Calon Pimpinan Lembaga Keuangan Pilihan Biden Bakal Jadi Awan Gelap Wall Street






© Disediakan oleh Kumparan
Pekerja melihat pergerakan saham dari layar monitor di Wall Street di New York City. Foto: Eisele / AFP

Wall Street kemungkinan akan menghadapi ketidaknyamanan selama empat tahun ke depan setelah tim Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden mengkonfirmasi dua calon kuat bakal memimpin lembaga keuangan negeri adidaya itu pada Senin (18/1).

Kedua calon kuat itu adalah Gary Gensler yang akan menjabat sebagai ketua Securities and Exchange Commission (SEC). Sementara Rohit Chopra akan mengepalai Consumer Financial Protection Bureau (CFPB). Sebelumnya, dia adalah anggota Federal Trade Commission (FTC).

Pilihan dua calon kuat menandakan sikap yang lebih keras di industri keuangan dan saham AS dibandingkan dengan yang sudah diperkirakan oleh banyak orang. Sementara Kaum progresif melihat lembaga tersebut penting untuk memajukan prioritas kebijakan tentang perubahan iklim dan keadilan sosial.





© Disediakan oleh Kumparan


Seorang pejabat Partai Republik yang dekat dengan Wall Street mengkritik Joe Biden karena tunduk kepada kaum kiri atau progresif. Dia memperingatkan pilihan itu akan memecah belah.

Pemimpin Republik di Keuangan Parlemen AS Patrick McHenry mengatakan pemilihan Chopra menunjukkan Tim Biden menjadi kaki tangan anggota sayap kiri.

“Sementara Gensler harus menahan tekanan untuk mengambil alih rezim securities disclosure kami untuk mencoba memperbaiki masalah nonekonomi atau masalah sosial,” katanya dikutip dari Reuters, Selasa (19/1).





© Disediakan oleh Kumparan
Joe Biden dan Kamala Harris menyapa pendukung saat akan menyampaikan Pidato kemenangan di Pemilu AS 2020 di di Wilmington, Delaware, pada 7 November 2020. Foto: Jim Bourg/REUTERS

Sebelumnya, Gensler yang tercatat sebagai Ketua Regulator Derivatif selama periode 2009-2014 menerapkan aturan perdagangan swap baru yang dibuat oleh kongres setelah krisis keuangan. Dia mengembangkan reputasi sebagai operator tangguh yang bersedia membela kepentingan Wall Street yang kuat.

Sedangkan Chopra membantu mendirikan CFPB setelah krisis dan menjabat sebagai Ombudsman pinjaman mahasiswa pertama. Di FTC, dia berkampanye mengenai aturan yang lebih ketat untuk perusahaan teknologi besar terutama tentang privasi, persaingan konsumen, dan penegakan hukumnya.

Kontrol Demokrasi

Eksekutif keuangan berharap Biden menentukan calon pilihan yang lebih moderat untuk lembaga keuangan teratas itu, mengingat Partai Republik memiliki kesempatan baik untuk mengendalikan senat setelah pemilihan 3 November 2020 lalu.

Meski begitu, tak dipungkiri bahwa kemenangan Partai Demokrat dalam dua pemilihan putaran kedua di Georgia awal bulan ini berarti akan memiliki kendali efektif atas ruang tersebut begitu Biden dan Kamala Harris dilantik besok.

Dengan kemenangan itu juga, tokoh anti Wall Street Sherrod Brown akan memimpin Komite Perbankan Senat yang kuat. Brown mengatakan akan mencoba mencabut aturan Wall Street yang diperkenalkan oleh regulator saat Donald Trump menjadi Presiden AS.

Kemarin, Brown memuji Chopra sebagai pilihan “berani” yang akan memastikan CFPB memainkan peran utama dalam memerangi ketidakadilan rasial dalam sistem keuangan AS. Sementara Gensler akan meminta pertanggungjawaban aktor jahat dan mengutamakan keluarga yang bekerja.

Gensler diharapkan bisa mengungkap perusahaan baru tentang risiko perubahan iklim, pengeluaran politik, serta komposisi dan perlakuan tenaga kerja perusahaan. Dia juga diminta untuk bisa menyelesaikan pembatasan kompensasi eksekutif pasca krisis di antara aturan lainnya.

Sedangkan Chopra diharapkan meninjau aturan pinjaman gaji dan penagihan utang yang menurut kelompok konsumen berpengaruh, tidak akan melindungi orang Amerika. Mereka juga berharap Chopra akan berantas kebijakan suku bunga pinjaman yang terlalu tinggi, praktik penagihan utang yang kejam, mengatasi beban utang siswa, dan kesenjangan minoritas mengakses kredit.

“CFPB memiliki tugas yang sangat penting untuk dilakukan, termasuk menghentikan penipuan keuangan. Ini juga memiliki peran mendesak untuk dimainkan dalam membantu keluarga bertahan dan pulih dari krisis ekonomi yang disebabkan pandemi,” kata Executive Director Americans for Financial Reform Lisa Donner.

Bagaimana pun, sebelum Biden mengangkat Chopra, dia harus memecat Kathy Kraninger yang saat ini menjabat sebagai Direktur CFPB. Biden memiliki kuasa untuk hal itu berkat keputusan tahun lalu oleh Mahkamah Agung yang mengatakan bahwa Direktur CFPB bertugas atas kemauan presiden.

Sayangnya, Chief Executive of The Consumer Bankers Association (CBA) Richard Hunt, menolak gagasan itu bahwa Biden otomatis menggunakan kekuatan itu.

“CBA tidak percaya konsumen memiliki kepentingan terbaik untuk memiliki Direktur baru dengan setiap perubahan dalam administrasi. Efek cambuk ini akan menghambat inovasi dan mencegah regulasi yang konsisten,” kata Hunt.



Source link

Komentar (0)
Add Comment