Connect with us

HEADLINE

Amerika Mungkin Lebih Ramah, Tetapi Diyakini Tak Banyak Berubah

Avatar

Published

on

Amerika Mungkin Lebih Ramah, Tetapi Diyakini Tak Banyak Berubah

[ad_1]

Setelah Joe Biden memenangkan pemilihan Presiden Amerika Serikat, banyak harapan muncul khususnya menyangkut kebijakan luar negeri di masa depan. Meski diyakini akan menampilkan wajah diplomasi yang lebih ramah, sejumlah pengamat melihat dasar kebijakan Amerika Serikat sebenarnya tidak akan banyak berubah.

Dalam konteks perang misalnya, sikap Amerika Serikat cenderung sama, meskipun ada perubahan kekuasaan dari Partai Republik ke Demokrat atau sebaliknya. Kepala Departemen Hubungan Internasional, Fisipol, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Nur Rachmat Yuliantoro meyakini, kebijakan pemerintahan didasari kepentingan negara itu sendiri.

“Saya bisa mengatakan, bahwa sebenarnya Partai Republik dan Partai Demokrat dalam konteks politik luar negeri tidak terlalu jauh berbeda. Sama-sama menekankan kepentingan nasional Amerika Serikat. Kalau kepentingan nasionalnya memang menghendaki perang, maka tidak peduli itu Republik tidak peduli Demokrat, maka Amerika Serikat mungkin akan berperang,” kata Nur Rachmat kepada VOA.

Presiden terpilih AS Joe Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris di markas transisi di Wilmington, Delaware. (Foto: Reuters)

Presiden terpilih AS Joe Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris di markas transisi di Wilmington, Delaware. (Foto: Reuters)

Analisasi itu didasarkan bukti sejarah. Perang Teluk terjadi di masa George Bush senior, kemudian kampanye Perang Global Melawan Teorisme digawangi George Bush junior, dan keduanya tokoh Republik. Namun, Obama yang berasal dari Demokrat juga menggelar perang di Libya dan mengintensifkan pasukan di Afghanistan.

Bagi Indonesia, sikap politik Amerika Serikat semacam itu juga bisa membawa manfaat. Terkait konflik di Laut China Selatan, misalnya, karena posisi China dan Amerika Serikat masing-masing memiliki kepentingan, maka kedua pihak saling menahan diri. Indonesia berada dalam posisi yang diuntungkan, karena keterlibatan Amerika Serikat di kawasan itu menjadi semacam jaminan ketiadaan konflik. Dalam konteks ini, lanjut Nur Rachmat, Amerika Serikat akan mempengaruhi sistem internasional, di mana dia mampu menciptakan situasi bebas konflik maupun rentan konflik.

Meski tidak banyak berubah dalam konteks kebijakan luar negeri, Nur Rachmat berharap Biden menjadi sosok yang sangat berbeda dengan Trump. Amerika Serikat nantinya akan menjadi benign hegemon.

Barack Obama dan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, 30 Juni 2017. (Foto: AP)

Barack Obama dan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, 30 Juni 2017. (Foto: AP)

“Artinya penguasa tetapi kemudian juga memperhatikan kepentingan-kepentingan dari negara-negara di mana negara Amerika Serikat mempunyai relasi. Kalau dulu di masa Obama ada Pivot to Asia, Obama mengarahkan politik luar negerinya ke Asia Pacifik, saya kira Biden tetap mengambil kebijakan itu, apalagi dengan kekuatan China yang semakin membesar,” tambah Nur Rachmat.

Nur Rachmat mengatakan, banyak harapan Biden tidak hanya mampu menyatukan kembali masyarakat Amerika Serikat, tetapi menjalankan peran yang sama dalam skala global. Presiden berumur 78 tahun itu harus bisa menjadi perekat bagi komunitas internasional.

Zuhairi Misrawi dalam tangkapan layar. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)

Zuhairi Misrawi dalam tangkapan layar. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)

Kolumnis dan pengamat politik Timur Tengah, Zuhairi Misrawi termasuk yang menyimpan harapan bagi peran Amerika Serikat di kawasan itu. Penunjukan Anthony Blinken, diplomat senior yang juga bekerja di era Obama, menjadi salah satu penandanya. Blinken, dinilai Zuhairi, adalah diplomat yang percaya bahwa diplomasi harus berjalan secara setara, terbuka dan transparan. Blinken juga berperan dalam kesepakatan nuklir Iran di masa Obama. Ketika itu, pemerintah Iran setuju menandatangani kesepakatan karena menilai ada proses saling menghormati dalam penyusunannya.

“Biden setelah terpilih mengatakan bahwa dia akan memulai kembali perbincangan kesepakatan itu. Kenapa Biden dan Obama meletakkan hubungan yang setara dengan Iran? Tidak lain karena generasi pemerintahan baru Amerika Serikat percaya bahwa Iran merupakan satu kekuatan besar di Timur Tengah,” kata Zuhairi.

Zuhairi menyampaikan itu dalam seminar “Kerja Sama Islam pasca Pemilu AS 2020:” Analisis terhadap Ekstrimisme dan Iranophobi. Seminar diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (24/11).

Zuhairi menambahkan, diakui atau tidak, Iran mempunyai kedaulatan politik, kemandirian ekonomi dan kepribadian dalam kebudayaan. Tiga faktor itu yang membuat Iran mampu bertahan sejak embargo diberlakukan menyusul Revolusi 1979. Bahkan di tengah pandemi kali ini, Iran tetap mampu menunjukkan kekuatan ekonominya yang mandiri. Tepat jika kemudian Amerika Serikat memandang Iran sebagai salah satu kekuatan penting di Timur Tengah yang berperan dalam proses perdamaian.

Masalahnya, kata alumnus Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir ini, negara-negara muslim di Kawasan tersebut justru bersikap kurang ramah terhadap Iran. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan terakhir Sudan menunjukkan sikap kurang bersahabat. Tantangan ke depan, lanjut Zuhairi, bukanlah hubungan Amerika dan Iran itu sendiri, tetapi justru sikap politik negara-negara Islam di sekitarnya yang akan menjadi ganjalan.

Kondisi ini tidak lepas dari pemain utama lain dalam peta politik Timur Tengah, yaitu Israel. Negara itu akan menghadapi pemilu, dan kekalahan Trump akan menjadi salah satu faktor penting. Peta hubungan Amerika Serikat, Israel, Iran dan negara-negara Islam ke depan akan menjadi lebih menarik. Tidak mudah bagi Biden dan Blinken, untuk menghadapi lobi Israel, demi menciptakan kawasan damai di masa depan.

Pengamat politik dari UIN Raden Saleh, Palembang, Ahmad Syukri dalam diskusi yang sama menyebut, kebijakan Amerika Serikat akan cenderung bergesekan dengan kepentingan dunia Islam, khususnya dalam isu Israel dan Palestina. Siapapun yang menjadi presiden Amerika Serikat, kebijakan terkait dua negara ini hampir sama, seolah ada komitmen tersendiri, kata Syukri.

Ahmad Syukri dalam tangkapan layar. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)

Ahmad Syukri dalam tangkapan layar. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)

Dalam kondisi ini, Syukri melihat posisi Indonesia akan cukup strategis dalam isu Israel dan Palestina, kaitannya dengan peran Amerika Serikat. Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel tetapi berhubungan baik dengan Amerika Serikat dan Palestina.

“Indonesia bisa menjadi mediator pedamaian Israel dan Palestina, tentunya dengan sponsor Amerika Serikat. Amerika Serikat sendiri atau negara lain bisa menjadikan suatu negara sebagai mediator perdamaian dengan melihat apakah negara tersebut pantas atau tidak, dan bisa memberikan solusi perdamaian terkait konflik yang terjadi di Timur Tengah,” kata Syukri. [ns/ab]

[ad_2]

Source link

Advertisement
Click to comment

HEADLINE

RUU TPKS Jadi Usul Inisiatif DPR, PSI: Ini Kehendak Sejarah

Avatar

Published

on

RUU TPKS Jadi Usul Inisiatif DPR, PSI: Ini Kehendak Sejarah
Sekjen DPP PSI, Dea Tunggaesti

BuzzFeed – Partai Solidaritas Indonesia mengapresiasi langkah DPR RI yang akan menjadikan Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) sebagai inisiatif DPR.

“Ini kehendak sejarah, ketika korban-korban berjatuhan dan akhirnya Presiden Jokowi meminta percepatan prosesnya. PSI sudah berulang kali menyampaikan bahwa RUU TPKS akan memberi payung hukum yang memadai bagi korban kekerasan seksual,” kata Sekjen DPP PSI, Dea Tunggaesti, dalam ketarangan tertulis , Rabu 12 Januari 2022.

Bersamaan dengan apresiasi ini, PSI berharap kualitas UU yang dihasilkan juga mumpuni dan tidak ala kadarnya.

“Kita semua punya kewajiban untuk memastikan kualitas UU yang dihasilkan terjaga. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan misalnya menyampaikan saran-saran konstruktif atas pasal-pasal yang tercantum dalam RUU,” kata Dea.

Seperti diberitakan, DPR memastikan akan menjadikan RUU TPKS sebagai RUU inisiatif DPR pada Selasa 18 Januari 2022. Kepastian ini disampaikan dalam rapat paripurna ke-12 DPR masa persidangan ke-3 tahun 2021-2022, Selasa kemarin.

“RUU TPKS mengisi kekosongan hukum materil dan formil dari produk perundang-undangan yang ada selama ini,” lanjut Dea.

Doktor Ilmu Hukum dari Unpad ini menegaskan, para korban butuh negara hadir saat ini juga. Sudah terlalu banyak korban kekerasan seksual. UU yang dihasilkan kelak diharapkan akan mencegah jatuhnya korban-korban baru.

Sejak awal 2019, PSI sudah menyerukan pentingnya pengesahan RUU TPKS yang saat itu masih bernama RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).

Terakhir, lewat pidato Wakil Ketua Dewan Pembina Grace Natalie di acara HUT ke-7 pada 22 Desember 2021, PSI menyoroti DPR yang tak kunjung mengesahkan RUU TPKS. Beberapa hari kemudian, Presiden Jokowi meminta percepatan proses RUU tersebut.

Continue Reading

HEADLINE

Menkeu Beberkan Realisasi sementara belanja APBN 2021 capai Rp2.786,8 triliun

Avatar

Published

on

Menkeu Beberkan Realisasi sementara belanja APBN 2021 capai Rp2.786,8 triliun
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani (tengah) dalam Konferensi Pers Realisasi APBN 2021 di Jakarta, Senin (3/1/2022). ANTARA/Agatha Olivia.

BuzzFeed – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani beberkan laporan realisasi sementara belanja negara 2021 capai Rp. 2,78 Triliun atau 101,3 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp2.750 triliun.

“Artinya negara membelanjakan Rp36,7 triliun lebih tinggi dari APBN, sehingga berhasil tumbuh 7,4 persen dari tahun lalu,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Realisasi APBN 2021 di Jakarta, Senin (3/1/2021) dilansir dari Antara News.

Selain itu, ia mengatakan bahwa tahun sebelumnya, realisasi belanja negara mencapai Rp2.595,5 triliun, namun angka tersebut tak mencapai target APBN 2020 yang sekitar Rp2.700 triliun.

Dilain itu, realisasi belanja negara pada tahun lalu berhasil tumbuh 12,4 persen dari realisasi tahun 2019, yakni Rp2.309,3 triliun, sehingga terlihat belanja negara yang terus tumbuh setiap tahunnya.

“Jadi kalau pendapatan negara tidak bisa mengejar, defisitnya bisa naik,” tegas Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, realisasi sementara belanja negara tahun 2021 meliputi belanja pemerintah pusat Rp2.001,1 triliun atau terealisasi 102,4 persen dari target Rp1.954,5 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) Rp 785,7 triliun atau 98,8 persen dari target Rp795,5 triliun.

Realisasi belanja pemerintah pusat berhasil tumbuh 9,2 persen lebih tinggi dari tahun lalu yang sebesar Rp1.833 triliun, yang meliputi belanja kementerian/lembaga Rp1.189,1 triliun atau 115,2 persen dari target Rp1.032 triliun dan belanja non kementerian/lembaga Rp812 triliun atau 88 persen dari target Rp922,6 triliun.

“Dalam hal ini terlihat belanja pemerintah pusat yang menyebabkan APBN agar bisa countercyclical karena belanja COVID-19, yang memang selain untuk kebutuhan kesehatan, tetapi juga untuk bidang sosial dan belanja lainnya,” ucap dia.

Sementara itu, Bendahara Negara menuturkan realisasi TKDD relatif stabil dan tumbuh tiga persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2020 yang sebesar Rp762,5 triliun.

Continue Reading

HEADLINE

Menginspirasi Kepedulian terhadap Fauna Langka Indonesia, ATARU Luncurkan Produk Eksklusif

Tia Mutiara

Published

on

Menginspirasi Kepedulian terhadap Fauna Langka Indonesia, ATARU Luncurkan Produk Eksklusif

BuzzFeed – ATARU, penyedia berbagai produk kebutuhan sehari-hari yang merupakan bagian dari Kawan Lama Group, resmi meluncurkan seri merchandise baru bertema fauna-fauna langka dari Indonesia. 

Tasya Widyakrisnadi selaku Managing Director ATARU Indonesia menuturkan, “Keberadaan fauna-fauna langka di Indonesia merupakan anugerah yang harus terus dijaga kelestariannya. Alasan inilah yang mendorong ATARU meluncurkan merchandise eksklusif bertemakan fauna langka untuk memperkenalkan keberadaan fauna-fauna endemik Indonesia kepada khalayak luas, sehingga kesadaran akan dan kepedulian terhadap fauna Indonesia dapat kita bangun bersama-sama.” 

Dalam seri merchandise eksklusif kali ini, ATARU memperkenalkan tiga fauna langka yang dipilih berdasarkan keterikatan kepribadian ketiga fauna tersebut dengan value brand Ataru yaitu, ‘Happiness’

yang diwakili oleh Orang Utan, ‘Authenticity’ oleh Burung Mambruk dan ‘Positivity’ oleh Tarsius. Ketiga fauna tersebut menjadi karakter yang tampil di berbagai macam produk kebutuhan sehari-hari, seperti topi, tas, tempat minum, boneka, hingga kaos kaki. 

Perburuan liar serta deforestasi menjadi faktor utama dari menurunnya populasi Orangutan, Burung Mambruk, dan Tarsius. Ketiga hewan endemik ini masuk dalam daftar rentan dan terancam kritis oleh Badan Konservasi Alam Internasional (IUCN). Padahal, keberadaan mereka sangat penting untuk menjaga ekosistem dan biodiversitas hutan. 

Produk ini bisa didapatkan di 21 toko Ataru yang tersebar di seluruh Indonesia dan juga dapat ditemukan di toko Ace Hardware Indonesia tertentu. 

Tentang ATARU 

Hadir pada tahun 2018 sebagai pengembangan bisnis PT Ace Hardware Indonesia, Tbk, Ataru adalah penyedia berbagai kebutuhan sehari-hari. Ataru ingin membawa semangat positif ke dalam hidup setiap pelanggannya melalui produknya yang unik dan berkualitas. 

Dengan slogan ‘Everyone is a Hero’, Ataru mengajak setiap pelanggan untuk mewujudkan diri sebagai Hero dalam versinya sendiri, dengan produk lifestyle inovatif yang digunakan setiap hari.Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.instagram.com/ataruindonesia 

Tentang Kawan Lama Group 

Kawan Lama Group adalah identitas dari kelompok unit bisnis multisektor yang masing-masing bergerak dalam 6 pilar bisnis yaitu Commercial & Industrial, Consumer Retail, Food & Beverage, Property & Hospitality, Commercial Technology, serta Manufacturing & Engineering, namun dipersatukan oleh nilai dan tujuan yang sama yaitu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi setiap keluarga. Hadir sejak tahun 1955, Kawan Lama Group yang memiliki slogan Bring Value for a Better Life menaungi 28 unit bisnis yang memiliki 20 cabang distribusi, 24 service center, dan lebih dari 1.000 toko ritel di Indonesia. 

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

Part of Telegraf. Copyright © 2022 BuzzFeed. KBI Media Holding. All Rights Reserved.

close