Connect with us

@Covid-19

3.690 Orang WNI Terkonfirmasi Covid-19 di Luar Negeri

3.690 Orang WNI Terkonfirmasi Covid-19 di Luar Negeri


3.690 Orang WNI Terkonfirmasi Covid-19 di Luar Negeri


Mothercare Indonesia

Telegraf – Jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang terkonfirmasi Covid-19 di luar negeri mencapai 3.690 orang.

Seperti dilansir dari laman Kementerian Luar Negeri (Kemlu) pada Kamis (04/03/2021), terdapat penambahan WNI terkonfirmasi Covid-19 sejumlah 13 orang, yakni di Singapura (12 WNI) dan Mozambique (1 WNI).

Total WNI terkonfirmasi Covid-19-19 di luar negeri yakni 3.690 orang, dengan rincian 2.809 sembuh, 172 meninggal, dan 709 dalam perawatan.

Berikut rincian WNI terkonfirmasi Covid-19 di luar negeri:

1. Aljazair: 12 WNI (sembuh)

2. Albania: 1 WNI (stabil)

Blibli.com

3. Amerika Serikat: 188 WNI (137 sembuh, 26 stabil, 25 meninggal)

4. Arab Saudi: 270 WNI (89 sembuh, 80 stabil, 101 meninggal)

5. Australia: 11 WNI, (10 sembuh, 1 stabil)

6. Austria: 3 WNI (2 sembuh, 1 stabil)

7. Azerbaijan: 15 WNI (11 sembuh, 4 stabil)

8. Bahrain: 35 WNI (sembuh)

Chic Me - World

9. Bahamas: 1 WNI (sembuh)

10. Bangladesh: 6 WNI (5 sembuh, 1 stabil)

11. Belanda: 27 WNI (21 sembuh, 1 stabil, 5 meninggal)

12. Belgia: 11 WNI (6 sembuh, 5 stabil)

13. Bosnia dan Herzegovina: 3 WNI (sembuh)

14. Brunei Darussalam: 8 WNI (7 sembuh, 1 stabil)

15. Ceko: 8 WNI (2 sembuh, 6 stabil)

16. Chile: 1 WNI (stabil)

17. China: 1 WNI (sembuh)

18. Denmark: 5 WNI (2 stabil, 3 sembuh)

19. Ekuador: 1 WNI (sembuh)

20. Ethiopia: 6 WNI (5 sembuh, 1 stabil)

21. Filipina: 33 WNI (sembuh)

22. Finlandia: 3 WNI (2 sembuh, 1 stabil)

23. Ghana: 1 WNI (meninggal)

24. Hongaria: 22 WNI (21 sembuh, 1 stabil)

25. Hong Kong: 270 WNI (267 sembuh, 3 stabil)

26. India: 75 WNI (sembuh)

27. Inggris: 106 WNI (98 sembuh, 2 stabil, 6 meninggal)

28. Irlandia: 2 WNI (sembuh)

29. Italia: 29 WNI (26 sembuh, 3 stabil)

30. Jepang: 35 WNI (4 sembuh, 31 stabil)

31. Jerman: 36 WNI (11 sembuh, 22 stabil, 3 meninggal)

32. Kamboja: 19 WNI (16 sembuh, 3 stabil)

33. Kanada: 10 WNI (7 sembuh, 3 stabil)

34. Kazakhstan: 5 WNI (sembuh)

35. Korea Selatan: 183 WNI (149 sembuh, 34 stabil)

36. Kuba: 2 WNI (1 sembuh, 1 stabil)

37. Kuwait: 189 WNI (177 sembuh, 6 stabil, 6 meninggal)

38. Lebanon: 1 WNI (stabil)

39. Libya: 1 WNI (meninggal)

40. Madagaskar: 1 WNI (stabil)

41. Maladewa: 22 WNI (9 sembuh, 12 stabil, 1 meninggal)

42. Makau (RRT): 3 WNI (sembuh)

43. Malaysia: 168 WNI (52 sembuh, 114 stabil, 2 meninggal)

44. Makedonia Utara: 2 WNI (1 sembuh, 1 stabil)

45. Meksiko: 3 WNI (1 sembuh, 2 stabil)

46. Mesir: 40 WNI (32 sembuh, 8 stabil)

47. Mozambique: 2 WNI (sembuh)

48. Myanmar: 2 WNI (sembuh)

49. Namibia: 1 WNI (sembuh)

50. Nigeria: 2 WNI (sembuh)

51. Oman: 20 WNI (2 sembuh, 18 stabil)

52. Pakistan: 34 WNI (33 sembuh, 1 stabil)

53. Panama: 4 WNI (sembuh)

54. Peru: 12 WNI (11 sembuh, 1 stabil)

55. Polandia: 1 WNI (stabil)

56. Portugal: 15 WNI (stabil)

57. Prancis: 4 WNI (3 sembuh, 1 stabil)

58. Rumania: 12 WNI (sembuh)

59. UEA: 124 WNI (114 sembuh, 5 stabil, 5 meninggal)

60. Uzbekistan: 19 WNI (13 sembuh, 5 stabil, 1 meninggal)

61. Qatar: 250 WNI (221 sembuh, 28 stabil, 1 meninggal)

62. Rusia: 32 WNI (31 sembuh, 1 stabil)

63. Serbia: 2 WNI (stabil)

64. Singapura: 581 WNI (558 sembuh, 21 stabil, 2 meninggal)

65. Siprus: 1 WNI (sembuh)

66. Slovenia: 2 WNI (sembuh)

67. Spanyol: 31 WNI (30 sembuh, 1 meninggal)

68. Sri Lanka: 4 WNI (3 stabil, 1 stabil)

69. Sudan: 21 (sembuh)

70. Suriah: 37 WNI (35 sembuh, 2 stabil)

71. Suriname : 3 WNI (sembuh)

72. Swedia: 1 WNI (stabil)

73. Swiss: 3 WNI (stabil)

74. Taiwan: 169 WNI (35 sembuh, 134 stabil)

75. Thailand: 3 WNI (1 sembuh, 2 stabil)

76. Timor Leste: 3 WNI (1 sembuh, 2 stabil)

77. Tunisia: 14 WNI (stabil)

78. Turki: 133 WNI (90 sembuh, 39 stabil, 4 meninggal)

79. Uzbekistan: 19 WNI (18 sembuh, 1 meninggal)

80. Vatikan: 32 WNI (23 sembuh, 9 stabil)

81. Vietnam: 1 WNI (stabil)

82. Yordania: 58 WNI (42 sembuh, 15 stabil, 1 meninggal)

83. Kapal Pesiar: 194 WNI (179 sembuh, 9 stabil, 6 meninggal).


Photo Credit : Dokter sedang memberikan penanganan kepada penderita suspect Covid-19 di Provinsi Jiangshu, Wuhan. XINHUA/Xiao Yijiu

 

Yuan Adriles
Latest posts by Yuan Adriles (see all)
Citibank PH Loans

H&M (Hennes & Mauritz) / CPS





Source link

Advertisement
Click to comment

@Covid-19

Masih Mau Nekad Mudik, Sanksi Ini Mengancam Anda

Masih Mau Nekad Mudik, Sanksi Ini Mengancam Anda


Masih Mau Nekad Mudik, Sanksi Ini Mengancam Anda


Telegraf – Pemerintah melarang mudik selama periode 6-17 Mei 2021. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh moda transportasi, di antaranya kendaraan pribadi, kereta api, kapal laut, dan udara.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menjelaskan, masyarakat yang nekat mudik lewat jalur darat menggunakan kendaraan pribadi akan diminta untuk putar balik. Sementara, kendaraan travel atau angkutan perseorangan yang ketahuan mengangkut penumpang juga akan dikenakan sanksi.

“Khusus bagi kendaraan travel atau angkutan perseorangan yang digunakan untuk mengangkut penumpang nanti akan dilakukan tindakan tegas oleh kepolisian, baik penilangan dan tindakan lain sesuai UU yang ada,” ungkap Budi dalam konferensi persnya, Kamis (08/04/2021).

Budi memaparkan ada jenis kendaraan tertentu yang tetap bisa bepergian selama periode larangan mudik ini. Beberapa jenis kendaraan tersebut, yakni kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara, kendaraan dinas operasional berpelat dinas, kendaraan dinas operasional petugas jalan tol, dan kendaraan yang mengangkut repatriasi pekerja migran Indonesia.

Sementara, jenis kendaraan yang tetap boleh beroperasi di angkutan penyeberangan adalah kendaraan pengangkut logistik dan obat-obatan, kendaraan pengangkut petugas operasional pemerintahan dan petugas penanganan pencegahan penyebaran Covid-19, kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Perhubungan Laut Agus Purnomo mengatakan larangan operasional untuk transportasi laut berlaku untuk semua kapal penumpang. Namun, ada beberapa pengecualian, seperti kapal penumpang untuk pekerja imigran, kapal pesiar yang dioperasikan asing, dan kapal yang membawa bahan pokok.

Agus menyatakan akan memberikan sanksi tegas kepada operator yang melanggar aturan larangan mudik tahun ini. Sanksi itu berupa tidak diberikan pelayanan di pelabuhan hingga pencabutan izin usaha perusahaan angkutan laut.

“Ini sesuai dengan tahapan yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan,” imbuhnya.

Lalu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto menyatakan pihaknya juga akan memberikan sanksi kepada maskapai yang melakukan pelanggaran selama periode larangan mudik ini. Mereka akan dikenakan sanksi administratif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menambahkan ada sanksi administratif yang akan diberikan kepada penyelenggara perkeretaapian jika melanggar aturan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021. Ia akan mengawasi aturan ini bersama Balai Teknik Perkeretaapian, Satgas Penanganan Covid-19, Polri, TNI, dan pemerintah daerah (pemda).

Truk dan Ambulan Juga Akan Diperiksa

Selain mobil, bus dan sepeda motor, polisi juga akan memeriksa truk, mobil boks hingga ambulans terkait larangan mudik, di titik-titik penyekatan, di Jakarta dan sekitarnya.

“Dilakukan pemeriksaan setiap kendaraan yang lewat, termasuk baik truk, ambulans dan lain-lain,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo, Jumat (09/04/2021).

Dikatakan Sambodo, Ditlantas Polda Metro Jaya, menyiagakan sekitar 380 personel untuk melakukan pengamanan dan pemeriksaan di delapan titik sementara penyekatan terhadap kendaraan penumpang terkait larangan mudik, setiap hari.

“380 (personel) setiap hari, tapi kalau nanti titiknya bertambah pasti kita akan tambah lagi,” ungkapnya.

Penyekatan Jalur Tikus

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya juga bakal melakukan penjagaan, pengamanan, dan penyekatan di jalur-jalur tikus atau jalan alternatif terkait larangan mudik Lebaran tahun ini.

“Penjagaan di setiap jalur tikus. Jalur-jalur tikus sudah dipetakan dan dibuatkan juga penyekatan,” imbuh Sambodo.

Dikatakan Sambodo, saat ini Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyiapkan delapan titik pengamanan dan penyekatan di jalan tol arah Cikampek dan arah Merak, kemudian di jalan arteri Harapan Indah, Kota Bekasi, Jati Uwung, Tangerang Kota serta Kedung Waringin Kabupaten Bekasi. Kemudian, di tiga terminal bus Pulogebang, Kampung Rambutan dan Kalideres.

“Sementara ada delapan titik, tapi nanti kita survei lagi. Ya, dua di jalan tol, tiga di jalan arteri dan tiga di terminal,” terangnya.

Menurutnya, titik-titik penyekatan itu kemungkinan akan bertambah lagi. Polisi masih akan terus melakukan survei sebelum pelaksanaan penyekatan larangan mudik tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

“Ada kemungkinan tambahan titik penyekatan. Nanti menjelang tanggal 6 Mei kita akan survei lagi untuk menentukan titiknya yang fix,” pungkasnya.


Photo Credit: Pemerintah melarang mudik selama periode 6-17 Mei 2021. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh moda transportasi, di antaranya kendaraan pribadi, kereta api, kapal laut, dan udara. ANTARA/Asep Fathulrahman

 

Indra Christianto
Latest posts by Indra Christianto (see all)





Source link

Continue Reading

@Covid-19

Hukum Test Swab Saat Puasa, Ini Kata MUI

Hukum Test Swab Saat Puasa, Ini Kata MUI


Hukum Test Swab Saat Puasa, Ini Kata MUI


Telegraf – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan hukum rapid test antigen dan Polymerase Chain Reaction (PCR) alias tes swab. Aktivitas itu dinilai tak membatalkan ibadah puasa, sehingga dapat dilakukan pada siang hari.

“Kemarin sudah dirapatkan, hasilnya tes swab intinya tidak membatalkan puasa,” kata Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin Abdul Fatah, Kamis (08/04/2021).

Ia menjelaskan swab test boleh dilakukan lantaran pengambilan sampel pada nasofaring atau bagian atas tenggorokan yang ada di belakang hidung, dan orofaring atau saluran antara mulut dan tenggorokan, tidak menyebabkan cairan masuk ke dalam tubuh hingga muntah.

“Pertimbangannya memang tidak ada hal-hal yang membatalkan puasa. Memasukkan lidi menyerupai korek kuping itu melalui hidung dan melalui mulut itu kedalamannya tidak sampai membuat orang muntah begitu kan. Hanya sifatnya paling maksimal merangsang untuk muntah saja,” jelasnya.

Selain itu, alat sejenis cotton bud atau kapas lidi yang digunakan untuk mengambil sampel lendir termasuk kategori benda padat sehingga tidak membuat ibadah puasa menjadi batal. Hasanuddin mengaku pihaknya juga telah meminta saran dari ahli kesehatan untuk memutuskan fatwa ini.

“Pernah saya tanyakan, di ujung lidi itu sama sekali tidak ada atau ada cairan atau apa begitu. Nah, menurut ahli tidak ada sama sekali, kering, jadi tidak apa-apa,” imbuhnya.

Meskipun demikian, dia mengaku bahwa fatwa tersebut masih disusun sehingga belum disiarkan kepada publik. Secepatnya, MUI akan mengeluarkan fatwa tersebut agar dapat dijadikan pedoman bagi pelaksanaan tes swab di lapangan.

Selain swab test, MUI sebelumnya juga menetapkan fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa. Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mengatakan, vaksinasi Covid-19 dilakukan dengan cara injeksi intramuskular.

Intramuskular sendiri merupakan teknik vaksinasi yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot. Tindakan ini, menurutnya, boleh dilakukan pada siang hari saat Ramadhan dengan catatan tidak menimbulkan bahaya.


Photo Credit: Petugas Puskesmas Kecamatan Gambir melakukan tes usap (swab test) ke pedagang di Pasar Thomas, Jakarta, Rabu (17/6/2020). Pemeriksaan tes usap di sejumlah pasar secara langsung tersebut dilakukan guna memutus rantai penularan Covid-19. ANTARA/Muhammad Adimaja

 

Didik Fitrianto
Latest posts by Didik Fitrianto (see all)





Source link

Continue Reading

@Covid-19

8,5 Juta Masyarakat Indonesia Telah Divaksin Covid-19

8,5 Juta Masyarakat Indonesia Telah Divaksin Covid-19


8,5 Juta Masyarakat Indonesia Telah Divaksin Covid-19


Telegraf – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nadia Tarmizi mengatakan per hari Minggu (04/04/2021), bahwa pelaksanaan vaksinasi Covid-19 telah mencapai 12,5 juta dosis suntikan vaksin.

“Cakupan dosis pertama mencapai 21,33 persen dari target 40 juta sasaran vaksinasi tahap pertama dan kedua. Kurang lebih 8,5 juta masyarakat Indonesia telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19,” kata Nadia melalui konferensi pers secara virtual Minggu (04/04/2021).

Nadia mengatakan, untuk selanjutnya pemerintah akan meningkatkan jumlah cakupan vaksinasi untuk segera mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) bagi 181,5 juta masyarakat Indonesia.

Pemerintah juga mendorong semua lapisan masyarakat untuk mensosialisasikan pentingnya vaksinasi Covid-19 terutama kepada kelompok lanjut usia (lansia), yang memiliki resiko kematian dan kesakitan lebih besar tiga kali dari populasi kelompok lainnya.

Hingga saat ini, kelompok lansia yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 sebesar delapan persen. Nadia mengatakan terkait hal ini, ada beberapa kendala untuk mengakses pos pelayanan vaksinasi.

“Pertama kemungkinan masih ada rasa takut dari lansia untuk keluar rumah dan melakukan aktifitas di luar rumah. Kedua, adanya keterbatasan fisik lansia untuk menuju centra vaksinasi, dan masih terbatasnya melakukan pendaftaran secara elektronik,” ungkapnya.


Photo Credit: Pemberian vaksinasi Covid-19 pada lansia kini mulai dilakukan secara serentak. FILE/Kemenkes

 

 

Ishwari Kyandra
Latest posts by Ishwari Kyandra (see all)





Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close