Business is booming.

Anggota DPR Setujui Hukuman Mati Bagi Kompol Yuni


Anggota DPR Setujui Hukuman Mati Bagi Kompol Yuni


Telegraf – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera meminta polisi agar segera mengusut pemasok narkoba untuk mantan Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi. Mardani meminta hal itu segara dilakukan karena ia khawatir kasus ini merupakan fenomena gunung es yang sebenarnya sudah lama terjadi.

“Kita harus melihat akar masalahnya, saya agak khawatir ini cuma gunung es yang munculnya sedikit tetapi di bawah banyak,” kata Mardani dalam sebuah diskusi yang ditayangkan di kanal YouTube, Minggu, (21/02/2021).

Ia juga meminta polisi agar mendalami hubungan Yuni dengan pemasok narkoba yang digunakan. Mardani berharap, Kompol Yuni tak lantas menjadi oknum yang melindungi para mafia narkoba di Bandung, Jawa Barat.

“Karena kalau kita melihat, mafia narkoba ini adalah satu di antara yang paling brutal keberaniannya,” ungkapnya.

“Jadi saya melihat, ayo, kita bongkar ini ada kaitan apa, dari mana sabunya, bagaimana bisa kena, sehingga kita tidak bisa jatuh di lubang yang sama dua kali,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia juga angkat bicara soal wacana hukuman mati bagi Yuni sesuai dengan arahan mantan Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis. Menurut Mardani, oknum polisi yang kedapatan melakukan pesta narkoba tersebut perlu dihukum dengan sanksi terberat.

“Kalau hukuman keras sebagaimana yang Kapolri sebelumnya, Pak Idham Azis saya setuju. Walaupun sampai ke hukuman mati itu bab lain,” tegasnya.

Mardani menilai, polisi seharusnya menjadi contoh yang baik di lingkungan masyarakat. Sehingga, tindakan Yuni tak bisa lagi dimaafkan.

“Karena itu memang publik marah wajar,” ujarnya.

Mardani meminta polisi mengusut bukti yang bisa mengeksekusi Yuni ke hukuman mati. Polisi diminta tak pandang bulu dan meminta masyarakat untuk tidak tersulut emosi karena keputusan akhir tetap diberikan oleh hakim di pengadilan nanti.

“Apakah ditindaklanjuti nanti sangat tergantung keputusan hakim,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Ahmad Dofiri mengatakan, Kompol Yuni bersama dengan sebelas anggota Polri lainnya ditangkap bermula dari satu anggota polri yang terindikasi menyalahgunakan narkoba.

Dan berdasarkan dari laporan yang masuk ke Propam Mabes Polri, mengetahui hal itu, tim Propam Mabes Polri dan Polda Jawa Barat melakukan penelusuran. Dari hasil penelusuran itulah ditemukan dugaan bahwa Kompol Yuni turut terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Tim gabungan antara Propam Mabes Polri dan Propam Polda Jawa Barat pun langsung bergerak melakukan penangkapan kepada dua belas anggota Polri itu. Mereka semua kini diamankan di Propam Polda Jawa Barat.

Atas kasus itu, Kompol Yuni telah dicopot dari jabatannya. Kasus ini pun kini terus didalami mengenai dugaan keterlibatan pihak lain didalamnya.


Photo Credit: Mantan Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi. INSTAGRAM

 

Fajri Setiawan
Latest posts by Fajri Setiawan (see all)





Source link