Connect with us

Olahraga

Aslan Karatsev Bungkam Lorenzo Musetti Di Monte Carlo

Aslan Karatsev Bungkam Lorenzo Musetti Di Monte Carlo


Berita Tenis: Sebelum turnamen, Stefanos Tsitsipas memprediksi Lorenzo Musetti akan menjadi lawan pertamanya di Monte Carlo Open, tetapi Aslan Karatsev memiliki ide lain.

Mengawali turnamen Masters 1000, Monte Carlo Open musim 2021, petenis berkebangsaan Rusia tampil cukup meyakinkan meskipun sempat terganggu akibat hujan ketika memetik kemenangan 6-3, 6-4 atas petenis berkebangsaan Italia, Lorenzo Musetti.

Petenis peringkat 29 dunia mengawali pertandingan dengan cukup cepat, tetapi momentumnya tertahan pada kedudukan 4-3 di set pertama setelah pertandingan ditunda selama hampir 4 jam akibat hujan.

Ketika kedua petenis kembali ke lapangan, petenis berkebangsaan Rusia mengklaim dua game terakhir untuk memenangkan set pertama.

Juara di Dubai musim 2021 mengamankan keempat break point yang ia hadapi dan tampil dengan permainan agresif di sepanjang laga yang bertahan selama 88 menit. Di game terakhir yang impresif, ia menetralisir servis Musetti dengan pengembalian yang bertenaga dan menembakkan backhand menyilang, winner ke-23 petenis berkebangsaan Rusia di pertandingan tersebut, demi menyegel kemenangan.

“Itu pertandingan yang benar-benar ketat bagi saya sebagai pertandingan pertama saya di clay-court dengan kondisi cuaca yang tidak kondusif,” ungkap Karatsev.

“Kami mengawali pertandingan pada pagi hari dan saya mengawalinya dengan cukup baik. Saya mematahkannya, lalu lapangan semakin berat, begitu pun bolanya. Sungguh sulit untuk bertanding melawan Musetti. Ia benar-benar bugar, banyak berlari, dan mengembalikan semua bola. Jadi, anda harus membangun dan menutup poin oleh diri anda sendiri.”

Petenis berusia 27 tahun, Karatsev tampil untuk kali pertama di turnamen ATP yang digelar di clay-court pada pekan ini. Petenis yang mengantongi dua gelar ajang Challenger yang digelar di clay-court selanjutnya akan berhadapan dengan petenis unggulan keempat, Tsitsipas untuk kali pertama.

Di aksi lain, petenis berkebangsaan Spanyol, Alejandro Davidovich Fokina menumbangkan petenis berkebangsaan Australia, Alex De Minaur dengan 6-4, 7-6 dan membukukan laga babak kedua Monte Carlo Open melawan rekan senegara Musetti sekaligus petenis unggulan kedelapan, Matteo Berrettini. Davidovich Fokina mengamankan enam dari delapan break point yang ia hadapi demi menyamakan kedudukan pada head to head mereka dengan 1-1.

Rekan senegara De Minaur, John Millman bernasib lebih mujur setelah mengaramkan petenis berkebangsaan Perancis, Ugo Humbert dengan 6-3, 6-3.

Di babak kedua Monte Carlo Open, Millman akan bertemu Felix Auger Aliassime atau Cristian Garin. Pertandingan kedua petenis terpaksa ditunda karena hujan ketika Auger Aliassime unggul 4-2 di set pertama.

Artikel Tag: Tenis, Monte Carlo Open, Aslan Karatsev, Lorenzo Musetti, Alejandro Davidovich Fokina





Source link

Advertisement
Click to comment

Olahraga

Eks Persib Bandung, Farshad Noor Beri Kode Untuk Arema FC

Eks Persib Bandung, Farshad Noor Beri Kode Untuk Arema FC


Berita Liga 1 Indonesia: Didepak Persib Bandung karena tak mampu menunjukkan penampilan terbaik di turnamen Piala Menpora 2021, gelandang asal Afganistan, Farshad Noor belum kapok untuk meneruskan karir di Indonesia.

Setelah resmi dilepas Persib Bandung, jebolan akademi PSV Eindhoven itu masih berstatus tanpa klub. Meski begitu ia memilih tetap bertahan di Indonesia. Baru-baru ini dia sempat membuat kehebohan lewat unggahan di akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahannya, dia menuliskan kata “soon: dengan diikuti emoji kepala singa. Nah, klub yang memiliki logo kepala singa di tanah air hanya Arema FC. Karena itu, banyak yang berspekulasi Farshad Noor akan berseragam Singo Edan. Apalagi saat ini tim kebanggaan Aremania dan Aremanita itu memang belum memiliki pemain asing Asia.

Meski tidak blak-blakan terkait kemungkinannya untuk bergabung dengan Arema FC, dia mengakui bahwa masih punya niat untuk melanjutkan karir di Indonesia. Apalagi saat ini kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2021/2022 tengah disusun dan direncanakan mulai bergulir pada 3 Juli.

“Saya ingin bermain dan sukses di Indonesia,” katanya seperti dikutip laman Jawa Pos.

Hal itu belum terwujud saat dia berseragam Persib Bandung. Karena itu, dia ingin mewujudkannya bersama klub lain di Indonesia. Lalu, apakah klub itu Arema FC? Farshad belum bisa memastikan.

“Yang jelas, saya masih menunggu tawaran dari klub Liga 1,” kata mantan kapten timnas Afganistan itu.

Sejatinya, Farshad Noor tidak sepi peminat. Ada saja tawaran yang datang kepadanya. Namun sebagian besar masih dari klub luar Indonesia.

Sejauh ini, dia masih memprioritaskan tawaran dari klub Indonesia. Itu pula alasan yang membuatnya masih bertahan di Bandung. Selama di Indonesia, dia tetap bisa bertahan hidup. Sebab, dia masih menerima banyak job menjadi model ataupun endorse di media sosialnya.

Singo Edan sendiri saat ini belum memiliki pemain asing. Mereka sudah melakukan negosiasi dengan dua pemain asal Brasil, Arthur Cunha dan Jacsson Antonia. Namun keduanya belum resmi bergabung.

Artikel Tag: persib bandung, Farshad Noor, Liga 1, arema fc





Source link

Continue Reading

Olahraga

Petra Kvitova Tumbangkan Magda Linette Di Roma

Petra Kvitova Tumbangkan Magda Linette Di Roma


Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Ceko, Petra Kvitova harus menghadapi laga menantang ketika mengawali Italian Open di Roma musim 2021 melawan petenis berkebangsaan Polandia.

Setelah kehilangan set pertama melawan Magda Linette dalam waktu 30 menit, petenis unggulan ke-11 menemukan cara untuk mengukir kemenangan 1-6, 6-0, 6-2 dalam waktu 95 menit.

Memasuki babak pertama Italian Open dengan mengantongi keunggulan 2-0 melawan Linette dengan hanya kehilangan delapan game di empat set, petenis berkebangsaan Ceko menemukan dirinya tertinggal satu set setelah melakukan 16 unforced error di set pertama saja.

Namun, petenis unggulan ke-11 dengan cepat kembali ke jalur yang tepat dan memenangkan sembilan game secara beruntun demi mengambil alih kontrol pertandingan. Setelah itu, ia tidak menghadapi bahaya sampai akhir pertandingan.

Linette menciptakan tiga break point di set ketiga, tetapi petenis yang telah mengantongi dua gelar Grand Slam bertahan sekuat mungkin demi keunggulan 3-0.

“Saya mengawali set pertama dengan sangat buruk. Saya hampir melewatkan semua hal. Di lapangan, bolanya juga melambung ke semua tempat. Kondisinya sedikit berangin. Saya mungkin hanya harus menggunakan semua hal,” ungkap Kvitova.

“Di awal set kedua saya akhirnya mempertahankan servis saya dan mematahkan servisnya. Saya pikir, sejak momen itu, semuanya menjadi jauh, jauh lebih baik.”

Petenis peringkat 10 dunia selanjutnya akan berduel melawan mantan petenis peringkat 2 dunia, Vera Zvonareva di babak kedua Italian Open. Petenis berkebangsaan Ceko dan petenis berkebangsaan Rusia, Zvonareva belum bertemu lagi dalam satu dekade terakhir. Mereka telah bertemu sebanyak enam kali dengan head to head di antara keduanya imbang 3-3 pada periode 2009 – 2011.

Berbeda dengan petenis unggulan ke-11, Zvonareva melalui babak pertama Italian Open tanpa banyak drama setelah ia menumbangkan petenis AS, Christina McHale dengan 6-3, 6-0.

“Melawan Vera, sudah sangat lama sejak terakhir kali kami bertemu. Ia kembali berkompetisi. Ia juga melalui babak kualifikasi, jadi, pastinya ia bisa bermain. Jadi, kita akan lihat. Akan menjadi pertandingan yang mengesankan ketika saya bertanding melawannya lagi setelah sekian lama,” tukas Kvitova.

Sementara petenis unggulan tertinggi yang ada di undian pertandingan yang sama dengan Kvitova, petenis unggulan ketiga, Simona Halep akan mengawali Italian Open dengan melawan Angelique Kerber atau Alize Cornet.

Artikel Tag: Tenis, Italian Open, Petra Kvitova, Magda Linette, Vera Zvonareva





Source link

Continue Reading

Olahraga

EPOS Pasok Perlengkapan Audio untuk Tim Esports Jerman Sprout

EPOS Pasok Perlengkapan Audio untuk Tim Esports Jerman Sprout


Berita Esports : Tim esports asal Jerman, Sprout, resmi mengumumkan kemitraan dengan perusahaan perangkat audio EPOS, di mana sebagai hasil dari perjanjian ini, perusahaan akan memasok headset dan perlengkapan audio lainnya untuk para pemain tim.

Dimulai sebagai usaha kolaborasi antara merek audio Sennheiser dan perusahaan kesehatan pendengaran tahun 2019, EPOS telah berpengalaman menjalin kerjasama di industri esports.

Dilansir Esports Insider, perusahaan perangkat audio tersebut memiliki BLAST Premier, OverActive Media, ESL Australia, dan tim balap sim F1 Aston Martin Cognizant sebagai mitra mereka.

“Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan Sprout sebagai mitra audio resmi. Dalam memberikan bobot penuh dari teknik, teknologi, dan portofolio kami yang luar biasa di belakang tim, kami akan mengangkat tim itu ke tingkat permainan kompetitif berikutnya, melalui keterlibatan total dan akurasi tak tertandingi dalam audio dan komunikasi,” ujar Steven Smith, VP of Global Sales Gaming EPOS mengenai kemitraan, dilansir Esports Insider.

Sementara Sven Thomas, Executive Manager Sprout menambahkan, bermitra dengan perusahaan perangkat tersebut, memungkinkan pihaknya memanfaatkan potensi penuh para pemain melalui produk mereka.

“Dengan EPOS, kami memiliki mitra yang sempurna untuk memenuhi permintaan auditory dari tim esports profesional. Kami ingin menyajikan pemain kami solusi terbaik untuk memanfaatkan potensi penuh mereka. Sekarang kami dapat mendukung ini (rencana) dengan produk inovatif,” tutur Sven, dilansir Esports Insider.

Menyusul kemitraan ini, sang perusahaan perangkat audio menambah panjang daftar mitra komersial Sprout, bergabung dengan noblechairs, Caseking, Skinport, AMD, dan Endgame Gear.

Artikel Tag: EPOS, Sprout, Esports, Aston Martin Cognizant





Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close