahwa pusat gempa berada di Jajarkot, sekitar 400 kilometer dari timur laut ibu kota, Kathmandu.

Pihak berwenang pada hari Senin terus melakukan upaya untuk membawa makanan dan perbekalan lainnya, tenda dan obat-obatan ke desa-desa terpencil, yang banyak di antaranya hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki. Jalan juga terhalang tanah longsor akibat gempa. Sejumlah tentara terlihat berusaha membersihkan jalan-jalan yang diblokir.

Polisi mengemas bahan bantuan untuk dibagikan kepada para penyintas gempa di Distrik Jajarkot, barat laut Nepal, Senin, 6 November 2023. (AP/Niranjan Shrestha)

Tim SAR mengatakan pada hari Senin bahwa bagian pertama dari misi mereka untuk menyelamatkan para penyintas, memberikan perawatan kepada korban luka dan mencari mayat, telah berakhir.

“Sekarang kami sedang mengerjakan tahap kedua untuk mendistribusikan bahan bantuan, memberikan bantuan kepada penduduk desa, dan pada saat yang sama kami mengumpulkan rincian mengenai kerusakan yang terjadi,” kata pejabat pemerintah Harish Chandra Sharma.

Pusat Operasi Darurat Nasional di Kathmandu menyebutkan, selain 157 orang tewas, sedikitnya 256 orang luka-luka dan 3.891 rumah rusak.
Di Chepare, penduduk desa menelusuri tumpukan batu dan kayu yang dulunya merupakan rumah mereka pada hari Senin, mencari apa saja yang bisa mereka selamatkan.

“Sebagian besar milik kami ada di bawah reruntuhan, semua tempat tidur, pakaian, perhiasan dan uang apa pun yang kami miliki, semuanya ada di bawah sana,” kata Nirmala Sharma sambil menunjuk rumahnya yang hancur.
Ia mengatakan mereka mendapat tenda dan makanan pada Minggu malam. Pihak berwenang mendistribusikan beras, minyak, mie instan dan garam di desa tersebut, untuk keperluan beberapa hari.

Korban selamat mencari barang-barang mereka dari rumah-rumah yang rusak akibat gempa di Distrik Rukum, barat laut Nepal, Senin, 6 November 2023. (AP/Niranjan Shrestha)

Korban selamat mencari barang-barang mereka dari rumah-rumah yang rusak akibat gempa di Distrik Rukum, barat laut Nepal, Senin, 6 November 2023. (AP/Niranjan Shrestha)

Terpal dan lembaran plastik dijadikan tempat berlindung sementara bagi segelintir orang yang beruntung, sementara ribuan lainnya menghabiskan malam ketiga dalam cuaca dingin.

Mina Bika mengatakan keluarganya sedang tidur pada Jumat malam ketika langit-langit rumah runtuh dan mengubur mereka. Seorang kerabat menyelamatkan mereka. Suaminya terluka parah dan dibawa ke rumah sakit di kota Surkhet sementara ia dan kedua putranya hanya mengalami luka ringan.

“Rasanya seperti dunia telah runtuh dan saya tidak yakin apakah ada orang yang selamat dan dapat membantu,” katanya.

Sebagian besar rumah di desa-desa di distrik Jajarkot dan Rukum – dimana rumah-rumah secara tradisional dibangun dengan menumpuk batu dan kayu – roboh atau rusak parah, namun beberapa bangunan yang terbuat dari beton juga rusak.

Setelah rapat Kabinet pada hari Minggu, Menteri Komunikasi Rekha Sharma mengatakan kepada wartawan bahwa penyediaan makanan dan pendirian tempat penampungan sementara adalah fokus utama upaya pemerintah saat ini sambil juga menyusun rencana untuk membangun kembali rumah-rumah yang rusak.

Gempa yang terjadi pada Jumat malam juga terasa di ibu kota India, New Delhi, yang berjarak lebih dari 800 kilometer.

Gempa bumi biasa terjadi di pegunungan Nepal. Gempa bumi berkekuatan 7,8 pada tahun 2015 menewaskan sekitar 9.000 orang dan merusak sekitar 1 juta bangunan. [ab/uh]

Sumber Berita

Apa Reaksimu?

Lainnya Dari BuzzFeed