Connect with us

ASIA PASIFIK

2 Mantan Pejabat Xinjiang Dijatuhi Hukuman Mati Atas Tuduhan Separatisme

2 Mantan Pejabat Xinjiang Dijatuhi Hukuman Mati Atas Tuduhan Separatisme



Dua mantan pejabat pemerintah di kawasan Xinjiang, China Barat Laut, telah dijatuhi hukuman mati atas tuduhan terkait separatisme.

Wang Langtao, wakil presiden pengadilan tinggi rakyat Xinjiang, mengatakan kepada para wartawan pada hari Selasa (6/4) bahwa Sattar Sawut dan Shirzat Bawudun telah diberi penangguhan hukuman dua tahun. Hukuman semacam itu biasanya diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup.

Sattar Sawut, mantan pejabat pendidikan, telah divonis bersalah memasukkan kekerasan separatisme etnik, terorisme dan ekstremisme ke buku pelajaran sekolah berbahasa Uighur.

Shirzat Bawudun, mantan kepala departemen kehakiman wilayah Xinjiang, divonis bersalah berkolusi dengan para anggota Gerakan Islamis Turkestan Timur, yang dimasukkan daftar kelompok teroris oleh PBB, serta melakukan “aktivitas keagamaan ilegal pada pernikahan anak perempuannya.”

Beijing telah melakukan kampanye keamanan besar-besaran di Xinjiang yang menyebabkan penahanan lebih dari satu juta orang warga Uighur, Kazakh dan kelompok minoritas Muslim lainnya di Xinjiang. Pemerintah China menyatakan para tahanan diajari keterampilan kerja dan dideradikalisasi dari sikap anti-Beijing, sikap yang dibantah keras AS, yang mengecam perlakuan terhadap warga Uighur itu sebagai genosida.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Selasa (6/4), mengatakan Amerika akan mengadakan pembicaraan dengan para sekutu mengenai kemungkinan memboikot Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing terkait perlakuan China terhadap Muslim Uighur dan kelompok-kelompok etnik minoritas lainnya di Xinjiang, selain penindakannya terhadap gerakan prodemokrasi di Hong Kong. [uh/ab]

Advertisement
Click to comment

ASIA PASIFIK

Robot Pengantar Belanja Siap Layani Konsumen di Singapura

Robot Pengantar Belanja Siap Layani Konsumen di Singapura


Berharap mendapat berkah dari lonjakan permintaan layanan pengiriman ke rumah, sebuah perusahaan teknologi Singapura mengerahkan sepasang robot untuk mengantar belanjaan ke para pelanggan di negara kota tersebut.

Dikutip dari Reuters, layanan robot yang dikembangkan oleh OTSAW Digital dan diberi nama “Camello”, robot-robot itu sudah ditawarkan kepada 700 rumah tangga dalam masa percobaan satu tahun.

Pengguna dapat memesan slot pengiriman untuk susu dan telur mereka. Kemudian, sebuah aplikasi memberi tahu mereka ketika robot akan mencapai titik penjemputan, yang biasanya di lobi gedung apartemen.

Seorang pelanggan mengambil belanjaannya yang diantar oleh robot Camello di Singapura, 6 April 2021. (Foto: Edgar Su/Reuters)

Seorang pelanggan mengambil belanjaannya yang diantar oleh robot Camello di Singapura, 6 April 2021. (Foto: Edgar Su/Reuters)

Robot-robot itu dilengkapi dengan sensor 3D, sebuah kamera, dan dua kompartemen. Setiap kompartemen dapat membawa makanan dan barang yang dipesan secara daring dengan berat hingga 20 kilogram dan mengirimkan barang empat hingga lima kali sehari pada hari kerja and setengah hari pada Sabtu.

CEO OTSAW Digital Ling Ting Ming menjelaskan robot-robot itu menggunakan sinar ultraviolet untuk untuk mendesinfeksi diri mereka sendiri setiap kali selesai melakukan pengantaran.

“Terutama selama periode pandemi ini, semua orang mencari layananan nirsentuh, tanpa manusia,” katanya kepada Reuters.

Untuk saat ini, staf perusahaan menemani robot-robot itu saat bertugas untuk memastikan tidak ada masalah yang muncul. [na/ft]

Continue Reading

ASIA PASIFIK

Jepang Luncurkan Vaksinasi untuk Lansia

Jepang Luncurkan Vaksinasi untuk Lansia


Jepang memulai program vaksinasi COVID-19 untuk orang-orang berusia 65 tahun ke atas hari Senin (12/4). Mereka adalah kelompok kedua di Jepang yang menerima vaksin itu setelah para petugas medis yang mulai menerima vaksinasi pada bulan Februari.

Seorang pria lanjut usia menerima dosis pertama vaksin COVID-19 Pfizer di Balai Kota Hachioji, Tokyo, Senin, 12 April 2021.

Seorang pria lanjut usia menerima dosis pertama vaksin COVID-19 Pfizer di Balai Kota Hachioji, Tokyo, Senin, 12 April 2021.

Suntikan pertama diberikan di sekitar 120 tempat terpilih di berbagai penjuru negara itu, sementara Jepang meningkatkan kampanye vaksinasinya di tengah-tengah meningkatnya jumlah kasus di beberapa daerah.

Tokyo menetapkan langkah-langkah yang lebih keras untuk mengatasi penyebaran virus pada hari Senin (12/4), sementara berupaya keras untuk mengatasi penyebaran pesat varian yang lebih mudah menular menjelang Olimpiade.

Berbagai peraturan terkait COVID-19 yang lebih keras, hanya tiga pekan setelah situasi darurat berakhir di ibu kota, memungkinkan gubernur Tokyo untuk memerintahkan jam buka yang lebih pendek untuk bar dan restoran, menghukum para pelanggar dan memberi kompensasi bagi mereka yang patuh.

Langkah-langkah itu akan berlaku hingga 11 Mei. Sejauh ini kurang dari 1 persen warga yang telah divaksinasi di Jepang.

Seorang pria mengendarai sepeda dengan mengenakan masker melewati beberapa iklan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 di Tokyo, Senin, 12 April 2021. (Foto AP / Eugene Hoshiko)

Seorang pria mengendarai sepeda dengan mengenakan masker melewati beberapa iklan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 di Tokyo, Senin, 12 April 2021. (Foto AP / Eugene Hoshiko)

Kampanye imunisasi akan berfokus pada warga lansia hingga akhir Juni, dengan seluruh populasi kemungkinan besar harus menunggu hingga sekitar Juli untuk divaksinasi. Ini membuat mendekati mustahil bagi Jepang untuk mencapai kekebalan kelompok sebelum Olimpiade dimulai pada 23 Juli.

Jepang telah mengatasi pandemi lebih baik daripada AS dan banyak negara di Eropa, tetapi kurang begitu baik jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya. Vaksinasi sebagian besar terlambat karena terbatasnya pasokan vaksin Pfizer, satu-satunya vaksin yang disetujui di Jepang yang sejauh ini bergantung sepenuhnya pada impor vaksin itu. [uh/ab]

Continue Reading

ASIA PASIFIK

Siklon Tropis Seroja Porak-porandakan Sejumlah Kota di Australia

Siklon Tropis Seroja Porak-porandakan Sejumlah Kota di Australia


Topan kuat memorak-porandakan beberapa kota di pantai barat Australia, menghancurkan jendela, mematahkan pohon, dan memutus aliran listrik.

Siklon Tropis Seroja, begitu nama topan tersebut, melintasi pantai negara bagian Australia Barat, dengan kecepatan angin hingga 170 kilometer per jam tak lama setelah kegelapan tiba pada Minggu malam, kata sejumlah pejabat setempat, Senin (12/4).

Kota wisata Kalbarri, yang berpenduduk 1.400 orang dan terletak sekitar 580 kilometer dari ibu kota negara bagian itu, Perth, mengalami kerusakan terparah.

Ombak besar menghantam bebatuan di garis pantai di Bronte Beach di pinggiran timur Sydney, Australia, Senin, 12 April 2021. (AP Photo / Mark Baker)

Ombak besar menghantam bebatuan di garis pantai di Bronte Beach di pinggiran timur Sydney, Australia, Senin, 12 April 2021. (AP Photo / Mark Baker)

Sekitar 70 persen bangunan di kota itu terimbas, dan kerusakan di antara 30 persen bangunan yang terimbas itu tergolong signifikan, kata Komisaris Departemen Kebakaran dan Layanan Darurat Darren Klemm. Kota-kota pesisir lainnya mengalami kerusakan yang lebih ringan.

Perusahaan listrik pemerintah, Western Power melaporkan sekitar 31.500 pelanggan terputus aliran listriknya. Belum ada laporan mengenai apakah ada korban yang mengalami cedera serius akibat hantaman topan itu. Topan kuat semacam itu jarang terjadi di kawasan subtropis Australia.

“Beberapa bangunan tua tidak bisa menahan hantaman topan itu. Beberapa bangunan modern juga tidak bisa menahannya, ” kata Steve Cable, manajer Dinas Layanan Penanggulangan Keadaan Darurat kepada Australian Broadcasting Corp. “Pohon-pohon besar dengan dahan-dahan yang cukup besar patah seperti wortel,” tambahnya.

One Mile Jetty terlihat hancur akibat hantaman topan tropis Seroja di Carnarvon, Australia 11 April 2021, 12 April 2021. (Foto: Bill Kent / via REUTERS)

One Mile Jetty terlihat hancur akibat hantaman topan tropis Seroja di Carnarvon, Australia 11 April 2021, 12 April 2021. (Foto: Bill Kent / via REUTERS)

Debbie Major, seorang warga Kalbarri, berada di sebuah ruangan di taman mobil trailer yang dikelolanya, saat topan datang. Ia memegangi pintu untuk mencegahnya terbuka saat dahan pohon yang patah menghancurkan jendela. “Saya tidak pernah mengalami apa pun dalam hidup saya seperti yang saya alami tadi malam, ” kata Mayor. ”Itu menakutkan.”

Siklon Seroja melemah dan diturunkan ke tingkat tropis terendah sebelum bertiup ke laut dekat Esperance, Senin.

Topan yang sama menyebabkan banjir dan tanah longsor yang menewaskan sedikitnya 174 orang dan menyebabkan 48 orang hilang di Indonesia dan Timor Leste pekan lalu. [ab/uh]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close