Business is booming.

Avanza Kalah dari Brio di Pertarungan Mobil Terlaris dengan Selisih Tipis – Berita Otomotif


JAKARTA – Toyota Avanza terkonfirmasi memang kalah dari Honda Brio dalam perebutan status mobil terlaris di Indonesia pada 2020. Pertarungan antara keduanya diakhiri dengan selisih tipis.

Seperti diketahui, Honda Brio diklaim oleh sang pabrikan sebagai mobil terlaris di Indonesia pada 2020. Capaian ini adalah sejarah bagi Honda karena untuk pertama kalinya mobil dari merek tersebut mendapatkan status terlaris se-Tanah Air.


Pada 2019, daftar mobil terlaris di Indonesia dipuncaki oleh Toyota Avanza. Bahkan, kendaraan di segmen low multi purpose vehicle (LMPV) tersebut menempatinya sejak 2006.

Avanza ternyata memang benar takluk dari Brio tahun lalu. Volume penjualan retail (distribusi dari dealer ke konsumen) dari ‘saudara kembar’ Daihatsu Xenia ini, menurut keterangan resmi Toyota mengenai capain penjualan 2020 pada Selasa (19/1/2021), adalah 40.728 unit.


Adapun transaksi jual – beli Brio secara retail, menurut penjelasan eksekutif Honda dalam konferensi pers virtual sehari sebelumnya, adalah 43.021 unit. Artinya, perbedaan penjualan antara keduanya hanyalah 2.293 unit atau rata-rata sekitar 191 unit per bulan.

Brio, menurut Honda, bisa menjadi yang terlaris karena situasi pandemi turun memicu konsumsi dari pembeli mobil pertama, juga terjadinya tren penurunan penjualan LMPV.

Tentu saja, baik Avanza maupun Brio menjadi kontributor penjualan utama bagi masing-masing merek. Sang LMPV menyumbangkan 22,3 persen terhadap total penjualan Toyota, sementara si city car berkontribusi lebih signifikan bagi Honda yakni 54,15 persen.

Kekalahan Avanza, di sisi lain tidak menghalangi Toyota untuk tetap menjadi merek mobil terlaris di seluruh Nusantara pada 2020. Penjualan retail mereka padahal sudah turun drastis 44,81 jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year), dari 331.004 unit menjadi 182.665 unit.


Penjualan mobil baru pada 2020 sendiri amat terganggu oleh pandemi Corona. Bagaimana tidak, penjualan retail menurut keterangan resmi Daihatsu maupun Honda beberapa waktu lalu hanya kisaran 578 ribu unit atau turun sekitar 45 persen year on year, dari sebelumnya 1,043 juta unit.

Pada 2021, kondisi pasar otomotif berada di antara optimisme dan ketidakpastian situasi pandemi, jika mengacu pada pemaparan berbagai pabrikan di konferensi pers virtual akhir tahun lalu. Gaikindo sebagai asosiasi resmi yang menaungi merek-merek mobil global di negeri ini sementara waktu mematok target penjualan 750 ribu unit. [Xan/Ari]