Connect with us

VIRAL

6 Hewan Mitologi Ini Mirip Banget Sama Hewan Asli Indonesia!

6 Hewan Mitologi Ini Mirip Banget Sama Hewan Asli Indonesia!

[ad_1]

Kamu tentu tahu burung phoenix, putri duyung, atau unicorn bukan? Nama-nama tersebut merupakan nama dari hewan mitologi yang acap kali diwujudkan dalam bentuk animasi kartun. Tentu saja keberadaan mereka di dunia ini patut dipertanyakan. Ada yang percaya, ada pula yang tidak.

Nah, kalau misalnya kita amati lebih jauh tentang penampilan hewan-hewan di atas, tampaknya mereka memiliki penampilan yang cukup mirip dengan beberapa hewan di Indonesia, lho. Tidak percaya? Berikut ini perbandingannya untuk kamu semua!

1.

Burung cenderawasih vs burung phoenix

Burung cenderawasih vs burung phoenix | keepo.me

Burung cenderawasih merupakan ikon dari Pulau Papua. Burung ini juga dikategorikan sebagai burung langka yang sangat cantik karena memiliki bentuk dan paduan warna yang mengesankan. Ekor dari burung ini tumbuh memanjang.

Sementara burung phoenix merupakan hewan mitologi dari Mesir Kuno yang dikenal sangat keramat. Phoenix adalah burung api yang membakar dirinya sendiri dengan api dan akan terlahir kembali dari api pula. Dalam berbagai animasi, burung ini digambarkan dengan bulu berwarna emas dan merah.

Baca juga: 4 Peristiwa Penangkapan Terkonyol yang Pernah Dilakukan

2.

Komodo vs naga

6 Hewan Mitologi Ini Mirip Banget Sama Hewan Asli Indonesia!

Komodo vs naga | keepo.me

Pada awal abad ke-19, para pelaut Belanda melaporkan bahwa mereka telah melihat seekor naga dengan ukuran yang mencapai tujuh meter. Naga tersebut memiliki tubuh raksasa dan senantiasa menyemburkan api.

Kolonial Belanda lantas menerjunkan satu regu tentara terlatih untuk melakukan investigasi terhadap laporan tersebut. Mereka pun mendarat di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Ketika sampai di sana, mereka pun meyakini bahwa apa yang dilihat adalah benar-benar naga.

Padahal fakta sebenarnya makhluk itu adalah komodo, bukan naga. Kenapa mereka beranggapan demikian? Nah, usut punya usut, penampilan komodo sangat mirip dengan naga-naga pada lukisan zaman abad pertengahan. Jadi, wajar saja jika mereka mengira komodo adalah seekor naga.

3.

Tarsius vs gremlin

6 Hewan Mitologi Ini Mirip Banget Sama Hewan Asli Indonesia!

Tarsius vs gremlin | keepo.me

Di Pulau Sulawesi ditemukan seekor hewan bermata besar dan bertubuh kecil. Hewan tersebut merupakan primata paling langka dan paling kecil di dunia. Namanya adalah tarsius.

Selain matanya yang besar, hewan ini juga memiliki telinga yang besar, mirip dengan makhluk mitologi yang bernama gremlin. Primata kecil nan lucu ini hanya memiliki bobot seberat 50 gram, hidup di atas pohon, dan akan aktif ketika malam hari tiba.

Sementara gremlin adalah tokoh monster kecil berwarna hijau. Konon gremlin gemar mengonsumsi energi listrik. Menurut mitologi bangsa Inggris, hewan ini kerap merusak mesin pesawat.

Baca juga: 4 Perang Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah Dunia

4.

Dugong vs duyung

6 Hewan Mitologi Ini Mirip Banget Sama Hewan Asli Indonesia!

Dugong vs duyung | keepo.me

Kamu tentu tahu kisah putri duyung yang sering ditampilkan di berbagai acara kartun anak-anak, bukan? Putri duyung selalu digambarkan memiliki wajah dan tubuh seorang manusia, namun memiliki ekor layaknya ikan.

Tentu saja putri duyung hanyalah mitos. Sangat besar kemungkinan jika yang dilihat oleh para saksi adalah seekor dugong yang dapat ditemukan di perairan dangkal Indonesia, terutama di kawasan timur.

Jika dilihat dari penampilan, dugong dan putri duyung ini memang memiliki kemiripan. Hal yang membedakan hanyalah pada bagian kepala dan tubuhnya saja.

5.

Badak bercula satu vs unicorn

6 Hewan Mitologi Ini Mirip Banget Sama Hewan Asli Indonesia!

Badak bercula satu vs unicorn | keepo.me

Pada abad ke-13, Marcopolo di dalam tulisannya menyebut bahwa dirinya pernah melihat unicorn berwarna hitam di Kepulauan Indonesia. Nah, ternyata yang ditemukan Marcopolo itu bukanlah unicorn, melainkan badak bercula satu yang habitatnya ada di Ujung Kulon.

Memang jika dibandingkan, badak bercula satu dengan unicorn sama-sama memiliki satu tanduk pada bagian kepalanya.

Baca juga: Black Dahlia, Teka-teki Kasus Pembunuhan Paling Misterius di Dunia

6.

Bekantan vs tengu

6 Hewan Mitologi Ini Mirip Banget Sama Hewan Asli Indonesia!

Bekantan vs tengu | keepo.me

Bekantan merupakan hewan sejenis kera yang memiliki hidung panjang. Hewan ini merupakan salah satu primate yang wajib dilindungi. Nah, bagi orang Jepang, penampilan bekantan ini mirip sekali dengan tengu, yakni makhluk mitologi yang terkenal di Jepang. Karena memiliki kemiripan, orang-orang Jepang pun menyebut Bekantan sebagai monyet tengu.

Tengu sendiri merupakan makhluk mitologi yang digambarkan berwajah merah dengan hidung yang luar biasa panjang. Selain itu, tengu juga memiliki sayap, serta kuku kaki dan tangan yang sangat panjang.

Artikel Lainnya

[ad_2]

Source link

Advertisement
Click to comment

VIRAL

Peternak Yang Protes Jokowi Ditangkap, GMNI: Pertanyakan Klaim Kementan

Peternak Yang Protes Jokowi Ditangkap, GMNI: Pertanyakan Klaim Kementan
Seorang peternak membentangkan poster saat Jokowi melintas di tengah kunjungan kerjanya, tertulis dalam poster yang dibawanya, 'Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar'. FILE/Dok/Bambang

BuzzFeed – Viralnya video terkait seorang pria yang ditangkap akibat membentangkan poster saat mobil Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan meninggalkan lokasi vaksinasi di area PIPP kota Blitar. Berdasarkan foto dan video yang beredar, pria tersebut membentangkan poster dengan tulisan “Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar.”

Usai kejadian tersebut, pria yang membentangkan poster itu pun langsung digelandang oleh polisi.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) Arjuna Putra Aldino mempertanyakan klaim Kementerian Pertanian (Kementan) yang disampaikan oleh Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian (Sekjen Kementan) yang memproyeksikan neraca jagung hingga tahun 2021 mencatat adanya surplus.

“Disebutkan prediksi Kementan produksi jagung akan terus meningkat menjadi 32,65 juta ton pada 2021. Tapi faktanya peternak menjerit karena harga pakannya yang berbahan baku jagung kian meroket. Stok melimpah seharusnya harga terjangkau”, kata Arjuna, Kamis (09/09/2021).

Harga jagung yang terus naik selama lima bulan terakhir hingga menyentuh kisaran harga sekitar Rp 6.200 per kg pada Mei 2021, diatas harga yang dipatok oleh Permendag. Melambungnya harga jagung tersebut, turut menyebabkan harga pakan terkerek naik dari Rp 6.974 per kg pada awal tahun menjadi Rp 7.379 per Mei 2021.

Arjuna menyayangkan Kementan gagal menciptakan manajemen stok jagung pemerintah. Sehingga hanya secara data sering kali disebut melimpah, namun realisasinya tidak mencukupi. Menurutnya, manajemen stok jagung sangatlah penting untuk menjamin ketersediaan jagung nasional. Sehingga ketersediaan jagung tidak bergantung musim dan tidak sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar yang membuat harga jagung dalam negeri sepenuhnya bergantung pada harga jagung dunia dan nilai tukar mata uang.

“Masalah klasik jagung seharusnya bisa diselesaikan dengan penciptaan manajemen stok, pengelolaan cadangan pasca panen. Sehingga ketersediaan jagung tidak bergantung musim dan tidak diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar bebas. Perlu ada tangan pemerintah untuk menciptakan keseimbangan permintaan dan pasokan,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga meminta Kementan untuk mengevaluasi rantai pasok atau alur tata niaga jagung. Pasalnya, harga jagung ditingkat konsumen tidak merefleksikan harga jagung ditingkat petani. Hal ini disebabkan rantai pasok jagung yang sangat panjang dan tidak efisien. Di setiap tahapan mata rantai pasok jagung terdapat tengkulak dan pedagang besar yang mengambil keuntungan yang relatif besar sehingga harga jagung ditingkat konsumen ikut malambung tinggi.

Untuk itu, GMNI meminta Kementan bekerja memperpendek rantai pasok jagung agar lebih efisien serta untuk menghindari munculnya kartel yang mengendalikan pasar dan menghambat transmisi harga. Arjuna juga mengkritik peran Kementan yang hanya sebatas fokus pada dukungan sarana fisik, namun pengawasan dan penciptaan rantai pasok yang efisien tidak diperhatikan.

“Pemerintah harus melakukan intervensi memangkas panjangnya rantai pasok. Kementerian Pertanian harus turun tangan benahi tata niaga jagung. Karena distribusi logistik jagung salah satu faktor pembentuk harga. Jangan sampai lebih memilih impor, solusi instan untuk stabilitas daripada memperbaiki rantai pasok jagung. Kita tunggu political will dari Menteri Pertanian,” pungkasnya.

Continue Reading

VIRAL

Salut! Polisi ini Mandikan Jenazah Pasien Covid Sendirian Lantaran Tak Ada Tetangga yang Berani | Keepo.me

Salut! Polisi ini Mandikan Jenazah Pasien Covid Sendirian Lantaran Tak Ada Tetangga yang Berani | Keepo.me

Seorang polisi asal Semarang nekat memandikan jenazah pasien Covid-19 sendirian lantaran tak ada pihak sekitar yang berani melakukannya. Polisi tersebut bernama Aiptu Andi Surwano yang merupakan Anggota Sat Samapta Polrestabes Semarang.

Pada saat pemandian jenazah, Aiptu Andi ini hanya menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa jas hujan, jaket polisi hijau, sarung tangan, face shield. Menurut keterangan setempat, tidak ada satu pun warga yang ikut mendampingi pemandian, kecuali modin (juru adzan) setempat.

“Saat dipulangkan dari rumah sakit ke rumah. Warga tidak ada yang berani. Pak modin tidak mempunyai teman. Akhirnya saya diundang,” jelas Andi

Andi menambahkan, jenazah tersebut merupakan tetangganya sendiri di Perum Graha Sendangmulyo tempat ia tinggal di Tembalang, Semarang. Selain itu, tidak satu pun teman atau keluarganya yang tahu bahwa ia terpapar Covid-19.

Ketika memutuskan untuk memandikan jenazah, Andi pun harus beradu argumen dengan istrinya saat memandikan jenazah terpapar Covid-19. Namun, Andi memiliki niat mulia untuk membantu orang lain. Ia juga memiliki ilmu cara memandikan ijazah.

“Awalnya saya ribut sama istri karena takut terpapar saat memandikan jenazah. Tapi saya bilang yang saya lakukan untuk menolong orang,” ujarnya.

Saat prosesi pemandian, Andi menggunakan peralatan perlindungan yang komplit, sehingga ia yakin hal itu akan meminimalisirnya ikut tertular Covid.

“Saya pakai APD dirangkap jas hujan, dirangkap jaket polisi, sepatu boot saat memandikan jenazah. Masker saya rangkap tiga, pakai face shield juga. Yang saya tidak punya itu sarung tangan, maka saya lalu meminta tetangga yang merupakan petugas Puskesmas,” jelasnya.

Andi telah mengetahui risiko yang dihadapi saat memandikan jenazah. Dirinya harus mengkarantina setelah melakukan pemandian.

“Saya tidak langsung pulang ke rumah setelah memandikan jenazah. Saya mandi di rumah yang satunya dan baju saya beserta jas hujan langsung saya rendam detergen. Ya begitulah risikonya,” ungkapnya.

Ia menuturkan, setelah jenazah dimandikan, lalu dimakamkan ke Demak.

“Saya meminta doa agar saya kuat dapat membantu masyarakat,” kata Andi.

Link Sumber Berita 

Continue Reading

VIRAL

Ogah Nikahi Pacarnya, Pria Ini Mencuri Biar Ditangkap Polisi

Ogah Nikahi Pacarnya, Pria Ini Mencuri Biar Ditangkap Polisi

Dengan menjadi maling, pria ini berharap calon mertuanya tidak akan merestui pernikahannya

Meskipun memang ada yang namanya perceraian, namun sebagian besar orang beranggapan bahwa pernikahan harus diupayakan sebagai suatu hal yang dijalani sekali dalam seumur hidup. Oleh karena itu, mengambil keputusan untuk menikah bukanlah hal yang mudah dilakukan.

Satu keputusan itu bisa memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan kita nantinya sehingga sayang sekali rasanya jika pernikahan dilaksanakan hanya karena tuntutan zaman dan orang lain.

Seorang pria di China menyadari hal itu menjelang hari pernikahannya. Dia sadar bahwa sebenarnya dia tidak benar-benar ingin menikahi kekasihnya dalam jangka waktu dekat.

Jadi maling hanya karena ogah nikah.

Diam-diam sang calon mempelai pria tidak mau menikahi kekasihnya. | www.storypick.com

Dilansir dari Odditycentral.com (23/01), seorang pria di Shanghai, China, yang seharusnya menjalani pernikahan dengan kekasihnya pada tahun ini, tiba-tiba saja menyadari bahwa sebenarnya dia mungkin tidak benar-benar ingin menyunting kekasihnya itu.

Sang pria, yang dikenalkan di media dengan nama Chen, sebenarnya bisa saja mengungkapkan pikirannya secara jujur kepada kekasihnya. Namun, dia tidak tega mengungkapkan ketidakyakinannya sehingga dalam benaknya pun terbersit sebuah ide yang unik sekaligus bisa dianggap kontroversial.

Jadi maling hanya karena ogah nikah.

Chen agak terkejut karena tidak menyangka polisi akan datang lebih cepat ke kediamannya. | www.odditycentral.com

Status sosial dan nama baik merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat China. Oleh karena itu, Chen pun mendapatkan ide untuk membuat dirinya disoroti sebagai seorang kriminal sehingga keluarga dari pihak kekasihnya kemungkinan besar tidak jadi merestui pernikahannya, sehingga Chen pun bisa membatalkan pernikahan yang tidak diinginkannya itu.

Lantas, pada akhir bulan Januari, Chen pun dengan santainya memasuki sebuah studio tari di Shanghai dan mengambil sebuah speaker bluetooth di sana. Dia tahu betul bahwa tempat itu dipenuhi oleh kamera pengawas, tapi toh dia memang sengaja melakukan pencurian itu supaya ditangkap.

Tidak butuh waktu lama bagi pihak kepolisian untuk mengidentifikasi Chen lewat kamera pengawas, dan saat pria itu didatangi di kediamannya, Chen pun tidak ragu-ragu untuk menceritakan motivasi sesungguhnya di balik pencurian yang didalanginya itu.

“Kekasihku ingin menikah dengan saya, tapi saya tidak mau,” ujar Chen yang tidak terlalu lama mendekam di kantor polisi setelah dia menggelontorkan situasi sesungguhnya kepada polisi.

Hingga saat ini, tidak diketahui apakah pernikahan Chen tetap dilaksanakan atau dibatalkan sesuai dengan keinginannya.

Source link

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

close