Connect with us

INDONESIA

32 juta pelanggan PLN di Indonesia mendapatkan stimulus listrik: pemerintah

32 juta pelanggan PLN di Indonesia mendapatkan stimulus listrik: pemerintah

[ad_1]

Kami (PT PLN Persero) selalu mendukung dan menjalankan peraturan pemerintah untuk memberikan stimulus kepada masyarakat yang membutuhkan dan perusahaan yang terkena dampak COVID-19

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk memperpanjang program stimulus kelistrikan hingga Desember 2021, dan lebih dari 32 juta pelanggan PT PLN Persero telah menikmatinya pada semester pertama tahun ini, ESDM Kementerian (ESDM) telah menginformasikan.Pemerintah mengalokasikan Rp4,97 triliun sebagai stimulus, yakni Rp2,43 triliun untuk kuartal ketiga dan Rp2,54 triliun untuk kuartal keempat 2021, kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan ESDM Rida Mulyana.

Meski ada hibah, masyarakat tetap perlu menghemat listrik dan menggunakannya dengan aman, ujarnya di Jakarta, Rabu.

Sementara itu, Direktur Tata Niaga dan Pengelolaan Pelanggan PLN Bob Saril berharap kelanjutan bantuan tersebut dapat mendorong produktivitas masyarakat dan dunia usaha, serta membantu meningkatkan daya beli masyarakat di tengah pandemi.

“Kami (PT PLN Persero) selalu mendukung dan menjalankan peraturan pemerintah untuk memberikan stimulus kepada masyarakat yang membutuhkan dan perusahaan yang terdampak COVID-19,” ujarnya.

Mekanisme perpanjangan stimulus pada triwulan IV tahun 2021 adalah sebagai berikut:

1. Perpanjangan diskon listrik untuk rumah tangga, dunia usaha, dan industri diatur sebagai:

Sebuah. Rumah tangga dengan 450 VA [R-1 (Household 1)/TR (Low Voltage) 450 VA], usaha kecil dengan 450 VA [B-1 (Business 1)/TR 450 VA], dan industri kecil dengan 450 VA [I-1 (Industry 1)/TR 450 VA]:

1) Pasca bayar: diberikan diskon 50 persen atau gratis biaya penggunaan dan langganan;

2) Prabayar: diberikan diskon 50 persen untuk pembelian kuota listrik berkode token;

B. Rumah tangga dengan subsidi 900 VA (R-1/TR 900 VA):

1) Pasca bayar: diberikan diskon 25 persen untuk penggunaan dan biaya berlangganan;

2) Prabayar: diberikan diskon 25 persen untuk pembelian kuota listrik berkode token;

2. Pengabaian tagihan minimal 50 persen bagi pelanggan yang pemakaian energinya di bawah tagihan minimal (40 jam operasional) berlaku untuk:

Sebuah. Pelanggan Kategori Sosial dengan 1.300 VA dan lebih banyak lagi [S-2 (Social 2)/TR 1300 VA to S-3/TM (Medium Voltage) > 200 kVA];

B. Pelanggan Kategori Bisnis dengan 1.300 VA dan lebih banyak lagi [B-1 (Business 1)/TR 1300 VA to B-3/TM > 200 kVA];

C. Pelanggan Kategori Industri dengan 1300 VA dan lebih banyak lagi [I-1 (Industry 1)/TR 1300 VA to I-4/TT (High Voltage) 30,000 kVA and more];

dan, pelanggan akan membayar tagihan berdasarkan penggunaan energi mereka.

3. Pembebasan tagihan minimal 50 persen untuk Pelanggan Kategori Khusus, sesuai Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL).

4. Pengabaian biaya berlangganan 50 persen akan diberikan kepada:

Sebuah. Pelanggan Kategori Sosial dengan 220 VA, 450 VA, dan 900 VA (S-1/TR 220 VA hingga S-2/TR 900 VA);

B. Pelanggan Kategori Bisnis dengan 900 VA (B-1/TR 900 VA); dan,

C. Pelanggan Kategori Industri dengan 900 VA (I-1/TR 900VA).

Berita Terkait: Pemerintah perpanjang skema bantuan listrik hingga September 2020
Berita Terkait: Harapan Subsidi Upah Tingkatkan Daya Beli Masyarakat: Jokowi

[ad_2]

Advertisement
Click to comment

INDONESIA

COVID-19: Startup, sukarelawan turun tangan untuk mengamankan pasokan oksigen secure

COVID-19: Startup, sukarelawan turun tangan untuk mengamankan pasokan oksigen secure

[ad_1]

Startup, pemodal ventura, selebritas, dan sukarelawan telah berkumpul, terlepas dari minat individu

Jakarta (ANTARA) – Startup, investor, dan relawan bergandengan tangan melalui gerakan ‘Oksigen untuk Indonesia’ untuk memastikan pasokan oksigen bagi pasien COVID-19 di tanah air.Melalui gerakan tersebut, perusahaan dan kelompok seperti Ventura East Ventures, gerakan relawan WargaBantuWarga, dan Indonesia Pasti Bisa menargetkan dapat mengumpulkan hingga US$10 juta untuk membeli konsentrator oksigen untuk rumah sakit COVID-19.

“Di hotline WargaBantuWarga, setiap hari relawan kita dihadapkan pada keputusasaan dari masyarakat akan oksigen. Menkes juga mengatakan bahwa masalah suplai oksigen adalah masalah nasional,” kata Aldi Haryopratomo, relawan WargaBantuWarga di Jakarta, Jumat.

“Startup, pemodal ventura, selebriti, dan relawan telah berkumpul, terlepas dari kepentingan individu. Hanya dalam lima hari, dana yang terkumpul cukup untuk memesan seribu konsentrator yang siap dikirim ke rumah sakit. Oksigen adalah masalah penting hari ini, tetapi perang melawan COVID-19 masih jauh dari selesai,” kata Haryopratomo.

Koalisi ‘Oxygen For Indonesia’ menargetkan untuk menyediakan 10 ribu oksigen konsentrator yang akan didistribusikan ke setidaknya 1.500 rumah sakit nasional untuk 30 ribu pasien COVID-19 dalam jangka pendek, dan 7 juta pasien dalam jangka panjang, katanya.

Koalisi ini berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Kementerian Kesehatan, tambahnya.

Selain menggalang dana dari korporasi dan masyarakat, anggota koalisi juga telah membentuk tim untuk proses hulu hingga hilir secara keseluruhan, ujarnya.

Misalnya, satu tim fokus pada pengadaan dan impor, tim lain pada alokasi unit ke rumah sakit, dan tim lain pada proses verifikasi dan hotline bagi mereka yang menggunakan peralatan yang disumbangkan.

Perusahaan rintisan yang berpengalaman dalam mengalokasikan konsentrator oksigen di bawah Indonesia Pasti Bisa, akan didukung oleh relawan dari WargaBantuWarga.com dan startup lainnya dalam koalisi ‘Oksigen untuk Indonesia’, kata Haryopratomo.

Untuk memenuhi target pendanaan, gerakan ini digalakkan baik di dalam maupun di luar negeri, tambahnya.

Perusahaan modal ventura lokal dan regional menggunakan jaringan mereka untuk membantu mencapai target. Mereka termasuk East Ventures, Sequoia India, Intudo, Goventures, Golden Gate Ventures, AC Ventures, Jungle Ventures, Asia Partners, Monk’s Hill Ventures, dan Open Space Ventures, ujarnya.

Startup yang tergabung dalam gerakan tersebut antara lain Kitabisa, Pluang, Mapan, BukuWarung, Halodoc, TokoCrypto, Payfazz, Advotics, eFishery, Waresix, KAYA.ID, Bibit, Flip, dan Bonza, tambahnya.

“Satu minggu setelah gerakan ini dimulai, kami mengirimkan 200 oksigen konsentrator pertama ke 33 rumah sakit di 10 provinsi secara transparan, 800 oksigen konsentrator berikutnya akan dikirim dalam waktu dekat,” kata Founding Partner East Ventures Willson Weather.

Ia berharap lebih banyak kabar baik, seperti kabar kesembuhan, bagi masyarakat Indonesia setelah upaya yang dilakukan oleh gerakan penanganan COVID-19.

Koalisi ini terbuka bagi siapa saja yang ingin menggalang dana untuk membawa oksigen ke Indonesia, tambahnya.

Donasi untuk masyarakat umum dan institusi akan dibuka mulai Jumat melalui platform kitabisa.com, gofundme.com, dan YCAB Foundation, sebuah organisasi nirlaba Indonesia dengan perwakilan di Amerika Serikat, ujarnya.

Informasi lebih lanjut dapat diakses di https://oxygenforindonesia.com/. Pembaruan terbaru dari gerakan akan tersedia di pegangan Instagram @oxygenforindonesia dan pegangan Twitter @OxygenForINA.esia.

Berita Terkait: MRT, WeCare sumbang tabung oksigen untuk pasien COVID-19 Jakarta
Berita Terkait: Bantuan oksigen mengalir saat Indonesia berjuang untuk bernafas
Berita Terkait: RS Lapangan Tembak Surabaya siapkan 100 oksigen konsentrator

[ad_2]

Continue Reading

INDONESIA

Anak-anak harus tetap bahagia meskipun ada kegiatan di rumah: Presiden

Anak-anak harus tetap bahagia meskipun ada kegiatan di rumah: Presiden

[ad_1]

Semua anak-anakku masa depan Indonesia harus terus semangat belajar, tetap semangat, rajin beribadah, dan tak lupa berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, memohon perlindungan bagi kita semua, demi keselamatan kita semua. bangsa indonesia

Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Joko Widodo menekankan agar anak-anak di Indonesia tetap semangat belajar, bersenang-senang, dan tetap rajin beribadah meski harus beraktivitas di rumah selama pandemi COVID-19.“Seluruh anak-anakku masa depan Indonesia harus terus semangat belajar, tetap semangat, rajin beribadah, dan jangan lupa berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, memohon perlindungan bagi kita semua, selama-lamanya. bangsa Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat menyapa siswa sekolah dasar dalam konferensi video dalam rangka Hari Anak Nasional 2021 di Jakarta, Jumat.

Kepala negara menyoroti bahwa rencana untuk memulai sekolah tatap muka, yang semula dijadwalkan dibuka pada Juli 2021, dibatalkan sambil menunggu perbaikan situasi.

Widodo mengimbau anak-anak untuk terus belajar, selalu memakai masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan, dan mengingatkan teman dan tetangga untuk mengikutinya.

Sebanyak 548 ribu anak dari target 11,9 juta anak kelompok usia 12-17 tahun telah mendapat suntikan vaksin COVID-19, Kementerian Kesehatan sebelumnya mengumumkan.

“Gerakan vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun difokuskan di fasilitas kesehatan setempat atau sekolahnya masing-masing,” kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, dalam dialog daring yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Covid-19 Nasional. -19 Komite Penanganan dan Pemulihan Ekonomi (KPC-PEN) di Jakarta, Kamis.

Berita Terkait: 548.000 anak Indonesia mendapatkan suntikan vaksin COVID-19: Kemenkes

Berita Terkait: Pandemi meningkatkan prevalensi stunting: BKKBN

Upaya vaksinasi di fasilitas kesehatan setempat (Fasyankes) difokuskan untuk memvaksinasi remaja berusia 12-17 tahun, yang tidak terdaftar di lembaga pendidikan mana pun, sedangkan remaja yang terdaftar di sekolah diarahkan untuk divaksinasi di sekolah yang menyelenggarakan program vaksinasi, Tarmizi mengungkapkan.

Vaksin untuk remaja telah didistribusikan secara nasional, 50 persen vaksin dialokasikan untuk provinsi Jawa-Bali sedangkan sisanya secara proporsional untuk provinsi lain, katanya.

“Saat ini kami memiliki kebijakan untuk mendistribusikan 50 persen vaksin ke provinsi Jawa-Bali karena lonjakan kasus COVID-19 belakangan ini di sana, sedangkan sisanya akan didistribusikan secara proporsional ke provinsi lain. Porsi itu sudah termasuk vaksin. untuk remaja,” kata Tarmizi.

Stok vaksin di Indonesia saat ini baru mencapai 130 juta dosis, hanya 30% dari 426 juta dosis yang dibutuhkan untuk memenuhi target vaksinasi nasional, ujarnya.

Target program vaksinasi juga ditingkatkan menjadi 208 juta dari 181,5 juta, kata Tarmizi.

Berita Terkait: APBN dukung tumbuh kembang anak wujudkan mimpi

Berita Terkait: Jangan pandang anak nakal sebagai penjahat junior: Menteri

[ad_2]

Continue Reading

INDONESIA

Kementerian masih menyiapkan program subsidi upah 2021 untuk pekerja

Kementerian masih menyiapkan program subsidi upah 2021 untuk pekerja

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengungkapkan, pihaknya masih menyiapkan kebijakan penyaluran program subsidi upah (BSU) bagi pekerja pada 2021.Kebijakan tersebut dibuat untuk membantu sektor ketenagakerjaan yang terkena dampak COVID-19, terutama pada masa pembatasan kegiatan masyarakat darurat (PPKM).

“Melalui program BSU 2021 yang diluncurkan untuk umum pada Rabu (21 Juli) malam, (saya) berharap dapat mencegah kehilangan pekerjaan (PHK) dan membantu pekerja yang diberhentikan atau yang dipotong gajinya karena keterbatasan jam kerja. Upaya ini jelas untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan,” kata Fauziyah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Kementerian telah meluncurkan empat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sejak 2020 yang secara langsung menangani masalah ketenagakerjaan di Indonesia, menurut Fauziyah.

Program pertama adalah BSU yang ditawarkan kepada 12,2 juta orang, sedangkan yang kedua adalah kartu pra kerja untuk 5,5 juta orang, yang ketiga adalah bantuan produktif untuk usaha mikro dengan target 12 juta orang, sedangkan yang keempat adalah program padat karya di kementerian untuk 2,6 juta orang. jutaan orang.

“Empat program tersebut merupakan wujud keseriusan Kemenaker sebagai salah satu pengelola PEN yang selalu berupaya mengatasi dampak COVID-19 terhadap sektor ketenagakerjaan,” tegasnya.

Mereka juga meluncurkan beberapa program di tahun 2020 untuk mengatasi dampak COVID-19, seperti pelatihan vokasi yang melibatkan 121 ribu peserta, pelatihan untuk meningkatkan produktivitas bagi 11 ribu pekerja, dan sertifikasi kompetensi bagi hampir 750 ribu peserta.

Program lainnya terdiri dari program kewirausahaan, padat karya, dan program inkubasi bisnis, dengan total peserta 322 ribu orang.

Kementerian juga menjalin jaringan kerja sama penempatan tenaga kerja di masa pandemi, sehingga berhasil menempatkan 948 ribu tenaga kerja baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Kita bisa simpulkan sejauh mana upaya pemerintah untuk memitigasi dampak pandemi di sektor tenaga kerja, dan angkanya bisa mencapai 34,6 juta orang, melebihi penduduk usia kerja yang terkena dampak COVID-19, yang menurut survei BPS, mencapai 29,12 juta orang,” ungkapnya.

Menkeu mencatat, pemerintah pusat telah bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memberikan izin investasi agar investasi dapat menyerap tenaga kerja secara optimal.

Langkah tersebut dipandang perlu, agar investasi yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan karakteristik masing-masing daerah serta memberikan kontribusi yang maksimal bagi pembangunan, termasuk dalam hal penyerapan tenaga kerja.

“Pemerintah juga menerapkan strategi kerjasama lintas sektor dalam hal pengembangan investasi, khususnya dalam pelaksanaan proyek strategis nasional yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga dalam proses itu. Misalnya, program pengembangan kawasan pariwisata super prioritas, di mana Kementerian Ketenagakerjaan melalui BLK terlibat dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia yang ada,” kata Fauziyah.

Berita Terkait: Program subsidi upah diharapkan dapat mencegah hilangnya pekerjaan di Indonesia: pemerintah
Berita Terkait: Kemenaker alokasikan Rp37,7 triliun untuk subsidi upah
Berita Terkait: Pemerintah mengucurkan subsidi upah Rp5,84 triliun dalam dua tahap

[ad_2]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close