Connect with us

INDONESIA

Bahayakan Cagar Budaya, Pengeboran Dasar Sungai Poso Harus Dihentikan

Bahayakan Cagar Budaya, Pengeboran Dasar Sungai Poso Harus Dihentikan


Sekelompok orang yang tergabung dalam Aliansi Penjaga Danau Poso (APDP) mendesak PT Poso Energy untuk menghentikan kegiatan pengeboran batuan di Sungai Poso. Kegiatan pengeboran itu diyakini akan berdampak pada rusaknya kelestarian cagar budaya Gua Pamona yang berada di pinggir sungai.

“Kami turun saat ini untuk mengingatkan jangan lakukan itu, karena watu moali itu berhubungan dengan Gua Pamona,” kata Yombu Wuri dalam orasinya ketika melakukan demonstrasi di Tentena, Kabupaten Poso, Jumat (19/2) siang.

Yombu Wuri (memegang mic) saat sedang berorasi di pertigaan jalan jembatan Tentena mendesak dihentikannya kegiatan pengeboran bebatuan di dasar sungai Poso. Jumat (19/02/21). (Foto: VOA/Yoanes Litha)

Yombu Wuri (memegang mic) saat sedang berorasi di pertigaan jalan jembatan Tentena mendesak dihentikannya kegiatan pengeboran bebatuan di dasar sungai Poso. Jumat (19/02/21). (Foto: VOA/Yoanes Litha)

Watu moali dalam bahasa setempat berarti batu berukuran lebar dan besar menyerupai tikar yang terbentang di dasar Sungai Poso. Sedangkan PT Poso Energy adalah sebuah perusahaan yang mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso 1 dan Poso 2.

“Kami melihat kegiatan ini semakin menakutkan, kami melihat kegiatan ini semakin memprihatinkan, kami melihat kegiatan ini semakin mengerikan, kami melihat watu moali mulai dibor,” seru pria berusia 64 tahun itu. Menurutnya watu moali merupakan atap dari bagian rongga Gua Pamona yang berada di bawah dasar Sungai Poso.

Gua Pamona merupakan peninggalan dari tradisi penguburan gua kuno. Balai Pelestarian Cagar Budaya Gorontalo menyebutkan gua tersebut merupakan gua alam yang terbentuk dari batuan karst (bukit kapur). Gua itu memiliki rongga yang besar serta memiliki stalaktit dan stalakmit yang sebagian besar masih aktif untuk membentuk pilar gua yang baru.

Cagar Budaya Gua Pamona di kelurahan Pamona, Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Situs ini dilindungi Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya. Jumat (19/02/21). (Foto: VOA/Yoanes Litha)

Cagar Budaya Gua Pamona di kelurahan Pamona, Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Situs ini dilindungi Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya. Jumat (19/02/21). (Foto: VOA/Yoanes Litha)

Rongga gua memiliki panjang kurang lebih 100 meter dan rongga di dalamnya terbagi kurang lebih lima rongga yang membentuk menyerupai ruang kamar. Setiap rongga tersebut tidak tertutup, kemungkinan masih memiliki sejumlah rongga lainnya yang tidak bisa dicapai disebabkan oleh luasnya gua dan terbatasnya peralatan penelusuran gua, serta penerangan di dalam gua.

Bukti dan sisa-sisa aktivitas penguburan di dalam Gua Pamona yang masih dapat ditemukan saat ini hanya berupa sebaran anatomi kerangka manusia, beberapa fragmen kayu yang diduga bagian wadah kubur, cangkang keras serta temuan manik-manik yang berasosiasi dengan beberapa bagian rangka dan gigi manusia.

Keprihatinan serupa juga disampaikan Ketua Umum Majelis Sinode GKST Sulteng Pendeta Jetroson Rense. Kepada VOA ia mengatakan pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada PT Poso Energy pada 16 Februari 2021 yang meminta perusahaan untuk menghentikan kegiatan pengeboran. Menurutnya di awal pengerjaan pengerukan Sungai Poso, sosialisasi yang dipaparkan oleh perusahaan itu adalah melakukan pengerukan sedimen pasir dan lumpur demi lancarnya pergerakan air, bukan penghancuran batu-batu di dasar sungai.

Bendungan PLTA Poso 1 di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Selasa (24/11/2020). (Foto: VOA/Yoanes Litha)

Bendungan PLTA Poso 1 di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Selasa (24/11/2020). (Foto: VOA/Yoanes Litha)

“Berdasarkan hal tersebut diatas, Majelis Sinode meminta kepada pimpinan PT. Poso Energy untuk menghentikan pemboran batu-batu di area Gua Pamona,” kata Ketua Umum Majelis Sinode GKST Sulteng Jetroson Rense, Kamis (18/2).

Menurutnya batu-batu di dasar danau/sungai area Gua Pamona patut diduga memiliki keterkaitan erat dengan batu-batu dinding Gua Pamona yang bila tidak diperhitungkan dengan baik akan berdampak pada kerusakan terhadap situs cagar budaya itu.

Di hari yang sama, Pejabat Pelaksana Harian Bupati Poso, Yan Edward Guluda, menjelaskan pemerintah Kabupaten Poso melalui Dinas Lingkungan Hidup sedang melakukan peninjauan di lokasi untuk mencari tahu kebenaran adanya aktivitas pengeboran batu berdasarkan laporan yang diterima dari Majelis Sinode GKST.

Bendungan PLTA Poso 1 di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Selasa (24/11/2020). (Foto: VOA/Yoanes Litha)

Bendungan PLTA Poso 1 di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Selasa (24/11/2020). (Foto: VOA/Yoanes Litha)

“Nah atas surat itu saya sudah perintahkan saya sudah lakukan penugasan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Poso untuk melakukan peninjauan di lokasi. Apabila itu benar dilakukan itu berarti terjadi kesalahan karena kesepakatan yang dilakukan Poso Energy bersama Pemerintah Daerah bahwa yang akan dikeluarkan dari dasar sungai itu hanya sedimen-sedimen yang membuat danau itu menjadi dangkal,” kata Yan Edward Guluda.

Sesuai Kajian Teknis

PT Poso Energy, Sabtu (20/2), mengatakan telah mengirimkan surat balasan kepada GKST. Dalam surat per tanggal 17 Februari itu dijelaskan, kegiatan pengeboran investigasi dilakukan untuk mengetahui ketebalan batuan outlet (saluran keluar) Danau Poso. Data yang diperoleh bermanfaat sebagai data dasar perencanaan untuk pengembangan area dredging (pengerukan) Sungai Poso. Kegiatan pengeboran dilakukan selama 2 minggu 5 hari berturut-turut pada Sta 0+800 hingga Sta 0+900. Kegiatan itu diklaim sudah melalui kajian teknis geologi.

etugas dari PT. Poso Energy yang sedang melakukan kegiatan pengeboran dari atas sebuah perahu ponton tidak jauh dari situs cagar budaya Gua Pamona drilling indari atas kapal. Jumat (19/02/21). (Foto: VOA/Yoanes Litha)

etugas dari PT. Poso Energy yang sedang melakukan kegiatan pengeboran dari atas sebuah perahu ponton tidak jauh dari situs cagar budaya Gua Pamona drilling indari atas kapal. Jumat (19/02/21). (Foto: VOA/Yoanes Litha)

“Dalam pelaksanaan pengeboran soft rock sungai seperti yang terlihat di sekitar Gua Pamona saat ini adalah bukan untuk kegiatan blasting (peledakan) seperti yang diberitakan di berbagai media,” jelas PT Poso Energy dalam surat yang ditandatangani Direktur Utama Achmad Kalla.

Perusahaan berharap dapat mengadakan pertemuan yang melibatkan berbagai pihak agar Poso Energy dapat menjelaskan secara rinci data teknis geologi dan pelaksanaan penataan Sungai Poso di area sekitar Gua Pamona yang dikhawatirkan.

Poso Energy melakukan kegiatan penataan Sungai Poso sejak 2019 yang bertujuan untuk meningkatkan debit air bagi kepentingan operasional dua PLTA di wilayah itu. Kegiatan tersebut akan mengeluarkan sekitar 2,5 juta meter kubik material pasir dan lumpur dari dasar sungai sepanjang 12,8 kilometer. [yl/ah]



Source link

Advertisement
Click to comment

INDONESIA

BMKG memperingatkan banjir bandang menyusul gempa Malang

BMKG memperingatkan banjir bandang menyusul gempa Malang


Semoga mereka tetap waspada terhadap potensi tanah longsor dan banjir bandang jika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sebagai akibat dari dampak gempa kuat selanjutnya.

Jakarta (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah gempa di Jawa Timur mewaspadai potensi longsor dan banjir pascagempa 6,7 ​​SR.

“Semoga mereka tetap waspada terhadap potensi longsor dan banjir bandang jika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akibat dampak gempa dahsyat berikutnya,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers online di Jakarta, Sabtu.

Gempa berkekuatan 6,0 dianggap mampu membuat lereng atau batuan menjadi rapuh dan dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi, termasuk tanah longsor dan banjir bandang, jelasnya.

Dia teringat gempa bumi berkekuatan 4,1 yang melanda Nusa Tenggara Timur satu hari sebelum hujan lebat turun di provinsi itu.

“Kami khawatir jika hujan turun di daerah yang terkena gempa, maka akan memicu longsor dan banjir bandang,” ujarnya.

Beberapa kabupaten di Jawa Timur seperti Jombang, Mojokerto, Pasuruan, Bondowoso, Jember, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Gresik, Lamongan, Madiun, Nganjuk, Probolinggo, Tulungagung, Ponorogo, dan Pasuruan berpotensi mengalami hujan deras , dia menambahkan.

Gempa berkekuatan 6,7 skala Richter melanda kabupaten Malang, Jawa Timur pada pukul 2 siang waktu setempat pada hari Sabtu, tetapi tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pusat gempa terletak 90 kilometer barat daya Kabupaten Malang pada kedalaman 25 kilometer, katanya.

Gempa yang berlangsung selama 37 detik itu juga dirasakan masyarakat di sejumlah kabupaten di Jawa Timur, termasuk Kediri, tambah badan tersebut. (INE)

Berita Terkait: Blitar: Beberapa bangunan rusak akibat gempa berkekuatan 6,7 skala Richter

Berita Terkait: Enam tewas, satu luka berat dalam gempa Malang

DIEDIT OLEH INE

Continue Reading

INDONESIA

Bandara Ngurah Rai Bali meluncurkan tes alat pernafasan COVID

Bandara Ngurah Rai Bali meluncurkan tes alat pernafasan COVID


Bandara Internasional Ngurah Rai merupakan bandara kelima yang menerapkan GeNose setelah bandara internasional Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, bandara Husein Sastranegara di Bandung, bandara internasional Yogyakarta, dan bandara Juanda di Suraba.

Jakarta (ANTARA) – GeNose, alat bantu pernapasan COVID-19 yang dikembangkan oleh ilmuwan Indonesia, awalnya dapat digunakan di bandara internasional Ngurah Rai Bali untuk menyaring pelancong, kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. “Bandara Internasional Ngurah Rai merupakan bandara kelima yang mengimplementasikan GeNose setelah bandara internasional Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, bandara Husein Sastranegara di Bandung, bandara internasional Yogyakarta, dan bandara Juanda di Surabaya pada 1 April (2021),” kata Sumadi dalam sambutannya. siaran pers di sini pada hari Sabtu.

Ia berterima kasih dan memuji Pemprov Bali dan PT Angkasa Pura 1 yang telah membantu pelaksanaan layanan GeNose di bandara Ngurah Rai.

“Layanan GeNose telah diuji. Sebanyak lima ratus ribu penumpang kereta api telah menggunakan dan mengaku merasa lebih nyaman karena lebih murah, tidak sakit, dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi, ”kata Menkeu.

Penumpang hanya perlu membayar Rp40.000 untuk tes GeNose C-19 di bandara Ngurah Rai, katanya. Tempat pengujian terletak di area umum terminal kedatangan dan beroperasi dari jam 9 pagi hingga 7 malam waktu setempat.

Pelaksanaan uji GeNose di sarana transportasi, seperti bandara, merupakan tindak lanjut, sesuai surat Satgas (No.12 / 2021) terkait perjalanan domestik di tengah pandemi COVID-19, diubah menjadi surat Kementerian Perhubungan No. 26/2021 tentang pedoman perjalanan domestik dengan pesawat selama pandemi COVID-19. (INE)

Berita Terkait: Perlu GeNose di pabrik untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi: menteri

Berita Terkait: Pesantren At Taujieh Al Jawa Tengah menggunakan GeNose

DIEDIT OLEH INE

Continue Reading

INDONESIA

Blitar: Beberapa bangunan rusak akibat gempa berkekuatan 6,7 skala Richter

Blitar: Beberapa bangunan rusak akibat gempa berkekuatan 6,7 skala Richter


Blitar, Jawa Timur (ANTARA) – Beberapa bangunan di Kabupaten Blitar, Jawa Timur mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan 6,7 skala Richter pada Sabtu sore.

“Sejumlah rumah di beberapa kecamatan (rusak akibat gempa). Kami sedang mendata (jumlah bangunan yang rusak),” kata juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Achmad Cholik, Sabtu. .

Bangunan itu berada di Kecamatan Binangun, Kesamben, Wates, Lodoyo, dan Wlingi, tambahnya.

Gempa dahsyat tersebut merusak beberapa rumah dan fasilitas umum, termasuk kantor Pemkab Blitar, masjid, dan gedung sekolah, katanya.

Gempa bumi melanda kabupaten Malang, Jawa Timur pada pukul 2 siang waktu setempat pada hari Sabtu, tetapi tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pusat gempa terletak 90 kilometer barat daya Kabupaten Malang, pada kedalaman 25 kilometer, katanya.

Gempa itu berlangsung selama 37 detik, badan itu menambahkan.

Hal itu juga dirasakan masyarakat di sejumlah kabupaten di Jawa Timur, antara lain Kediri, Malang, Gresik, dan Surabaya (INE).

Berita Terkait: Enam tewas, satu luka berat dalam gempa Malang

Berita Terkait: Gempa berkekuatan 6,7 melanda Kabupaten Malang di Jawa Timur

DIEDIT OLEH INE

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close