Connect with us

LIFESTYLE

Anak Penderita HIV/AIDS Hadapi Beban Berat di Tengah Pandemi Covid-19

Avatar

Published

on

Anak Penderita HIV/AIDS Hadapi Beban Berat di Tengah Pandemi Covid-19

[ad_1]

Lentera Anak Pelangi Jakarta memulai suatu diskusi daring dengan memperlihatkan sebuah video yang tidak biasa. Video itu menunjukkan seorang anak pengidap HIV/AIDS, yang identitasnya dirahasiakan, berbagi obat ARV atau obat anti-retroviral HIV dengan orang dewasa pengidap HIV/AIDS (ODHA).

Obat ARV atau anti-retroviral HIV adalah kombinasi obat untuk memperlambat perkembangan dan penyebaran HIV di dalam tubuh penderita, dan saat ini dikenal sebagai salah satu obat untuk mencegah memburuknya kondisi pengidap HIV/AIDS.

“Ayo minum obat ARV-nya dulu. Obatnya dipotek (dipotong.red) jadi 2, digerus sampai halus, dikasih air, dan siap diminum,” suara ODHA ketika menyiapkan obat itu. “Rasanya asin, asem, eh, pahit. Yang ini susah ditelan harus digruk, gruk, gruk, biar halus,” sambut suara ADHA meminum obat ARV.

Paparan materi dari IDAI dalam diskusi daring bertema Ketahanan ADHA di masa Pandemi, Rabu, 16 Desember 2020. (Foto: VOA/ Yudha Satriawan)

Paparan materi dari IDAI dalam diskusi daring bertema Ketahanan ADHA di masa Pandemi, Rabu, 16 Desember 2020. (Foto: VOA/ Yudha Satriawan)

Juru bicara Lentera Anak Pelangi Jakarta, Natasya Sitorus mengatakan relawan dan ADHA sering ketakutan menebus obat ARV di rumah sakit, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya di tengah pandemi Covid-19 karena takut tertular.

Terlebih karena ketersediaan obat ARV dan proses pengobaan ADHA pun kini terdampak.​

“Mau tidak mau, staf kami di lapangan merisikokan diri mengambil ARV itu tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan. Tidak ada alasan ARV tidak diambil karena takut Covid-19,” tegas Natasya dalam sebuah diskusi daring bertema “Memperkuat Ketahanan Anak dengan HIV AIDS atau ADHA di Masa Pandemi”, Rabu (16/12).

Dalam diskusi memperingati Hari AIDS Sedunia itu, Natasya mengatakan dari 100 ADHA yang ditangani lembaganya, ada 45 orang yang mendapat obat ARV yang kadarnya tidak lagi sesuatu untuk anak-anak.

Menurutnya ada tiga jenis obat ARV yang biasa dikonsumsi ADHA, yaitu ARV ODHA yang pil-nya dibagi menjadi dua, ARV sirup dengan pelarut 40 persen alkohol, dan ARV racikan yang butuh biaya tambahan.

Fifi (11 tahun) yang terinfeksi AIDS dari ibunya berbincang dengan Miguel (10 tahun) yang ibunya seorang ODHA di Rumah Surya Kasih, Desa Waena, Papua, 10 Mei 2015. (Foto: AFP)

Fifi (11 tahun) yang terinfeksi AIDS dari ibunya berbincang dengan Miguel (10 tahun) yang ibunya seorang ODHA di Rumah Surya Kasih, Desa Waena, Papua, 10 Mei 2015. (Foto: AFP)

Ketua Badan Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Dr. Zubairi Djoerban, mengatakan di masa pandemi, ODHA dan ADHA juga memiliki kerentanan terpapar Covid-19-19, bahkan dampaknya bisa berakibat fatal.

“Rutinitas minum ARV bagi ODHA dan ADHA kalau terputus bisa berbahaya. Yang risiko tinggi itu kalau baru pengobatan, kalau kena Covid-19 19 bisa gawat, harus dirawat masuk ICU dan bisa meninggal,” ungkap Zubairi.

Zubairi mengatakan dari 600 ribu kasus HIV/AIDS di Indonesia, tiga persennya diderita anak dan remaja. Dari jumlah itu baru sekitar 120 ribu orang yang mendapat pengobatan ARV.

Paparan materi dari IDAI dalam diskusi daring bertema Ketahanan ADHA di masa Pandemi, Rabu, 16 Desember 2020. (Foto: VOA/ Yudha Satriawan)

Paparan materi dari IDAI dalam diskusi daring bertema Ketahanan ADHA di masa Pandemi, Rabu, 16 Desember 2020. (Foto: VOA/ Yudha Satriawan)

Satgas Covid-19 IDAI, dr. Dina Muktiarti menyampaikan hal senada

“Perlu perhatian serius semua pihak. Kami juga menemukan kasus ADHA saat dilahirkan dari Ibu yang positif HIV/AIDS hingga anak remaja yang terjangkit HIV AIDS karena pergaulan,” kata Dina.

Angka kematian Covid-19-19 pada anak Indonesia menurutnya juga lebih tinggi dibanding negara lain. Tingkat kematian pada anak usia 0-5 tahun mencapai 0,9 persen; sementara pada usia 6-18 tahun mencapai 1,9 persen.

Kesulitan ADHA Saat Pandemi

Ikatan Dokter Anak Indonesia IDAI mencatat masalah-masalah yang dihadapi anak dengan HIV/AIDS atau ADHA di masa pandemi ini, antara lain risiko terpapar Covid-19-19, kesulitan mengakses obat, rasa takut berlebihan yang membuat mereka menunda pengobatan, hingga isu sekolah daring.

Stigma terhadap ADHA yang masih kuat juga masih banyak ditemukan di sejumlah daerah. Prof. Dr. Zubairi Djoerban mengingatkan kasus di Samasir dan Solo beberapa tahun lalu.

“Stigma ADHA di Samosir dan Solo beberapa tahun lalu menjadi pelajaran dan pengalaman berharga bagi kita semua. Kasus serupa marak di tahun 1980an dan 1990an stigmatisasi pada ODHA dan ADHA,” papar Zubairi. [ys/em]

[ad_2]

Source link

Advertisement
Click to comment

LIFESTYLE

Bentuk Orda IKABLES Manggarai Surabaya, Begini Tanggapan Ketua Umum

Avatar

Published

on

Bentuk Orda IKABLES Manggarai Surabaya, Begini Tanggapan Ketua Umum
Ikatan Keluarga Besar Lelak Surabaya ( IKABLES)

BuzzFeed – Mendirikan Organisasi Kepemudaan Manggarai Surabaya, Ketua umum Ikatan Keluarga Besar Lelak Surabaya ( IKABLES) Rikardus Nagi, menyampaikan konferensi pers saat menyambut kedatangan orda lelak cabang malang dalam sesi lonto leok sesuai kultur budaya Manggarai berempat di markas Lelak Surabaya Minggu (23/01/2022).

Beliau menjelaskan alasan dan juga motivasi awal sehingga dibentuknya Organisasi IKABLES Surabaya ini.

“Awalnya gagasan ini di bentuk pada tahun 2020, Waktu itu Saya melihat saudara-saudara yang merantau di Surabaya sini sangatlah banyak apalagi dari Manggarai kecamatan lelak. dalam benak saya ini sangatlah cocok jika di bentuk wadah atau orda guna untuk memperkuat tali persaudaraan di tanah rantau, dari situ Saya dan beberapa teman adakan diskusi untuk membentuk orda ini yang usianya baru genap satu tahun pada tahun 2021 kemarin dan sejauh ini banyak teman-teman yang berpartisipasi kususnya teman-teman dari setiap kampung yang ada di wilayah kecamatan lelak Manggarai sana, ” tuturnya.

Dirinya juga menjelaskan untuk bergerak aktif dan menjalankan organisasi ini kita memang di bagi tugas sesuai ADRT nya di bentuk Devisi atau seksi-seksi guna untuk memperkuat dan berjalan baik nya organisasi, kemudian akan diikut sertakan oleh semua anggota organisasi untuk menjalankan nya sesuai dengan slogan yang merujuk pada orda berstatus sosial, Ungkanya.

Rudi salah satu anggota aktif dalam orda ini mengungkapkan bahwa “Dalam pembentukan organisasi Lelak kita butuh komitmen dan kekompakan apalagi malam ini kita ada kegiatan silahturahmi dengan orda lelak Malang, tentunya ini awal yang baik hanya untuk kedepannya semua teman-teman anggota harus ikut terlibat. Karena ini awal dan baru pembentukan selain membuat kegiatan olahraga pada tahun kemarin yakni lelak cup 1 makanya lebih fokuskan untuk membangun organisasi dengan memper erat tali persaudaraan lewat silahturahmi antar Orda di Jawa timur,” tuturnya.

Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi IKABLES ini yaitu aksi kemanusiaan seperti penggalangan dana jika ada orang sakit dan lain sebagainya, diskusi dengan senior atau orangtua yang ada di Surabaya, serta kegiatan olahraga.

Pria yang sering di sapa kraeng Rudi ini menjelaskan “Sampai sejauh ini tidak terlalu ada kendala, hanya kurangnya partisipasi dari teman-teman. Harapan dari saya, semoga kedepannya teman-teman nanti lebih kompak lagi untuk membangun aliansi di orda ini supaya ketika kita melakukan suatu kegiatan terarah, kita mau keluar juga untuk beraudiensi dengan orda-orda lain, atau silahturahmi seperti ini ,” tutupnya.

Continue Reading

LIFESTYLE

Passionate Homecook Luncurkan Yayasan Berdaya Putri Habibie Sebagai Medium Pemberdayaan Pelaku UMKM Perempuan

Tia Mutiara

Published

on

Passionate Homecook Luncurkan Yayasan Berdaya Putri Habibie Sebagai Medium Pemberdayaan Pelaku UMKM Perempuan

BuzzFeed – Passionate homecook, Putri Habibie, pada hari ini meluncurkan Yayasan Berdaya Putri Habibie sebagai platform pendorong pemberdayaan perempuan Indonesia. Putri berupaya mendukung kemajuan perempuan Indonesia melalui program-program utama yayasan yang di antaranya berupaya memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia melalui penyebaran kesadaran tentang gizi dan nutrisi, pendidikan, dan keterampilan bisnis skala kecil, yang ditujukan bagi perempuan Indonesia.

Fokus Putri pada pemberdayaan perempuan Indonesia bukan tanpa alasan, sebab merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), per tahun 2018 perempuan mengelola sebanyak 64,5% dari total usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Jumlah tersebut diperkirakan mencapai 37 juta UMKM.

Indikasi lain dari peran perempuan di dunia usaha terlihat dari data Kementerian Koperasi dan UKM, yang menunjukkan bahwa dari total 123.048 koperasi aktif, sebanyak 11.458 koperasi merupakan koperasi yang digerakkan oleh wanita.

“Melalui Yayasan Putri Habibie, saya berharap dapat menyediakan medium bagi seluruh perempuan, mulai dari ibu rumah tangga hingga pelaku UMKM, untuk berkembang dan lebih maju. Karena saya percaya bahwa semua hal baik bermula dari rumah, saya juga mengadakan penyuluhan gizi seimbang dan ingin kembali mengampanyekan penggunaan bahan pangan lokal di keseharian kita,” ungkap Putri.

Dalam tesisnya yang terbit pada tahun 2018 untuk program S2 di sebuah universitas swasta di Jakarta, Putri menemukan bahwa keterampilan memasak dapat memberikan kontribusi kesehatan yang positif untuk masa depan seseorang. Tak hanya semata-mata skill dapur yang yang didapat dari keterampilan memasak, namun juga pengetahuan gizi. Oleh karena itu, Putri mencanangkan program penguatan gizi melalui keterampilan memasak sebagai salah satu program utama Yayasan Berdaya Putri Habibie, bernama ‘Pangan Lokal Bergizi’.

 

“Pengetahuan memadai tentang gizi seimbang sifatnya penting untuk semua kalangan, bukan hanya bagi orang tua yang memiliki anak kecil. Para pemuda pun perlu mulai memperhatikan keseimbangan gizi dari asupan harian mereka. Dengan mempraktikkan hidup berkesadaran, yang diawali dengan pengaturan pola makan gizi seimbang, masyarakat dapat jadi lebih produktif dan sehat,” ucap Tri Mutiara Ramdani, S.Gz, M.Sc, Chief Marketing Officer (CMO) Dietela.

Adapun, untuk mendorong perempuan Indonesia menjadi lebih berdaya, Putri merancang program pengembangan UMKM dengan cara-cara yang mudah diterapkan. Sebagai anggota Ikatan Wanita Pengusaha (IWAPI) DKI Jakarta, Putri mengetahui langsung tantangan yang dihadapi pengusaha perempuan dalam mengelola bisnis.

Guna mendukung misi Yayasan Putri Habibie, Putri akan mengadakan workshop untuk mendampingi pelaku UMKM perempuan dalam memasarkan produk mereka, dengan berfokus pada produk yang kaya akan gizi dan pengaplikasian resep yang sudah digunakan untuk berjualan.

Faransyah Agung Jaya, Founder Wiranesia Inkubator, mengatakan adanya nilai tambah unik pada produk yang kaya gizi ini akan membantu para pengusaha perempuan dalam membawa bisnis mereka untuk “naik kelas”.

“Di lapangan, saya menemui banyak pengusaha, baik laki-laki ataupun perempuan, yang belum memiliki visi yang jelas untuk bisnis mereka. Semoga program ini dapat membantu pengusaha perempuan untuk memiliki roadmap yang terukur untuk pengembangan usaha mereka. Selain itu, peran ibu-ibu bagus sekali untuk memberikan edukasi perihal pentingnya gizi terhadap produk makanan yang mereka jual ke pasar.” ujar Faran.

Untuk menjalankan program yayasan dalam pilar gizi dan ekonomi, Yayasan Berdaya Putri Habibie juga secara berkala memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi yang memiliki kesulitan ekonomi dan pembangunan masjid di wilayah terpencil.

Peluncuran Yayasan Berdaya Putri Habibie ini sekaligus memperingati ulang tahun Putri yang ke-30. Pada ulang tahun ke-30 ini, Putri juga meluncurkan buku resep gratis bertajuk ‘Kumpulan Resep Ide Jualan’ yang diperuntukan bagi para pelaku UMKM yang ingin berjualan makanan. Sebelumnya, pada tahun 2020 atau saat ulang tahunnya yang ke-29, Putri telah meluncurkan buku kolaborasi #TeamRecookPutri (2020).

Continue Reading

LIFESTYLE

CHATIME BERSAMA BT21 RILIS MINUMAN TERBARU PURPLE STAR SERIES DAN MERCHANDISE SEBAGAI KADO SPESIAL DI AKHIR TAHUN

Tia Mutiara

Published

on

CHATIME BERSAMA BT21 RILIS MINUMAN TERBARU PURPLE STAR SERIES DAN MERCHANDISE SEBAGAI KADO SPESIAL DI AKHIR TAHUN

BuzzFeed – CHATIME terus berusaha menciptakan inovasi dan pengalaman unik menikmati minuman kekinian bagi para penikmatnya di Indonesia. Untuk menutup tahun 2021, CHATIME Indonesia menghadirkan menu terbarunya, Purple Star Series, yang terinspirasi dari BT21, karakter Kekayaan Intelektual (IP) global yang dibuat oleh LINE Friends, dengan tema Universe of Good Time. Tidak hanya itu saja, pada kerja sama kali ini juga dimeriahkan dengan berbagai merchandise spesial Chatime dan BT21 yang tersedia di seluruh gerai CHATIME mulai 13 Desember 2021.

Tren industri makanan dan minuman terus berkembang dan masih menjadi salah satu sektor andalan pertumbuhan ekonomi nasional. BPS mencatat bahwa trennya masih tumbuh positif meskipun dalam masa pandemi hingga pada setahun terakhir, khususnya kuartal I-2021, pertumbuhan industri ini mencapai 2,45%. Tak heran kinerjanya kian meningkat, karena industri makanan dan minuman telah menjadi gaya hidup yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Karena itu, CHATIME sebagai merek penyedia minuman kekinian terus berinovasi untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Lany Cucu, Marketing Communication General Manager CHATIME Indonesia menyampaikan, “Kami melihat penggemar BT21 cukup banyak di Indonesia, mulai dari kalangan anak-anak sampai dewasa. Karena itu, CHATIME menghadirkan minuman dan merchandise spesial yang terinspirasi dari BT21. Harapannya, dengan kehadiran CHATIME Purple Star Series dan merchandise berkarakter BT21 yang menggemaskan ini, semua Chatimers dan penggemar BT21 bisa merasakan Universe Of Good Time. Misalnya, Chatimers bisa menikmati akhir tahun 2021 dengan minuman Chatime Purple Series ini bersama keluarga atau sahabat, jadi kebersamaan dan kebahagiaannya lebih terasa.”

Menu CHATIME Purple Star Series yang terinspirasi dari BT21 ini hadir dalam dua varian, yaitu Purple Star Tea, perpaduan segarnya Green Tea rasa buah anggur dengan Grape Jelly, dan Purple Star Milk Tea yang merupakan perpaduan Signature Milk Tea CHATIME rasa buah anggur dengan Grape Jelly. Minuman unik ini disajikan dalam gelas khusus bertema BT21 dan ukuran large dengan harga CHATIME mulai dari Rp 32.000,-. Layaknya menu-menu Chatime lainnya, pelanggan juga bisa dengan bebas menambah jenis topping, menentukan takaran gula, dan jumlah es yang diinginkan. Selain itu, CHATIME juga menghadirkan special merchandise berupa BT21 Magnet dengan delapan karakter BT21 dan BT21 Tumbler yang akan segera hadir.

Minuman Purple Star Series dan merchandise spesial ini tersedia dalam jumlah terbatas, khusus edisi CHATIME dan BT21. Program CHATIME BT21 ini bisa dipesan di seluruh gerai CHATIME Indonesia, baik melalui pembelian langsung di gerai CHATIME, CHATIME Indonesia App, maupun online delivery.

Tidak hanya menyediakan berbagai menu terbaru secara rutin, CHATIME juga menjamin keamanan dan kenyamanan para pelanggannya dengan menggunakan bahan-bahan berkualitas, proses pembuatan yang higienis, dan mengantongi sertifikat halal dari LPPOM MUI. Selain itu, untuk memudahkan pengalaman kuliner bagi para pelanggannya, CHATIME juga menghadirkan CHATIME Indonesia App yang dapat diunduh melalui Google Play dan App Store. Melalui aplikasi ini, pelanggan dapat dengan mudah memesan minuman CHATIME favoritnya dimana saja dan kapan saja, melakukan pembayaran dengan menggunakan digital payment, serta dapat memilih untuk mengambil sendiri minumannya di gerai yang dipilih atau dikirim ke alamat yang dituju menggunakan jasa delivery yang bekerja sama dengan CHATIME. Selain itu, agar semakin dekat dengan pelanggan, CHATIME terus menambah gerai baru hingga kini telah mencapai 402 gerai se-Indonesia. Salah satu konsep terbaru dari gerai CHATIME yang mengusung konsep sustainability adalah CHATIME Kios yang melayani pesanan take away, pembelian secara online melalui CHATIME Indonesia App dan layanan pesan antar online pilihan, lengkap dengan berbagai varian menu termasuk promo CHATIME yang sedang berlangsung. CHATIME Kios ini baru tersedia di beberapa area SPBU di Jabodetabek dan akan tersedia di berbagai lokasi strategis di daerah lainnya.

Tentang CHATIME

CHATIME adalah merek minuman brewed tea asal Taiwan yang terbuat dari bahan-bahan terbaik dan berkualitas. Hadir di Indonesia sejak tahun 2011 di bawah naungan PT Foods Beverages Indonesia dan merupakan bagian dari Kawan Lama Group, saat ini CHATIME telah memiliki lebih dari 400 gerai di 57 kota. CHATIME memiliki konsep gerai terbaru yang diluncurkan tahun 2019 lalu, yaitu CHATIME ATEALIER, gerai berkonsep premium dengan memperkenalkan “affordable luxury” dengan menghidangkan menu minuman yang diolah menggunakan mesin nitro sehingga menghadirkan sensasi dingin dan rasa yang lebih segar (refreshing).

Kawan Lama Group adalah identitas dari kelompok unit bisnis multisektor yang masing-masing bergerak dalam 6 pilar bisnis yaitu Commercial & Industrial, Consumer Retail, Food & Beverage, Property & Hospitality, Manufacturing & Engineering, serta Commercial Technology, namun dipersatukan oleh nilai dan tujuan yang sama yaitu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi setiap keluarga. Hadir sejak tahun 1955, Kawan Lama Group yang memiliki slogan Bring Value for a Better Life menaungi 28 unit bisnis yang memiliki 20 cabang distribusi, 24 service center, dan lebih dari 1.000 toko ritel  di Indonesia.

Pada sektor Commercial & Industrial, Kawan Lama Group menaungi berbagai unit bisnis seperti PT Kawan Lama Sejahtera, PT Kawan Lama Inovasi, Krisbow, Sensorindo, Kaeser Indonesia, dan Depo Teknik. Pada sektor Consumer Retail, Kawan Lama Group menaungi bisnis penyedia produk berkualitas untuk perlengkapan rumah, furnitur, dan gaya hidup, antara lain ACE pusat kebutuhan rumah tangga dan gaya hidup, Informa pusat furnitur dan aksesoris untuk hunian dan bisnis, Home Galleria penyedia furnishing hunian mewah yang dihadirkan dalam konsep galeri, Selma penyedia furnitur dan aksesoris dengan harga terjangkau, Toys Kingdom pusat mainan dan hobi untuk segala usia, Ataru penyedia produk gaya hidup untuk millennials, Bike Colony penyedia sepeda dan aksesoris Pendopo penyedia batik dan kerajinan tradisional, Travelink pusat kebutuhan traveling dan aksesori dan Pet Kingdom pusat perawatan dan kebutuhan hewan peliharaan. Pada sektor Food & Beverages, bisnis unit yang tergabung yaitu Chatime penyedia minuman brewed tea asal Taiwan, Gindaco yaitu takoyaki No.1 di Jepang, Cupbop penyedia makanan BBQ Korea in a cup. pada sektor Manufacturing & Engineering, bisnis unit yang tergabung yaitu Golden Dacron dan Golden Living. Untuk Commercial Technology, Kawan Lama Group menaungi bisnis e-commerce melalui ruparupa.com dan Klik MRO serta bisns fintech melalui Danakini. Sedangkan untuk Property & Hospitality, bisnis unit Kawan Lama Group mengoperasikan Living World, mal dengan diferensiasi positioning sebagai “The biggest Home Living, Lifestyle and Eat-tertainment center”, serta Living Plaza yang hadir memberikan konsep pengalaman berbeda untuk menikmati lebih banyak varian produk, layanan, dan kenyamanan berbelanja di toko retail Kawan Lama Group dalam satu lokasi. Saat ini Living World telah hadir di 2 kota, yaitu di Alam Sutera Tangerang Selatan dimana ACE terbesar di dunia (15.000 M2) ada di dalamnya, dan di Pekanbaru. Sedangkan Living Plaza saat ini telah hadir di 19 lokasi di 12 kota.

Dalam menjalankan bisnisnya, Kawan Lama Group memiliki misi Bringing Values For Betterment of Lives dengan pengembangan bisnis dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Melalui Kawan Lama Foundation, Kawan Lama Group membawa nilai untuk lingkungan dan masyarakat melalui berbagai program dan kegiatan yang terbagi dalam 4 pilar, yaitu Humanity, Education, Community Development, dan Environment.

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

Part of Telegraf. Copyright © 2022 BuzzFeed. KBI Media Holding. All Rights Reserved.

close