Connect with us

HEADLINE

Asal Muasal Orang Indonesia Mengonsumsi Susu di Era Kolonial

Asal Muasal Orang Indonesia Mengonsumsi Susu di Era Kolonial

[ad_1]

Budaya Eropa khususnya Belanda, memiliki pengaruh kuat sebagai faktor pendorong masuknya susu ke Hindia Belanda. Tidak hanya itu, karena budaya Eropa-lah susu menjadi bagian dari kebutuhan pangan orang-orang Indonesia hingga saat ini.

Orang Eropa khusunya Belanda pada umumnya memang memilki tradisi gembala, selain itu kualitas susu dari sapi perah Belanda juga baik. Masyarakat Belanda juga memiliki kebiasaan mengonsumsi sapi perah, hal yang berbeda jauh dengan budaya Nusantara saat itu.

Saat zaman kolonial, susu merupakan sajian yang sangat tidak akrab di lidah orang Indonesia. Mereka menganggap susu sebagai sajian yang menjijkan dan tidak untuk dikonsumsi, hal ini diungkapkan oleh sejarawan makanan, Fadly Rahman.

“Orang pribumi dulu menganggap bahwa susu sama halnya dengan darah, sama dengan nanah yang ada di dalam tubuh hewan yang menjijikan untuk dikonsumsi,” jelas pria yang juga menjabat sebagai dosen Departemen Sejarah Universitas Indonesia (UI) dikutip dari Kompas.

Fakta tersebut tidak terjadi begitu saja, ada alasan mengapa masyarakat Nusantara saat itu tidak terbiasa memamfaatkan susu sebagai bahan pangan. Hal ini dilihat dari kebudayaan masa lampau beberapa kawasan di Asia yang merupakan negara agraris, seperti China Selatan dan beberapa kawasan di Asia Tenggara.

Susu di Indonesia: Dari Minuman Terlarang hingga Penyempurna Gizi

Masyarakat di kawasan ini tidak memiliki tradisi menggembala. Mereka hanya fokus dengan bertani dan memamfaatkan hasil dari usaha bercocok tanam. Kesaksiaan ini diungkapkan oleh seorang Eropa, yaitu Gubernur Jenderal Inggris, Thomas Stamford Raffles, dalam bukunya The History of Java.

Dirinya menyatakan jika orang pribumi–khususnya Jawa–tidak memanfaatkan susu dari kerbau dan sapi. Dalam buku tersebut Raffles mengungkapkan, jika orang pribumi tepatnya orang Jawa, melihat kerbau sebagai hewan yang hanya bisa dimanfaatkan tenaganya saja, yaitu untuk membajak sawah.

Maka dari itu jumlah sapi perah di Hindia Belanda yang dapat menghasilkan susu dengan kualitas baik sangat rendah. Hal tersebut mendorong pemerintah Kolonial untuk membudidayakan susu di Indonesia dengan mengimpor sapi perah dari India, Belanda, dan Australia, pada abad ke 19 dan 20.

Salah satu daerah dan yang pertama kedatangan sapi perah impor adalah kawasan Lembang, Bandung. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan orang Eropa kala itu. Ketika itu, susu memang ditunjukan hanya untuk konsumsi oleh bangsa Eropa bukan untuk kaum pribumi.

“Lembang memiliki kondisi iklim yang sangat mendukung kemudian banyak pemukiman orang Eropa juga dari arah Kecamatan Dago, Jalan Setiabudi dan Lembang, Bandung karena cuacanya sesuai dengan di Belanda,” papar Fadly.

Menurut catatan sejarah, pada tahun 1938 di wilayah Bandung terdapat 22 usaha pemerahan susu dengan produksi 13.000 liter susu per hari. Hasil produksi susu ini ditampung oleh Bandoengsche Melk Centrale (B.M.C) untuk diolah sebelum disalurkan kepada para langganan di dalam maupun di luar kota.

“Direktur B.M.C dengan nada sedikit sombong menulis: Vergeet U niet, dat er in geheel Nederlandsch Oost – Indie slechts een Melk centrale is, en dat is de Bandoengsche Melkcentrale (Anda jangan lupa, bahwa di seantero Nusantara ini cuma ada satu pusat pengolahan susu dan itu adalah Bandoengsche Melk Centrale,” jelas Achmad Sunjayadi, pengajar program studi Belanda Universitas Indonesia.

Berbagai upaya jadikan susu panganan masyarakat Nusantara

Pada masa itu, susu memang hanya dikonsumsi oleh masyarakat Belanda, selain distribusinya yang terbatas waktu itu, orang menggunakan susu untuk memasak kari sebelum digantikan santan kelapa. Karena itulah susu hanya dikonsumsi oleh masyarakat Belanda dan kaum elite di Indonesia.

“Jadi pada waktu itu, orang Belanda yang mempunyai usaha peternakan sapi perah itu kaya raya, bahkan makmur. Jadi peternakan (sapi perah) di Indonesia itu awalnya memasok susu ke militer untuk memberi asupan nutrisi bagi tentara Belanda,” ucap Hendro Harijogi Peodjono Direktur dan Corporate Affairs and Agro Blue Waves Group, Singapore.

Namun memang, lambat laun banyak orang Indonesia dari kalangan menengah ke atas, seperti kaum priayi, atau mereka yang memiliki latar belakang pendidikan dan bisa membaca serta menerima informasi dari bahasa Belanda, perlahan mengetahui jika susu memiliki banyak kandungan gizi.

Bukan hanya susu, orang Indonesia dari kaum priayi, kaum terpelajar, dan masyarakat menengah ke atas, juga mengkonsumsi makanan olahan dari susu, misalnya keju dan mentega. Mereka memang sengaja mengkonsumsi bahan makanan yang berbahan dasar susu sebagai kebutuhan pangan sehari-hari.

Mengenal Susu Beras yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan

“Tapi masyarakat kita (golongan bawah) masih menganggap susu adalah minuman yang hanya dikonsumsi oleh orang kulit putih (Belanda), serta golongan tertentu yang berkuasa. Sehingga muncul anekdot jika mau berkuasa, maka minumlah susu,” ucap Sunjayadi.

Salah satu cara untuk mempromosikan susu kepada masyarakat berasal dari iklan yang disebarkan lewat media massa saat itu. Iklan-iklan susu dan produk olahan dari susu dikemas dengan sangat menarik.

Salah satunya iklan Melkerij “Petamboeran” yang merupakan peternakan tertua dan terbesar di Petamburan, Palmerah, Jakarta Barat. Iklan tersebut memperlihatkan bahwa para turis (orang Eropa) tak perlu khawatir, karena di Hindia juga tersedia minuman susu yang bisa mereka konsumsi.

“Iklan-iklan dalam koran dan majalah ikut mempropagandakan untuk minum susu. Ketika industri periklanan sudah makin berkembang di masa akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20, salah satu yang dipropagandakan dan sering dilontarkan ke media masa adalah dorongan masyarakat untuk minum susu,” ujar Fadly.

Empat sehat lima sempurna hanya slogan?

Bedasarkan hasil kongres Food and Agricultural Organization (FAO) tahun 1948, ahli gizi Indonesia, Poorwo Soedarmo, menyusun pola konsumsi sehat bagi masyarakat Indonesia yang meliputi kacang hijau, kedelai, dan susu. Menurutnya, asupan itu amat berfaedah dan harus disukai segala kalangan, khususnya anak-anak.

“Semua itu ia pikirkan setelah melihat kasus-kasus malnutrisi dan kelaparan hebat pada masa sulit dan peperangan di Indonesia sepanjang 1930-1940 an,” kata Fadly.

Pada masa kemerdekaan, kebanyakan rakyat Indonesia juga masih menganggap susu sebagai konsumsi kaum elite. Padahal Soedarmo menilai susu adalah penyempurna dalam menu makan yang dikonsumsi sehari-hari.

“Maka itu, Soedarmo merumuskan konsep bernama Empat Sehat Lima Sempurna,” kata Fadly.

Konsumsi Susu di Indonesia Masih Rendah dan Hubungannya dengan Stunting

Tapi kampanye ini pada akhirnya terbukti tidak cukup kuat mendorong masyarakat Indonesia minum susu. Puluhan tahun setelah kampanye ”4 Sehat 5 Sempurna” diluncurkan, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih rendah.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017 menunjukan bahwa masyarakat Indonesia hanya mengkonsumsi 16,62 kg susu per kapita per tahun. Angka tersebut membuat Indonesia masuk ke dalam kategori rendah soal konsumsi susu menurut standar FAO.

Kategori rendah berarti konsumsi susu kurang dari 30 kg per kapita per tahun. Indonesia berada dalam ketegori ini bersama mayoritas negara Asia Tenggara, Asia Timur, dan Afrika Tengah, China, Ethiopia, dan Yaman. Indonesia malah kalah dengan negara tetangga seperti Malaysia yang mengkonsumsi 36,2 kg per kapita per tahun.

Selain itu, produksi susu segar dalam negeri (SSDN) masih belum ideal, sehingga konsumsi susu per kapita di Indonesia juga masih rendah. Ini tidak lepas dari tingkat kepemilikan sapi perah yang masih minim dan didominasi oleh peternak rakyat.

Populasi sapi perah di Indonesia saat ini tercatat ada 584.582 ekor, dengan produksi SSDN pertahun sebesar 997.35 ribu ton. Jumlah sebesar itu baru mencangkup 22 persen dari total kebutuhan, yaitu 3,8 juta ton/tahun yang sisanya tentu didapatkan dari impor.

Fadly mengungkapkan populasi sapi perah di Indonesia pun tidak sebanyak negara lain, seperti Jepang, yang pada dasarnya memiliki wilayah geografis lebih kecil dibanding Indonesia.

“Artinya memang setelah masa kolonial, perkembangan susu sapi perah di Indonesia tidak berkembang pesat,” katanya.

Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), Dedi Setiadi, mengatakan ada beberapa hal yang perlu dibenahi guna mendongkrak produksi SSDN. Seperti ketersediaan pakan ternak karena keterbatasan lahan, bibit sapi, kepemilikan sapi, produktivitas hingga kualitas susu. Juga penekanan pemahaman mengenai Good Dairy Farming Pratice (GDFP) bagi para peternak untuk menghasilkan susu dengan kualitas baik.

“Dengan begitu bisa mendapatkan harga susu yang tinggi dan berujung kepada peningkatan kesejahteraan peternak,” ujarnya, mengutip Bisnis.com.

Sementara itu, pakar peternakan dan Industri Susu, Tridjoko Wisnu Murti, mengatakan pentingnya konsumsi susu dalam upaya mencetak generasi Indonesia maju di masa mendatang. Menurutnya, Sumber Daya Manusia (SDM) harus benar-benar diperhatikan agar tidak menjadi beban demografi di masa mendatang.

“Kalau menghadapi masyarakat 5.0 gizinya tidak cukup akan mempengaruhi kualitas manusianya. Gizi kurang, mutu rendah nantinya akan menjadi beban demografi. Kalau gizinya cukup dan sehat, anak cerdas dan produktif, mutu SDM tinggi akan menjadi aset dan mengisi masa bonus demografi di masa yang akan datang. Masyarakat super cerdas itu perlu dipersiapkan, di antaranya pangan produksi peternakan, khusunya susu,” beber Tridjoko dalam Bisnis.com.



[ad_2]

Source link

Advertisement
Click to comment

HEADLINE

PP NU Care-LAZISNU Serahkan Bantuan Mobil Ambulance ke Lembaga Nadhatul Ulama (NU) Padang Lawas

PP NU Care-LAZISNU Serahkan Bantuan Mobil Ambulance ke Lembaga Nadhatul Ulama (NU) Padang Lawas

BuzzFeed.co.id – Melalui LPPNU Padang Lawas, Ketua PP NU Care-LAZISNU Muhammad Wahib Emha menyerahkan bantuan berupa mobil ambulance Toyota Inova kepada Lembaga Nadhatul Ulama (NU) di Kabupaten Padang Lawas.

Penyerahan bantuan mobil ambulance kepada LPPNU Padang Lawas tersebut dilakukan atas kemitraan dan kerjasama antara Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI bersama NU Care-LAZISNU.

Bantuan BPKH RI dan NU Care-LAZISNU tersebut langsung diserahkan kepada Lembaga Peternakan dan Pertanian Nahdatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Padang Lawas.

“Alhamdulillah, kami dari Pengurus Pusat (PP) NU Care-LAZISNU, hari ini bisa menyerahkan mobil ambulance kepada kepada Lembaga Peternakan dan Pertanian Nahdatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Padang Lawas,” kata Ketua PP NU Care-LAZISNU Muhammad Wahib Emha, di Padang Lawas, Sumatera Utara, (29/02/2021).

Wahib juga berharap, semoga dengan adanya mobil ambulance tersebut, masyarakat merasa terbantu jika membutuhkan kendaraan untuk berobat ke puskesmas ataupun rumah sakit dalam kota maupun luar kota. Khususnya masyarakat Nahdiyin dan umumnya masyarakat Kabupaten Padang Lawas.

“Dengan adanya layanan ambulance, bahwa hari ini kita sudah hadir untuk melayani masyarakat di Kabupaten Padang Lawas,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama Kabupaten Padang Lawas, Mhd Yunus Husein Harahap, turut mengucapkan terima kasih kepada BPKH RI dan NU Care-LAZISNU, yang terus memperjuangkan kemaslahatan umat.

Continue Reading

HEADLINE

BuzzFeed Go Public dan Mengakuisisi Complex Networks

BuzzFeed Go Public dan Mengakuisisi Complex Networks
Seorang peserta mengisi formulir kontak untuk pekerjaan dengan Buzzfeed Inc. selama pameran karir TechFair LA di Los Angeles, California, AS, pada Kamis, 8 Maret 2018. Departemen Tenaga Kerja AS dijadwalkan untuk merilis klaim pengangguran awal pada 15 Maret Fotografer: Patrick T. Fallon/Bloomberg via Getty Images

BuzzFeed, perusahaan media digital berusia 15 tahun yang terkenal dengan daftar, kuis, dan jurnalisme pemenang Hadiah Pulitzernya, Kamis mengumumkan bahwa mereka berencana untuk go public dengan perkiraan valuasi $1,5 miliar. Ini adalah masalah besar di dunia media, tetapi masih agak antiklimaks dibandingkan dengan hype di sekitar BuzzFeed beberapa tahun yang lalu.

Perusahaan ini akan go public melalui merger dengan 890 Fifth Avenue Partners, sebuah perusahaan akuisisi tujuan khusus yang diperdagangkan secara publik, atau SPAC. Sebagai bagian dari langkah tersebut, BuzzFeed juga mengakuisisi Complex Networks, sebuah perusahaan media yang dijalankan sebagai usaha patungan Verizon dan Hearst dan termasuk waralaba populer “Hot Ones,” untuk memperluas portofolio mereknya.

Akuisisi besar terakhir BuzzFeed, di mana ia membeli HuffPost dari Verizon ( VZ ) ditutup pada bulan Februari. Kesepakatan SPAC ini diperkirakan akan selesai pada kuartal keempat tahun 2021.

“BuzzFeed sekarang adalah pemimpin yang tak terbantahkan untuk generasi media berikutnya. Kami telah membangun deretan merek penting, dicintai oleh audiens yang paling beragam, terlibat, dan setia di Internet,” kata CEO BuzzFeed Jonah Peretti dalam sebuah pernyataan.

“Dengan pengumuman hari ini, kami mengambil langkah berikutnya dalam evolusi BuzzFeed, membawa modal dan pengalaman tambahan ke bisnis kami.”

Peretti mendirikan BuzzFeed pada tahun 2006. Merek ini dengan cepat mendapat perhatian karena kemampuannya untuk membuat konten viral dengan daftar dan kuis populer. Kemudian diperluas untuk membuat video dan berinvestasi dalam liputan berita keras. Awal bulan ini, BuzzFeed News menerima Hadiah Pulitzer pertamanya , salah satu penghargaan paling bergengsi dalam jurnalisme Amerika.

Seperti banyak perusahaan media digital lainnya, BuzzFeed tumbuh melalui pendanaan modal ventura. Pada tahun 2016, NBCUniversal menginvestasikan $200 juta di BuzzFeed dengan penilaian $1,7 miliar.

Namun di tahun-tahun berikutnya, BuzzFeed berjuang secara finansial untuk menutup biaya karena industri media menjadi semakin kompetitif dan platform digital seperti Facebook ( FB ) dan Google ( GOOG ) mengambil lebih banyak dolar iklan. Divisi beritanya juga mahal dan tidak menguntungkan.

Selama setahun terakhir, SPAC telah menjadi pilihan yang lebih populer bagi perusahaan untuk go public daripada melalui perusahaan publik awal tradisional. Perusahaan media digital Group Nine membuat SPAC awal tahun ini. Vice Media, Vox Media dan BDG juga telah membahas opsi tersebut, CNBC melaporkan.

Sources Link

Continue Reading

HEADLINE

Daftar Pangkat dan Golongan PNS dengan Gaji PNS Terbaru 2021

Daftar Pangkat dan Golongan PNS dengan Gaji PNS Terbaru 2021

 

Pangkat Golongan PNS

Pangkat, Golongan dan Jabatan PNS Terbaru 2019 | kellypriceandcompany.info

Dari tabel di atas, kamu bisa melihat pangkat golongan PNS nggak akan saling berpengaruh. Ada perubahan tentang jenis-jenis pangkat golongan Pegawai Negeri Sipil berdasarkan pendidikan.

Jika sebelumnya PNS golongan I memiliki kualifikasi pendidikan minimal SD-SMP, sekarang sudah diganti dengan lulusan SMA sederajat di tingkat jabatan administrasi sebagai jabatan pelaksana.

Itu dikarenakan pemerintah juga ingin meningkatkan kualitas para abdi negara. Hal ini dikarenakan kualitas PNS di Indonesia secara rata-rata bahkan kalah dibandingkan ASN di Malaysia atau Thailand.

Dengan adanya perubahan pangkat golongan PNS terbaru, maka PNS baru mayoritas diisi oleh generasi muda dengan kualifikasi pendidikan minimal S1-D4 sederajat yang akan ada di pangkat Jabatan Pengawas atau Jabatan Administrator. PNS yang dulu ada di golongan IVA-IVB akan memperoleh pangkat JA, JF-5 sampai JA, JF-15.

Untuk PNS yang dulu minimal di golongan IVC atau Eselon I dan II berhak duduk di Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT). Sedangkan JPT Pratama setara dengan Eselon II dan JPT Madya setara Eselon I. Untuk pangkat golongan PNS tertinggi yakni JPT Utama hanya boleh diisi oleh mereka-mereka yang menjadi Kepala atau Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian.

Simulasi Gaji Berdasarkan Pangkat Golongan PNS Terbaru

Jika kamu sudah mengerti tentang perubahan sistem golongan PNS yang baru, sekarang kita bakal masuk dalam sistem perubahan gaji PNS baru. Walaupun terlihat jadi lebih sederhana, gaji PNS terbaru malah meningkat.

Peningkatan gaji ini dihitung dengan sistem merit yang berdasarkan kualifikasi, kompetensi dan kinerja sesuai UU ASN No.5 Tahun 2014. Gaji pokok berdasarkan beban dan risiko pekerjaan. Di mana berdasarkan pangkat golongan PNS tahun 2019, penghasilan terendah pada kelompok Jabatan Pelaksana yakni Rp 3,1 juta/bulan lebih besar daripada dulu saat golongan II yakni Rp 1.926 juta.

Perubahan gaji pokok ini juga dirasakan mereka yang menduduki jabatan lebih tinggi seperti pangkat JPT yang setara Eselon I-II. Contoh paling mudah adalah para Staf Ahli Gubernur yang dulu masuk golongan IVD berhak atas gaji pokok bulanan Rp 5.392.200. Staf Ahli Gubernur akan memperoleh pangkat JPT Pratama atau JPT-VI.

Untuk JPT VI ini, gaji pokok yang diperoleh bisa mencapai Rp 30.843.622/bulan. Meningkat hingga lebih dari lima kali lipat dan gaji pokok akan berdampak pada besaran Jaminan Hari Tua (JHT). Staf Ahli Gubernur yang sudah pensiun masih bisa menerima 70% dari gaji pokoknya yakni setidaknya Rp 21,5 juta/bulan sesuai sistem jabatan, pangkat golongan PNS terbaru.

Baca juga: Fakta Gaji PNS di 8 Instansi Pemerintahan Populer. Menggiurkan!

Tunjangan Kinerja dan Tunjangan Kemahalan Daerah

Nggak sampai situ aja, komponen penghasilan PNS versi terbaru akan memiliki dua kategori tambahan, yakni Tunjangan Kinerja dan Tunjangan Kemahalan Daerah.

Setiap pangkat dan jabatan PNS akan mendapat Tunjangan Kinerja sama rata yakni 5% dari gaji pokok. Sementara untuk Tunjangan Kemahalan Daerah, berbeda tergantung beban hidup di tiap-tiap provinsi.

Baca juga: Izin Suami ke Rumah Orangtua, Oknum PNS Malah Tidur Bareng Selingkuhan hingga Hamil 

Tunjangan Kinerja dan Tunjangan Kemahalan Daerah

Tunjangan Kinerja dan Tunjangan Kemahalan Daerah | infokerjakuu.com

Dari tabel di atas kamu bisa melihat jika DKI Jakarta memiliki beban hidup terbesar di Indonesia. Tunjangan Kemahalan Daerah-nya mencapai 117,54% dari gaji pokok.

Sementara itu, provinsi dengan beban hidup terendah adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu 0%, sehingga para PNS yang ditempatkan di NTT, cuma berhak atas gaji pokok dan tunjangan kinerja saja.

Dari tabel yang ada, bisa disimpulkan bahwa sekalipun punya jabatan sama, penghasilannya berbeda. Misalkan Staf Ahli Gubernur Jawa Timur jelas punya total penghasilan bulanan jauh lebih besar daripada Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat.

Itu karena dalam jenjang pangkat golongan PNS terbaru, kedua JPT VI ini memiliki Tunjangan Kemahalan Daerah berbeda.

Nah, sudah paham soal jenis-jenis pangkat, golongan dan jabatan PNS terbaru yang berdampak pada perubahan gaji pokok, sudah waktunya masuk ke golongan dan kepangkatan PNS.

Baca juga: 4 Citra Buruk PNS Ini Harus Bisa Diubah Oleh Para CPNS Nanti

Pangkat Golongan PNS

Golongan dan Kepangkatan PNS | beritagar.id

Golongan dan Kepangkatan PNS

Pada dasarnya terdapat empat pangkat golongan PNS, yaitu golongan 1 (I), golongan 2 (II), golongan 3a (III), dan golongan IV. Dalam setiap golongan Pegawai Negeri Sipil atau PNS ada beberapa pangkat PNS di dalam instansi pemerintahan. Golongan tersebut biasanya disesuaikan dengan jabatan PNS berdasarkan golongan dan masa kerja yang sudah ditempuh.

Begitu pula dengan pangkat golongan PNS berdasarkan tingkat pendidikan. Ketika seseorang baru diterima sebagai PNS untuk pertama kalinya, maka mereka akan memperoleh kepangkatan PNS berdasarkan pendidikan terakhir.

1. Juru (PNS Golongan I)

Juru merupakan jabatan PNS yang membutuhkan keterampilan dasar saja dan belum dituntut memiliki keterampilan ilmu tertentu. Biasanya PNS dengan golongan I merupakan kepangkatan PNS dengan pendidikan formal tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama atau sederajat.

Dalam pelaksanaannya, PNS dengan golongan I merupakan pelaksana pembantu dalam suatu kegiatan. PNS golongan I ini memiliki tanggung jawab untuk memberi asistensi kepada jenjang kepangkatan di atasnya (pengatur).

2. Pengatur (PNS Golongan II)

Pengatur merupakan jenjang PNS yang sudah memiliki gelar suatu keterampilan bidang ilmu tertentu dan bersifat teknis. PNS golongan II merupakan PNS yang memiliki pendidikan formal jenjang sekolah menengah atas atau sederajat hingga diploma III.

Dalam pelaksanaannya, PNS dengan golongan II memiliki tugas merealisasikan suatu kegiatan operasional dari program instansi.

3. Penata (PNS Golongan III)

Penata merupakan jenjang PNS yang menuntut pekerjaan yang membutuhkan keahlian bidang tertentu dengan lingkup pemahaman ilmu yang lebih mendalam. PNS golongan III merupakan PNS yang memiliki pendidikan formal jenjang sarjana S1 atau diploma IV ke atas.

Dalam pelaksanaannya, PNS dengan golongan 3a memiliki tanggung jawab menjamin mutu sebuah proses dan output kerja tingkatan pengatur.

4. Pembina (PNS Golongan IV)

Pembina merupakan jenjang kepangkatan PNS yang menuntut keahlian ilmu yang mendalam dan kematangan serta kearifan kerja selama masa kerja. Pembina merupakan jenjang kepangkatan tertinggi sepanjang karier seorang PNS.

Dalam pelaksanaannya, PNS dengan golongan IV memiliki tugas membina dan mengembangkan sumber daya untuk mencapai sebuah visi misi lembaga.

Eselonisasi

Selain terdapat golongan PNS dan gajinya berdasarkan pangkat dan masa kerja, ada juga eselonisasi yang merupakan hierarki jabatan struktural. Berikut merupakan jabatan eselon PNS dalam sebuah hierarki pemerintahan.

1. Eselon I

Dalam pelaksanaannya, Eselon I merupakan seorang pimpinan wilayah. Biasanya jenjang kepangkatan eselon I adalah golongan IV/C ataupun golongan IV/E.

Eselon I merupakan jabatan struktural tertinggi yang terdiri dari eselon IA dan eselon IB. Tugas seorang Eselon I adalah untuk menetapkan kebijakan pokok untuk mencapai sasaran jangka pendek dan jangka panjang.

2. Eselon II

Dalam pelaksanaanya Eselon II merupakan kepala sebuah instansi. Biasanya Eeselon II adalah mereka yang memiliki pangkat golongan IV/C dan tertinggi golongan IV/D.

Eselon II merupakan jabatan struktural lapis kedua yang terdiri dari dua jenjang, yaitu Eselon IIA dan Eselon IIB. Tugas seorang eselon II adalah dalam hal perencanaan dan implementasi strategi dalam mengembangkan kebijakan pokok wilayah.

3. Eselon III

Dalam pelaksanaannya, Eselon III merupakan kepala bidang atau bisa disebut dengan manajer madya dalam satuan kerja. Biasanya Eselon II merupakan PNS yang memiliki golongan III/D dan tertinggi golongan IV/D.

Eselon III merupakan jabatan struktural lapis kedua yang memiliki dua jenjang, yaitu Eselon IIIA dan Eselon IIIB. Tugas eIII adalah bertanggung jawab dalam penyusunan dan realisasi yang diturunkan dari strategi instansi oleh eselon II.

4. Eselon IV

Eselon IV merupakan seorang kepala seksi atau bisa disebut dengan manajer lini dalam satuan kerja. Biasanya eselon IV merupakan PNS yang memiliki PNS yang memiliki golongan III/b dan tertinggi memiliki golongan III/d.

Eselon IV merupakan jabatan struktur lapis ketiga yang memiliki dua jenjang, yaitu Eselon IVA dan eselon IVB. Tugas eselon IV adalah bertanggungjawab pada kegiatan operasional yang disusun di tingkat Eselon IIIE.

Baca juga: PNS Menghina Profesi Babu, Ibu Rumah Tangga Ini Beri Balasan Pedas: Lulusan S2 Belanda Tapi Hobi Sikat WC 

 

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

close