Connect with us

AS

Aktivis Sambut Rencana Laporan Tambahan Hak Reproduksi Perempuan Deplu AS

Aktivis Sambut Rencana Laporan Tambahan Hak Reproduksi Perempuan Deplu AS


Departemen Luar Negeri Amerika pertengahan pekan lalu merilis Laporan Tahunan Hak Asasi Manusia HAM Tahun 2021. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ketika merilis laporan ini Menteri Luar Negeri Anthony Blinken mengatakan akan mengeluarkan adendum atau tambahan laporan pada pertengahan tahun ini, khusus tentang hak-hak reproduksi perempuan, yang tidak pernah ada dalam laporan serupa yang dikeluarkan pemerintahan Donald Trump empat tahun terakhir ini. Sejumlah aktivis di Indonesia menyambut baik hal ini.

Laporan Tahunan HAM Tahun 2021 yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri Amerika pertengahan pekan lalu masih berisi kajian tentang kemajuan dan kemunduran pelaksanaan hak asasi manusia di dunia sepanjang tahun 2020 lalu.

Menlu AS Anthony Blinken.

Menlu AS Anthony Blinken.

Ketika merilis laporan itu, Menteri Luar Negeri Anthony Blinken secara terang-terangan menyebut laporan itu tidak seimbang dan tidak mencerminkan kebijakan pemerintahan Biden karena tidak memuat beberapa isu substantif yang menjadi fokus perhatian Amerika selama bertahun-tahun, khususnya soal hak-hak reproduksi perempuan. Isu ini tidak ada dalam empat laporan tahunan sebelumnya yang dirilis pemerintahan Donald Trump. Oleh karena itu Blinken mengatakan akan mengeluarkan adendum atau laporan tambahan tentang hal ini.

“Selama bertahun-tahun laporan hak asasi kita berisi tentang kesehatan reproduksi, termasuk informasi tentang kematian ibu, diskriminasi terhadap perempuan dan akses perawatan kesehatan seksual dan reproduksi, juga kebijakan pemerintah tentang akses untuk memperoleh kontrasepsi dan perawatan kesehatan selama kehamilan dan persalinan,” jelasnya.

“Topik ini telah dihapus dalam laporan-laporan pemerintahan sebelumnya sehingga tidak menjadi bagian dari laporan yang dirilis hari ini, yang memang mencakup kajian sepanjang tahun 2020. Saya telah meminta tim kami untuk merilis adendum (tambahan.red) untuk laporan tentang kondisi hak asasi di setiap negara yang akan mencakup isu reproduksi ini; dan kami akan memulihkan praktik mendokumentasikan hak-hak ini pada tahun 2021 dan tahun-tahun mendatang,” lanjut Blinken.

Diwawancarai melalui telepon, Ketua Institut Sarinah Eva Sundari sangat gembira dengan rencana Blinken memasukkan kajian hak asasi tentang isu-isu perempuan, termasuk yang berasal dari Indonesia.

Eva Sundari, Ketua Institut Sarinah. (Foto: Pribadi)

Eva Sundari, Ketua Institut Sarinah. (Foto: Pribadi)

“Saya menyambut gembira dengan rencana penulisan evaluasi untuk pemenuhan HAM yang digagas Amerika dengan menyertakan kinerja dalam bidang kesetaraan gender. Walaupun sebelum pandemi sudah ada kesenjangan pendapatan antara laki-laki dan perempuan di Indonesia, yang diperkuat dengan temuan Indeks Pembangunan Manusia UNDP bahwa keduanya sama-sama membaik, tapi untuk perempuan membaiknya hanya sedikit. Walhasil kesenjangan diantara keduanya makin lebar,” papar EVa Sundari.

“Setelah pandemi ini semakin buruk, KDRT naik, kekerasan lain di luar KDRT naik, angka kawin anak naik. Ini senada dengan temuan Oxfam, OECD dll bahwa pandemi semakin memperdalam kemiskinan di semua negara, termasuk Indonesia. Perempuan merasakan dampak yang lebih buruk dibanding laki-laki,” lanjutnya.

Mantan anggota DPR dari fraksi PDI-Perjuangan ini juga mendorong pengembangan strategi pembangunan alternatif yang lebih pro keadilan sosial sehingga lebih adil pada kelompok minoritas, khususnya perempuan.

HRW: Tempatkan Perempuan dalam Posisi Pengambilan Keputusan

Peneliti senior Human Rights Watch, Andreas Harsono, juga menyerukan Departemen Luar Negeri Amerika untuk mengkaji seberapa serius upaya memberi kesempatan pada perempuan agar bisa duduk di kursi-kursi pengambilan keputusan dan hambatan yang melingkupinya.

Andreas Harsono, peneliti senior Human Rights Watch. (Foto: pribadi)

Andreas Harsono, peneliti senior Human Rights Watch. (Foto: pribadi)

“Jika kita melihat berbagai indeks yang ada maka jelas tampak bahwa negara-negara yang maju adalah yang melibatkan perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, untuk ikut membangun, menjadi politisi, dokter, dll. Tetapi di Indonesia makin hari malah semakin banyak gesekan dan kebijakan yang menyulitkan perempuan. Bahkan sekarang ada politisi yang mengatakan perempuan itu sebaiknya di rumah saja, di dapur, merawat anak, tidak perlu berkarir. Ini suatu kemunduran,” papar Andreas.

“Bahkan ketika kita bandingkan dengan Orde Baru, kalau ada politisi yang berani bicara begitu, maka Presiden Soeharto atau Ibu Tien maka ia akan masuk kotak. Kita harus bicara menentang pemikiran-pemikiran seperti ini. Juga aturan atau kebijakan yang sengaja menarget perempuan, bersikap diskriminatif terhadap perempuan,” imbuhnya.

Banyak Pemimpin Gunakan Pandemi Sebagai Dalih Batasi HAM

Laporan Tahunan HAM 2021 ini sejak awal sudah mengkritisi banyaknya pemimpin negara yang menggunakan krisis pandemi virus corona sebagai dalih untuk membatasi hak asasi dan mengeluarkan atau bahkan mengkonsolidasikan peraturan-peraturan yang otoriter.

“Dan perempuan serta anak-anak menghadapi risiko yang tinggi karena prevalensi kekerasan berbasis gender dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang meningkat akibat kebijakan lockdown atau pembatasan kegiatan dan penutupan wilayah, dan hilangnya perlindungan sosial tradisional,” ujar Blinken dalam konferensi pers di Departemen Luar Negeri. Ia juga mencatat perlunya adendum atau laporan tambahan untuk kelompok terpinggirkan lainnya, antara lain warga lansia, difabel dan komunitas LGBTQ yang “mengalami kerentanan tertentu.”

Perempuan serta anak-anak menghadapi risiko yang tinggi karena prevalensi kekerasan berbasis gender dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang meningkat akibat kebijakan lockdown. (Foto: ilustrasi)

Perempuan serta anak-anak menghadapi risiko yang tinggi karena prevalensi kekerasan berbasis gender dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang meningkat akibat kebijakan lockdown. (Foto: ilustrasi)

“Saatnya sekarang mengembangkan indikator kinerja alternatif, bukan hanya pro-growth tapi pro-equity, pro-equality. Jika ini tidak ada perubahan tentang indikator pembangunan ini… jangan sampai kekuatan mainstream mempertahankan indikator performance pada mereka yang punya modal. Sementara akumulasi modal berlipat-libat, sementara yang tidak punya modal makin terpuruk dalam kemiskinan.”

“Amerika harus berbesar hati bahwa untuk penegakan HAM mereka juga memiliki persoalan rasisme serius yang mengkhawatirkan kita semua. Di dalam struktur sosial patriarki, saya bisa memastikan bahwa kelompok perempuan di bagian yang tertindas bakal semakin memburuk. Saya kira Amerika harus introspeksi, jangan hanya mengkaji persoalan HAM di negara-negara lain.”

“Mari kembangkan strategi pembangunan alternatif yang lebih pro-keadilan sosial, jangan hanya pro-capital, sehingga lebih fair bagi kelompok minoritas, terutama perempuan.” [em/ab]



Source link

Advertisement
Click to comment

AS

Sejumlah Kapal Asing Bantu Cari KRI Nanggala-402 Sebelum Oksigen Habis

Sejumlah Kapal Asing Bantu Cari KRI Nanggala-402 Sebelum Oksigen Habis


Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Achmad Riad mengatakan pencarian KRI Nanggala-402 dipusatkan di wilayah ditemukannya tumpahan minyak dan benda bermagnet tinggi. Tempat tersebut berjarak sekitar 40 kilometer dari Celukan Bawang, Bali. Menurutnya, sejumlah peralatan telah digunakan untuk melakukan pemantauan di wilayah tersebut.

“Sudah mulai terdeteksi di daerah tersebut sehingga sedang dilakukan pemantauan di wilayah tersebut dengan memanfaatkan peralatan yang ada, dari polisi dan KRI Rigel,” jelas Achmad Riad kepada wartawan di Bali (23/4).

Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad memberi keterangan pers mengenai operasi pencarian KRI Nanggala di Pangkalan Ngurah Rai, Bali, Kamis, 22 April 2021. (Foto: Kementerian Pertahanan)

Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad memberi keterangan pers mengenai operasi pencarian KRI Nanggala di Pangkalan Ngurah Rai, Bali, Kamis, 22 April 2021. (Foto: Kementerian Pertahanan)

Achmad Riad menambahkan TNI Angkatan Laut juga sedang menunggu kedatangan KRI Rigel-933 yang memiliki kemampuan sonar bawah laut untuk memastikan keberadaan KRI Nanggala-402. Total sudah ada 21 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang sudah dikerahkan TNI untuk mencari KRI Nanggala-402.

NSC dan Pentagon Sampaikan Kesiapan Bantu Operasi Pencarian

Riad menjelaskan kapal dari sejumlah negara sahabat juga telah memberikan bantuan untuk pencarian kapal. Antara lain kapal bantuan MV Swift Rescue (Singapura), MV Mega Bhakti (Malaysia), HMAS Ballarat dan HMAS Sirius (Australia) serta SCI Sabarmati (India).

Para tentara Angkatan Laut Singapura menaiki Kapal Swift Rescue di Singapura untuk memulai operasi penyelamatan kapal selam TNI AL, KRI Nanggala-402, Rabu, 21 April 2021. (Foto: Ng Eng Hen/Facebook via Reuters)

Para tentara Angkatan Laut Singapura menaiki Kapal Swift Rescue di Singapura untuk memulai operasi penyelamatan kapal selam TNI AL, KRI Nanggala-402, Rabu, 21 April 2021. (Foto: Ng Eng Hen/Facebook via Reuters)

“Tim dari Poseidon dari Amerika Serikat yang akan bertindak sebagai operator mudah-mudahan bisa datang malam atau dini hari, akan membantu proses pencarian,” tambah Achmad Riad.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional (NSC) Amerika Emily Horne mengatakan Penasehat NSC Jake Sullivan telah berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Kamis (22/4). Sullivan menyampaikan keprihatinan atas kapal selam Indonesia yang hilang kontak di perairan sebelah utara Bali.

“Amerika Serikat akan melakukan segala yang mungkin untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan yang dilakukan Indonesia,” tutur Jake Sullivan seperti disampaikan Emily.

Pernyataan simpati yang kurang lebih sama disampaikan Juru Bicara Pentagon John Kirby.

“Atas permintaan pemerintah Indonesia, kami mengirim pesawat untuk membantu operasi pencarian kapal selam yang hilang itu. Menteri Pertahanan Llyod Austin dijadwalkan berbicara dengan mitranya, Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto besok pagi (24/4) untuk menyampaikan simpati kami dan membahas bantuan apa lagi yang dapat diberikan Amerika,” ujarnya.

Amerika telah mengirim satu pesawat Poseidon P8A dengan sistem sensor canggih yang dapat mendeteksi gerakan statis dan pasif aktif di bawah permukaan air.

Pesawat P-8 Poseidon Angkatan Laut AS, lepas landas di Bandara Perth. Pesawat ini ikut serta dalam pencarian Malaysia Airlines Flight 370. (Foto: Wikipedia)

Pesawat P-8 Poseidon Angkatan Laut AS, lepas landas di Bandara Perth. Pesawat ini ikut serta dalam pencarian Malaysia Airlines Flight 370. (Foto: Wikipedia)

Kadispenal : Pencarian Butuh Waktu

Sementara Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Julius Widjono mengatakan belum ada kendala teknis dalam pencarian KRI Nanggala-402. Namun, ia mengatakan pencarian tersebut masih membutuhkan waktu.

“Untuk kesulitan teknis dalam hal ini menemukan titik kapal selam belum ada. Semua peralatan sudah dikerahkan termasuk bantuan dari Polri, Basarnas, dan unsur lainnya,” jelas Julius Widjono.

Oksigen di KRI Nanggala-402 Diperkirakan Habis Sabtu Dini Hari

Kemarin (22/4) Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono menjelaskan cadangan oksigen KRI Nanggala-402 mampu bertahan untuk tiga hari ke depan atau Sabtu (24/4) dini hari. TNI berharap kapal selam yang hilang kontak tersebut dapat ditemukan sebelum oksigen tersebut habis dan para kru dapat diselamatkan.

Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan Jerman dilaporkan hilang kontak saat melakukan latihan torpedo di perairan sebelah utara pulau Bali pada Rabu (21/4/2021) pagi. Kapal ini membawa 53 awak yang terdiri dari 49 anak buah kapal, satu komandan dan tiga orang arsenal. [sm/em]



Source link

Continue Reading

AS

Pemalsu Minuman Anggur Dideportasi ke Indonesia

Pemalsu Minuman Anggur Dideportasi ke Indonesia


Pejabat imigrasi Amerika Serikat (AS) mengatakan, Selasa (13/4), seorang pria di California yang pernah menipu para kolektor anggur jutaan dollar dengan menjual minuman keras murahan yang diisikan ke botol baru di dapurnya telah dideportasi ke negara asalnya, Indonesia.

Badan Bea Cukai dan Penegakan Imigrasi AS (U.S. Immigration and Custom Enforcement/ICE) mengatakan dalam pernyataannya bahwa Rudy Kurniawan, 44 tahun, dideportasi minggu lalu dengan penerbangan komersial dari Bandara Internasional Dallas/Fort Worth. Kurniawan tiba di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, pada Jumat (9/4).

“Dia merupakan ancaman keamanan publik karena kejahatannya yang semakin parah,” kata pernyataan itu.

Rudy Kurniawan, terdakwa kasus penjualan minuman anggur palsu yang dideportasi dari AS ke Indonesia pekan lalu. (Foto:U.S. Immigration and Customs Enforcement via AP)

Rudy Kurniawan, terdakwa kasus penjualan minuman anggur palsu yang dideportasi dari AS ke Indonesia pekan lalu. (Foto:U.S. Immigration and Customs Enforcement via AP)

Kurniawan datang ke AS dengan visa pelajar pada tahun 1990-an. Pihak berwenang mengatakan dia tidak berhasil mencari suaka politik dan diperintahkan untuk meninggalkan Amerika secara sukarela pada 2003, tetapi tetap tinggal secara ilegal.

Kurniawan, yang keluarganya kaya raya karena menjalankan bisnis distributor bir di Indonesia, dijatuhi hukuman karena penipuan pada 2013 di pengadilan federal New York dan mendekam tujuh tahun di penjara. Dia dideportasi setelah dibebaskan dari penjara ke tahanan imigrasi November lalu.

Dalam operasi yang mencoreng citra industri anggur, jaksa penuntut dalam sidang di New York mengatakan Kurniawan meraup jutaan dolar dari 2004 hingga 2012 dengan memasukkan anggur Napa dan Burgundy yang lebih murah ke dalam botol palsu di rumahnya di Arcadia, pinggiran Los Angeles.

Penipuan itu diceritakan dalam film dokumenter Netflix 2016, “Sour Grapes” (“Anggur Asam”) dan dalam episode televisi ABC “The Con” (Sang Penipu”) pada bulan Maret.

Label-label minuman anggur sebagai barang bukti dalam persidangan penjual minuman anggur palsu, Rudy Kurniawan, di Pengadilan Federal, di New York, 19 Desember 2013. (Foto: Stan Honda/AFP)

Label-label minuman anggur sebagai barang bukti dalam persidangan penjual minuman anggur palsu, Rudy Kurniawan, di Pengadilan Federal, di New York, 19 Desember 2013. (Foto: Stan Honda/AFP)

Persidangan Kurniawan menampilkan kesaksian dari miliarder pemilik kapal pesiar, pengusaha dan investor anggur, William Koch, yang mengatakan dia ditipu oleh Kurniawan dengan membayar $ 2,1 juta untuk 219 botol anggur palsu.

Seorang ahli anggur bersaksi bahwa ada 19 ribu label botol anggur palsu untuk 27 jenis wine terbaik dunia disita dari rumah Kurniawan. Biro Penyelidik Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) menemukan ratusan botol, gabus, dan stempel ketika melakukan penggerebekan di rumahnya pada 2012.

Kurniawan membangun reputasi sebagai pembeli dan penjual anggur langka dan meraup puluhan juta dolar pada lelang anggur. Kolektor lain menjulukinya “Dr. Conti” karena kecintaannya pada anggur Burgundy, Domaine de la Romanée-Conti.

Dalam satu lelang pada 2006, Kurniawan menjual anggur senilai $ 24,7 juta, rekor untuk satu penerima barang.

Gabus-gabus penutup botol sebagai barang bukti persidangan penjual minuman anggur palsu, Rudy Kurniawan, yang digelar di Pengadilan Federal di New York, 19 Desember 2013. (Foto: Stan Honda/AFP)

Gabus-gabus penutup botol sebagai barang bukti persidangan penjual minuman anggur palsu, Rudy Kurniawan, yang digelar di Pengadilan Federal di New York, 19 Desember 2013. (Foto: Stan Honda/AFP)

Namun, skema penipuan tersebut mulai terurai setelah beberapa kiriman yang diajukannya untuk dilelang ternyata palsu. Pada 2007, rumah lelang Christie di Los Angeles membatalkan lelang apa yang seharusnya menjadi botol-botol besar Château Le Pin tahun 1982, setelah perusahaan itu mengatakan botol-botol tersebut palsu.

Pada 2008, 22 lot anggur Domaine Ponsot senilai lebih dari $ 600 ribu ditarik dari penjualan di tengah munculnya sejumlah pertanyaan tentang keasliannya.

Satu botol Domaine Ponsot yang hendak dijual oleh Kurniawan dalam lelang pada 2008 dinyatakan dibuat pada 1929, padahal pembuat anggur tersebut belum mulai pembotolan anggur dari perkebunannya sampai 1934. Yang lain diaku telah dibotolkan di kebun anggur tertentu antara 1945 dan 1971, meskipun Domaine Ponsot mengatakan bahwa mereka belum mulai menggunakan kebun anggur itu sampai 1982.

Tiga botol anggur palsu yang menjadi barang bukti persidangan penjual minum anggur, Rudy Kurniawan, diperlihatkan di Pengadilan Federal di New York, 19 Desember 2013. (Foto: Stan Honda/AFP)

Tiga botol anggur palsu yang menjadi barang bukti persidangan penjual minum anggur, Rudy Kurniawan, diperlihatkan di Pengadilan Federal di New York, 19 Desember 2013. (Foto: Stan Honda/AFP)

Jaksa penuntut mengatakan Kurniawan juga pernah mengirimkan lebih banyak magnum dari Château Lafleur tahun 1947 ke pelelangan daripada jumlah yang sebenarnya pernah diproduksi.

Secara keseluruhan, Kurniawan mungkin telah menjual sebanyak 12 ribu botol anggur palsu, banyak di antaranya mungkin masih menjadi koleksi para kolektor.

Jaksa penuntut mengatakan uang dari penipuan itu digunakan untuk membiayai gaya hidup mewah di pinggiran Kota Los Angeles, termasuk Lamborghini dan mobil-mobil mewah lainnya, pakaian desainer, serta makanan dan minuman mewah. Pemerintah Amerika menyita asetnya.

Dalam vonisnya, Kurniawan diperintahkan untuk membayar $ 28,4 juta sebagai ganti rugi kepada tujuh korban dan denda $ 20 juta dalam bentuk properti. [lt/ft]



Source link

Continue Reading

AS

Penembakan 8 Warga di Atlanta, KJRI Houston Minta WNI Tenang

Penembakan 8 Warga di Atlanta, KJRI Houston Minta WNI Tenang


Henny Kusumawati dan suaminya Teguh Yulianto, yang sudah sepuluh tahun menetap di Atlanta, Georgia, akhir pekan lalu menghabiskan waktu di pinggir Tocoa River. Bersama puluhan warga Amerika lainnya, mereka bersantai dan sesekali bertukar sapa.

Henny Kusumawati dan Teguh Yulianto, warga Indonesia yang tinggal di Atlanta, Georgia. (Foto: pribadi)

Henny Kusumawati dan Teguh Yulianto, warga Indonesia yang tinggal di Atlanta, Georgia. (Foto: pribadi)

Diwawancarai VOA Rabu pagi (17/3), Henny mengatakan selama tinggal di kota itu, tidak pernah sekali pun ia merasa khawatir dengan keselamatannya. Tetapi semua berubah ketika ia mendengar kabar penembakan delapan orang di tiga panti pijat terpisah di Atlanta Selasa sore (16/3) di mana sebagian besar korban adalah perempuan Asia.

“Saya mengetahuinya dari WhatsApp Group warga Indonesia di sini. Terus terang perasaan saya bercampur. Yang terutama rasa sedih karena sejak awal saya menginjakkan kaki di sini, semua welcome, tidak pernah ada rasisme atau peristiwa apapun. Bahkan ketika negara-negara bagian lain dilanda sentimen anti-Asia, di sini tidak terjadi apa-apa. Kok sekarang begini?,” ujarnya lirih.

Daniel Fu bersama keluarga tidak pernah menyangka akan ada sentimen anti-Asia di Atlanta. (Foto: Pribadi)

Daniel Fu bersama keluarga tidak pernah menyangka akan ada sentimen anti-Asia di Atlanta. (Foto: Pribadi)

Hal senada disampaikan Daniel Fu, seorang diaspora Indonesia lainnya yang tinggal di kota yang sama. “Pas kejadian itu anak saya teks menanyakan saya ada di mana. Dia bilang kalau Papa ada di luar, cepat pulang. Ada shooting rampage (penembakan membabibuta.red) di North West dan downtown, ” ujar Daniel.

Robert Aaron Long (21 tahun), warga Woodstock, Cherokee County, ditahan di Kantor Sherif Crisp County, di Cordele, Georgia, 16 Maret 2021.(Foto: Crisp County Sheriff/ REUTERS)

Robert Aaron Long (21 tahun), warga Woodstock, Cherokee County, ditahan di Kantor Sherif Crisp County, di Cordele, Georgia, 16 Maret 2021.(Foto: Crisp County Sheriff/ REUTERS)

“Saya kaget sekali. Apalagi setelah Atlanta Journal News meminta agar warga yang tidak berkepentingan sebaiknya tinggal di rumah saja karena pelaku bersenjata dan berbahaya. Saya dan istri langsung pulang ke rumah,” imbuhnya.

Delapan orang tewas dalam insiden penembakan di tiga panti pijat di Atlanta Selasa sore (16/3). Enam di antara korban diketahui sebagai perempuan keturunan Asia. Kepolisian Atlanta mengatakan telah menangkap tersangka pelaku, Robert Aaron Long, yang berusia 21 tahun, dan masih menyelidiki motif penembakan.

Empat Korban Tewas Keturunan Korea

Kantor berita Yonhap mengutip pernyataan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan melaporkan bahwa diplomat di Atlanta telah memperoleh kepastian dari polisi, bahwa empat di antara korban tewas adalah perempuan keturunan Korea. Ditambahkan, kantor konsulat mereka di Atlanta masih berupaya mengkonfirmasi kewarganegaraan para korban itu.

Koresponden VOA di Gedung Putih mengabarkan bahwa Presiden Joe Biden telah mendapat penjelasan melalui telepon dari Jaksa Agung Merrick Garland dan Direktur FBI Christopher Wray tentang insiden penembakan itu.

Stop AAPI Hate : Perempuan 2,3 Kali Lebih Sering Jadi Target

Insiden penembakan ini kembali menguatkan kekhawatiran meningkatnya sentimen anti-Asia di Amerika beberapa minggu terakhir ini. Stop AAPI Hate – suatu LSM yang dibentuk untuk menanggapi meningkatnya diskriminasi anti-Asia sejak bermulanya pandemi virus corona Maret 2020 lalu, menyebut penembakan di Atlanta ini sebagai “tragedi yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata” dalam komunitas yang selama ini sudah mengalami begitu banyak tindakan diskriminatif.

Laporan yang baru saja dirilis Stop AAPI Hate menunjukkan peningkatan laporan sentimen anti-Asia sejak Maret 2020 hingga Februari 2021, yang jumlahnya kini mencapai 3.795 kasus. Enam puluh delapan persen kasus itu merupakan pelecehan secara verbal, namun ada pula serangan fisik dan serangan di dunia maya. Laporan itu menunjukkan perempuan 2,3 kali lebih sering menjadi sasaran dibandingkan laki-laki.

National Association for the Advancement of Colored People NAACP, suatu organisasi hak-hak sipil yang berdiri sejak tahun 1909 mengatakan “aksi penembakan ini merupakan contoh yang menjijikkan dan mengganggu tentang bagaimana penyebaran terorisme domestik dibiarkan mengoyak komunitas. Tindakan-tindakan ini merupakan manifestasi nyata ketika kata-kata kebencian melahirkan tindakan kebencian!”

Henny Kusumawati dan Daniel Fu mengatakan insiden itu membuat mereka kini menjadi lebih hati-hati dan semakin meningkatkan komunikasi dengan sesama warga Indonesia di sana.

KJRI Houston : Stay Safe dan Stay Calm

Konsul Jenderal Indonesia di Houston Andre Omer Siregar kepada VOA mengatakan telah meningkatkan komunikasi tidak saja di antara sesama kantor Konsulat Jenderal Indonesia di beberapa negara bagian lain, tetapi juga dengan diaspora Indonesia di wilayah kerja KJRI Houston dan otorita berwenang.

Konsul Jendral RI di Houston, Texas, Andre Omer Siregar. (Foto: KJRI Houston)

Konsul Jendral RI di Houston, Texas, Andre Omer Siregar. (Foto: KJRI Houston)

Ada sekitar 30.000 warga Indonesia di wilayah kerja KJRI Houston yang mencakup negara bagian Arkansas, Alabama, Florida, Georgia, Louisiana, Mississippi, New Mexico, Oklahoma, Tennessee, dan Texas. Khusus di kota Atlanta, Georgia, terdapat sekitar 3.500 warga Indonesia yang bekerja di beragam sektor.

“Hingga hari ini belum ada laporan tentang adanya warga Indonesia atau diaspora Indonesia yang menjadi korban kekerasan atau tindakan diskriminasi, yang terjadi lebih terkait isu konsuler… Namun kami tetap peka, kami meningkatkan komunikasi tidak saja dengan diaspora Indonesia tetapi juga polisi Atlanta dan pihak keamanan diplomatik untuk memantau. Saya pesan kepada masyarakat, please stay safe and please stay calm karena ini sudah semakin build up (meningkat.red), sudah terjadi sejak Maret lalu ketika pandemi merebak. Kita berharap ini bisa segera selesai dan we begin a new normal,” ujar Andre.

Hingga laporan ini disampaikan tidak ada peningkatan keamanan di kota Atlanta dan aktivitas masyarakat berjalan normal seperti biasa.

Sebelumnya KJRI New York pada tanggal 6 Maret dan disusul seminggu kemudian oleh KBRI di Washington DC telah mengeluarkan imbauan kepada warga dan diaspora Indonesia untuk hati-hati dengan keadaan sekitar seiring meningkatnya sentimen anti-Asia ini. (em/jm)



Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close